Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Adjie Notonegoro Tampilkan Gaun Pengantin Transparan di Wedding Fair 2013

Eny Kartikawati - wolipop
Senin, 18 Feb 2013 08:13 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Agung/Wolipop
Jakarta -

10 desainer ternama di Indonesia menutup acara Her World Brides Wedding Fair 2013 yang berlangsung di Hotel Four Seasons, Kuningan, Jakarta, Minggu (17/2013) malam. Kesepuluh desainer itu masing-masing menampilkan satu gaun masterpiece mereka. Keragaman tema pun tampak dalam rancangan 10 desainer ini, mulai dari tradisional hingga ada yang merilis gaun pengantin transparan.

Desainer Adjie Notonegoro tampil mencuri perhatian dengan karyanya di akhir fashion show bertema Masterpiece Night itu. Dia merilis gaun pengantin transparan dengan bordir bunga di beberapa area sehingga si pemakai tidak terkesan benar-benar tanpa busana. Gaun tersebut dihiasi rok di bagian belakang dan veil.

"Saya memang mau membuat sesuatu yang di luar kebiasaan. Saya ingin sesuatu yang baru, lain daripada yang lain. Biasanya gaun pengantin tertutup brokat, saya menghilangkan memakai brokat dan hiasan pada umumnya," tutur Adjie yang juga pernah merilis gaun pengantin swimsuit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perancang Priyo Oktaviano memilih gaun pengantin dengan potongan simple. Dia membuka acara dengan gaun berwarna beige. Gaun berbahan lace itu terkesan mewah dengan potongan laser cut.

Selain Priyo yang juga menampilkan gaun pengantin bergaya internasional adalah Sally Koeswanto. Sally menampilkan ballgown berwarna putih dengan detail bebatuan. Gaun warna putih ikut mewarnai karya desainer wanita lainnya Susan Budiharjo. Gaun karya Susan terlihat berbeda karena memiliki detail kancing di bagian lengan.

Desainer Widhi Budimulya termasuk yang ikut menampilkan gaun pengantin warna putih dalam fashion show ini. Hanya saja karya Widhi tampak lebih menarik perhatian karena pemakaian detail metal dan Swarovski di bagian atas gaun. Sedangkan bagian roknya dibuat bertumpuk seperti bulu angsa.

"Paling sulit membuat bagian bawahnya (rok) karena membutuhkan bahan yang sangat banyak dan dijahit satu-satu dengan tangan," cerita Widhi saat ditemui usai shownya.

Widhi sengaja memilih bahan metal untuk gaunnya karena menurutnya sesuai dengan tren sekarang. "Saya memberikan ide baru supaya nggak takut sama paku-paku. Kan selama ini paku-paku, metal kesannya rock sekali," tuturnya.

Selain Widhi, desainer yang karyanya juga menarik perhatian adalah Chossy Latu dan Ghea Panggabean. Kedua desainer ini menampilkan busana pengantin tradisional. Chossy mengangkat kain Palembang dalam rancangannya yang digabungkan dengan lace Prancis. Sedangkan Ghea mengetengahkan kebaya Peranakan Betawi. Kebaya berwarna merah marun tersebut dibordir dengan berbagai macam gambar seperti bunga, kupu-kupu dan burung.

"Bordir ini saya isi dengan simbol-simbol kebahagiaan dan keberuntungan. Saya mengombinasikan peranakan Tionghoa dengan Betawi," ujar Ghea.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads