10 Ujian Dalam Pernikahan yang Bisa Memicu Perceraian (Bag. 1)
Kehidupan pernikahan tentunya tidak akan selamanya berjalan mulus. Ada waktunya Anda dan pasangan menghadapi berbagai cobaan yang bisa menimbulkan keretakan. Jika bisa melewati momen tersebut artinya Anda lulus dari ujian yang memang umum dialami suami-istri. Namun kalau gagal, bukan tidak mungkin pernikahan berakhir cerai.
Berikut ini bagian pertama dari 10 ujian yang akan dihadapi pasangan setelah menikah. Dari bagian pertama 10 momen-momen ini mana yang sudah berhasil atau sedang Anda hadapi?
1. Meributkan Masalah Sepele
Banyak masalah yang akan timbul dalam suatu hubungan, seperti malasah tentang seks, finansial, sampai tentang anak. Jika Anda juga pernah merasakan adanya pertengkaran tanpa sebab yang jelas maka Anda tidak sendirian.
Mengutip komentar dari pengarang buku Marriage Rules: A Manual for the Married and the Coupled Up, Herriet Lerner bahwa dalam suatu hubungan biasa timbul masalah karena adanya stres dari pasangan. Lerner menyatakan bahwa stres yang tinggi dapat menjadi pemicu pertengkaran. Untuk meminimalkan stres sebaiknya sebelum bertindak tarik nafas yang dalam dan berpikir dulu. Dan apabila stres sudah terlanjur menjadi pemicu pertengkaran, segeralah minta maaf pada pasangan Anda sebelum masalahnya bertambah besar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada beberapa pasangan, masalah finansial bisa selalu menjadi pemicu pertengkaran. Untuk meminimalkan adanya pertengkaran yang disebabkan masalah finansial sebaiknya Anda dan pasangan saling terbuka tentang keuangan dan mulai berhemat untuk masa depan bersama.
3. Menjadi Bagian dari Keluarga Pasangan
Pada tahapan dimana kita sudah mengenal semua keluarga pasangan dan begitu pula sebaliknya, dari hal ini terkadang timbul perdebatan tentang keluarga, seperti berapa sering mengunjungi orangtua pasangan. Minimalkan isu keluarga tersebut dengan memaksimalkan quality time bersama pasangan dan buah hati. Mulailah membuat kesepakatan bersama tentang seberapa sering bertemu orangtua pasangan atau masalah-masalah lainnya yang menimbulkan pertengkaran.
4. Tahap Awal menjadi Orangtua
Dalam tahapan awal periode menjadi orangtua, bukan hanya kebahagiaan saja yang akan dirasakan. Stres karena memiliki tanggungjawab baru bisa dialami suami-istri. Anda dan pasangan mungkin bisa bertengkar saat harus memutuskan siapa yang akan bertanggungjawab bangun di malam hari untuk mengganti pampers. Buatlah kesepakatan dalam berbagi tanggungjawab mengurus buah hati.
5. Saat Anak Beranjak Besar
Perdebatan bisa kembali terjadi saat anak mulai beranjak besar. Biasanya pasangan memiliki pandangan masing-masing yang dipengaruhi pola asuh orangtua mereka dulu. Hal itu pun mempengaruhi ketika pasangan membesarkan anak sendiri. Anda dan suami bisa bertengkar mengenai cara apa yang akan dipakai untuk mendidik si kecil.
(eny/rma)











































