Jakarta -
Jika umumnya wanita mengharapkan pesta pernikahan cantik dan mewah yang formal, pasangan-pasangan berikut ini tidak bisa berharap demikian. Tinggal di daerah konflik, di mana ada peperangan dan kekerasan tidak menyurutkan niat pasangan berikut untuk tetap berbahagia dan saling mengikat janji sehidup semati. Seperti apa potret pernikahan mereka?
Foto 1
Pasangan ini mengikuti protes di Kiev, Ukraina pada 21 Desember lalu. Tampak si mempelai wanita masih mengenakan ball gown putih, yang kemudian ditutupi mantel bulu tebal agar tetap hangat. Di sampingnya, sang suami yang saat itu mengenakan mantel dan celana abu-abu terlihat menggandeng tangan si wanita.
Foto 2
Pasangan berikutnya berasal dari Mesir yang juga tengah mengikuti aksi demonstrasi di hari besarnya itu. Kedua pasangan yang tampak rapih dengan busana pengantin ikut mengangkat bendera di Tahrir Square, Kairo, pada Juli 2011.
Foto 3
Masih berlokasi di Tahrir Square, Kairo, pasangan berikutnya tampak berbahagia merayakan hari pernikahan dengan para pendemo lainnya. Terlihat, orang-orang di sana membuka jalan untuk kedua mempelai seakan sedang menuju altar.
Foto 4
Selanjutnya ada pasangan asal Istanbul, Mazlum dan Sureyya yang merayakan hari pernikahan dengan mengangkat bendera. Kedua pasangan itu tetap berbahagia dengan diiringi keluarga dan kerabat terdekat di Gezi Park, Taksim Square, Istanbul.
Foto 5
Pasangan pengantin baru ikut aksi mendukung keputusan Presiden Ukraina, Viktor Yushchenko untuk membubarkan dewan dan menuntut pemilu dadakan di Kiev, pada 20 April 2007.
Foto 6
Pengantin Israel, Rinat Shiklar, berpose untuk foto pernikahan di depan lokasi peluncuran roket, Iron Dome di dekat selatan Kota Netivot, 21 Juni 2012.
Foto 7
Pasangan berikutnya tidak mengenakan gaun pengantin putih yang cantik seperti foto-foto sebelumnya. Sang mempelai pria adalah tentara Syria bernama Youssef, ia menikahi istrinya yang saat itu mengenakan mantel hitam dan hijab putih bermotif oranye. Kebahagiaan itu dihadiri juga oleh kerabat yang merayakan dengan mengangkat senjata.
Foto 8
Abdallah Amhaz dan istrinya Mona, ikut aksi protes sebelum mereka mengikat janji. keduanya mengikuti demonstrasi di sebuah distrik antara Israel dan Lebanon, pada tahun 2006.