Saat Memaafkan Suami yang Pernah Selingkuh, Ini yang Sebaiknya Dilakukan Istri
wolipop
Selasa, 29 Apr 2014 09:21 WIB
Jakarta
-
Memberikan kesempatan kedua menjadi pilihan tidak sedikit wanita yang pernah diselingkuhi pasangan mereka. Apakah Anda termasuk yang memilih langkah tersebut? Jika memang sudah bersedia memaafkan suami dari perselingkuhannya, ini yang disarankan psikolog agar Anda lebih ikhlas dan bisa menjalani kehidupan rumah tangga seperti dulu.
Psikolog Ratih Ibrahim memahami istri yang menjadi korban perselingkuhan suami pasti merasa kecewa dan sakit hati. Meski demikian, wanita ini harus berusaha move on, apalagi jika sudah bersedia memaafkan. Jika sudah memiliki anak, si istri harus menyadari kepentingan buah hati mereka.
"Anak masih membutuhkan kehadiran kedua orangtuanya. Jadi berusahalah untuk tidak terlalu fokus pada masa lalu sebab setiap orang memang pernah melakukan kesalahan," tulis Ratih dalam konsultasinya kepada pembaca Wolipop yang curhat masalah rumah tangganya.
Kalau seorang istri yang sudah memaafkan perselingkuhan suaminya tetap mengingat-ingat kesalahan pasangannya itu, kelangsungan rumah tangga bisa terpengaruh. Sikap tersebut bisa berdampak buruk pada pernikahan.
Agar seorang istri benar-benar bisa tulus ikhlas memaafkan suami dan tidak mengingat masa lalu, Ratih menyarankan untuk mengomunikasikan perasaan pada pasangan. "Tentu saja komunikasi ini harus dalam kondisi emosi yang tenang agar tidak memicu keributan yang lebih parah," tulisnya lagi.
Komunikasi ini penting dilakukan agar istri yang pernah diselingkuhi suaminya bisa mengatasi perasaan insecure atau tidak aman. Dikatakan psikolog Rosdiana Setyaningrum, MPsi, MHPEd, perasaan tidak aman, selalu curiga dan berpikir akan selalu dibohongi bisa membayangi si istri.
"Kalau selingkuh itu balik lagi ke kita, kita bisa terima nggak? Kalau kita terima dan jadinya curigaan artinya kita nggak bisa terima," ujarnya.
Jika istri yang sudah memaafkan suami pasca diselingkuhi ini masih sulit membangun komunikasi, Ratih mengatakan tidak ada salahnya meminta bantuan pihak yang dipercaya. Pihak ketiga tersebut bisa konselor atau psikolog atau pemuka agama yang bisa menjadi mediator.
(eny/eny)
Psikolog Ratih Ibrahim memahami istri yang menjadi korban perselingkuhan suami pasti merasa kecewa dan sakit hati. Meski demikian, wanita ini harus berusaha move on, apalagi jika sudah bersedia memaafkan. Jika sudah memiliki anak, si istri harus menyadari kepentingan buah hati mereka.
"Anak masih membutuhkan kehadiran kedua orangtuanya. Jadi berusahalah untuk tidak terlalu fokus pada masa lalu sebab setiap orang memang pernah melakukan kesalahan," tulis Ratih dalam konsultasinya kepada pembaca Wolipop yang curhat masalah rumah tangganya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agar seorang istri benar-benar bisa tulus ikhlas memaafkan suami dan tidak mengingat masa lalu, Ratih menyarankan untuk mengomunikasikan perasaan pada pasangan. "Tentu saja komunikasi ini harus dalam kondisi emosi yang tenang agar tidak memicu keributan yang lebih parah," tulisnya lagi.
Komunikasi ini penting dilakukan agar istri yang pernah diselingkuhi suaminya bisa mengatasi perasaan insecure atau tidak aman. Dikatakan psikolog Rosdiana Setyaningrum, MPsi, MHPEd, perasaan tidak aman, selalu curiga dan berpikir akan selalu dibohongi bisa membayangi si istri.
"Kalau selingkuh itu balik lagi ke kita, kita bisa terima nggak? Kalau kita terima dan jadinya curigaan artinya kita nggak bisa terima," ujarnya.
Jika istri yang sudah memaafkan suami pasca diselingkuhi ini masih sulit membangun komunikasi, Ratih mengatakan tidak ada salahnya meminta bantuan pihak yang dipercaya. Pihak ketiga tersebut bisa konselor atau psikolog atau pemuka agama yang bisa menjadi mediator.
(eny/eny)










































