Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Kesulitan Buka Gaun di Malam Pengantin, Pria Ini Pukuli Istrinya

wolipop
Selasa, 17 Feb 2015 12:31 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

ist.
Jakarta - Cerita tragis datang dari seorang wanita bernama Amy Dawson. Pada malam pernikahannya Amy harus mengalami penganiayaan dari pria yang baru saja menjadi suaminya. Penyebabnya sebenarnya sepele, sang suami kesulitan melepaskan gaun pengantin yang dipakai Amy.

Amy menikah dengan Gavin Golightly pada Agustus 2014 tersebut. Hubungannya dengan Gavin sudah berlangsung cukup lama sebelum mereka memutuskan untuk menikah.

Pernikahan yang diimpikan oleh Amy akhirnya terwujud. Namun ternyata pernikahannya tersebut tak sesuai dengan apa yang dibayangkannya. Setelah pesta resepsi digelar, dia dan Gavin menginap di sebuah hotel. Dan hanya dalam hitungan beberapa jam setelah kedua mempelai mengucapkan janji pernikahan mereka, penganiayaan terhadap dirinya terjadi di kamar hotel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penganiayaan itu bermula dari permintaan Amy pada Gavin untuk membantunya melepaskan gaun pengantinnya. Pertengkaran di antara keduanya pun terjadi saat sang suami kesulitan melepaskan gaun tersebut. Gavin kemudian mendorong Amy ke lantai dan memukulnya hingga menyebabkan pelipisnya sobek. Wajah dan dadanya pun memar-memar.

Gavin mengklaim dirinya dalam keadaan tidak benar-benar sadar saat melakukan pemukulan terhadap Amy. Dia mengaku teman-temannya memberinya minuman keras dan obat terlarang saat mereka berpesta di hari pernikahannya. Meski awalnya membantah, namun saat menjalani sidang, pria 29 tahun itu akhirnya mengakui perbuatannya.

Amy sama sekali tidak menyangka pria yang sudah lama menjadi kekasihnya itu akan memukulinya karena hal sepele di malam pernikahan mereka. "Saat pertamakali bertemu dengan Gavin, dia sangat baik. Aku tidak bisa tidak jatuh cinta dengannya," kata wanita 22 tahun itu.

Amy melihat Gavin sebagai sosok pria yang baik sampai ketika dia hamil. Namun saat usia kandungannya mencapai delapan bulan, pria tersebut berubah. Dia menjadi sangat manipulatif dan suka mengontrol. Meski demikian dia tetap berencana menikah dengan calon ayah bayinya tersebut. Hingga ketika anak mereka lahir, sifat Gavin tidak berubah, begitu juga dengan rencana pernikahan mereka.

"Saat kami bertengkar di malam pernikahan kami, aku pikir aku akan meninggal. Aku sangat takut. Dia terlihat seperti akan membunuhku," ujar Amy seperti dikutip Mirror.

Amy berhasil keluar dari kamar hotel saat Gavin berusaha terus menganiaya dirinya. Dia lari hingga bertemu seorang porter hotel dan meminta mereka menghubungi polisi. Kini Amy sudah mengajukan cerai dari Gavin.

(eny/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads