Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

1 dari 5 Pasangan Merasa Terjebak dalam Pernikahan yang Salah

wolipop
Selasa, 16 Jul 2013 08:15 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Apakah Anda bahagia dengan pernikahan yang kini dijalani? Survei terbaru menunjukkan satu dari lima pasangan di Inggris mengaku terjebak dalam pernikahan yang salah.

20% pasangan yang terjebak dalam pernikahan yang salah itu memilih tidak mengakhiri hubungan mereka karena beberapa alasan. 1/3 responden wanita mengatakan mereka takut tidak bisa berdiri sendiri dalam masalah keuangan jika bercerai. Sementara para pria beralasan khawatir merusak hubungan keluarga, terutama dengan anak, yang selama ini tetap terjalin karena adanya ikatan pernikahan.

Survei yang dilakukan firma hukum Slater & Gordon juga mengungkapkan, satu dari sepuluh orang yang terjebak dalam pernikahan salah ini merasa tidak memiliki rasa cinta lagi. 15% responden berharap mereka menikah dengan orang lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti dikutip Female First, penyebab semakin menurunnya rasa cinta ini berbeda antara suami dan istri. Para suami menyebutkan seks yang sudah tidak memuaskan sebagai biang keladinya. Sedangkan wanita merasa mereka jadi tidak lagi bahagia dan terlalu memikirkan masalah keuangan setelah menikah.

Secara umum, jika tidak dibedakan gender, pasangan juga mengungkapkan apa yang menyebabkan rasa cinta itu hilang. 1/4 responden mengaku perdebatan mengenai uang dan anggota keluarga lainnya membuat rumah tangga diwarnai pertengkaran. Sedangkan lebih dari 1/2 responden merasa pasangannya meremehkan mereka sejak pernikahan berusia kurang dari tiga tahun.

Sedihnya lagi, dari survei ini juga terungkap pandangan mengenai pernikahan kini sudah berubah. 1/3 orang mengatakan bahwa mereka ragu bila pernikahan dapat bertahan selamanya. Hanya lebih dari setengah responden yang yakin pernikahan untuk seumur hidup. Dan 40% responden merasakan bahwa pernikahannya sama seperti apa yang diharapkan.

Menanggapi hasil survei yang diadakan perusahaannya, pimpinan firma hukum Slater & Gordon, Amanda McAlister merasa prihatin. Sepanjang karirnya sebagai pengacara keluarga, dia banyak melihat pasangan tersiksa dalam kondisi hidup dalam pernikahan tanpa cinta ini.

"Selama 15 tahun aku bekerja sebagai pengacara keluarga, aku banyak menyaksikan baik pria maupun wanita tetap bertahan dalam hubungan yang tidak lagi ada cinta karena mereka merasa bersalah atau takut untuk sendiri. Namun pada kenyataannya perceraian dapat menjadi pengalaman dan pembelajaran yang menunjukkan bahwa anak-anak lebih bahagia bila orangtuanya juga bahagia," ucapnya panjang lebar.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads