Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

4 Hal yang Bisa Membuat Kata Cerai Terucap dari Bibir Pasangan

Eny Kartikawati - wolipop
Rabu, 26 Des 2012 08:10 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Thinkstock
Jakarta -

Saat menjalani pernikahan, pasangan manapun tentu tidak ingin berakhir dengan perpecahan. Apalagi jika dalam pernikahan tersebut sudah ada kehadiran anak. Sebisa mungkin, segala permasalahan diselesaikan dengan berkompromi.

Namun ketika konflik dan masalah terus mendera, bukan tidak mungkin kata cerai akhirnya terucap. Apa saja yang bisa menyebabkan pasangan mengucapkan kata cerai? Berikut ini empat hal yang umumnya membuat pasangan pada akhirnya memilih mengakhiri pernikahan:

1. Saat Harga Diri Terluka
Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan ego seseorang terluka, salah satunya adalah perselingkuhan. Siapapun tentunya tidak rela berbagi pasangannya dengan orang lain. Apalagi jika hal itu dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Perasaan dibohongi dan diremehkan membuat pihak yang diselingkuhi merasa sangat sakit hati.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain perselingkuhan, seseorang khususnya pria juga bisa merasa egonya terluka saat disinggung masalah ekonomi. Pria yang terus-menerus dianggap tidak pandai mencari uang oleh pasangannya, tentu merasa tidak dihargai. Bukan tidak mungkin saat rasa sakit hatinya memuncak karena terus-menerus dianggap tak bisa mencari nafkah untuk keluarga, dia memilih bercerai.

2. Ketidakadilan Pembagian Tugas Rumah Tangga
Penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Sweden's Umea University menyimpulkan bahwa pasangan yang tidak membagi urusan rumah secara sama rata bisa menimbulkan beban atau tekanan pada salah satu pihak, terutama wanita. Hasil penelitian itu didapat dari mempelajari kuesioner yang diisi oleh 723 penduduk di sebuah kota pada tahun 1981-2007.

"Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa permasalahan tidak berdasarkan tanggung jawab dalam pekerjaan rumah tangga, tapi juga memperhatikan pembagian tugas yang merata dalam hubungan pernikahan," tutur para peneliti, yang dikutip dari WebMD.

"Wanita yang tertekan adalah wanita yang kurang mendapatkan dukungan dari pasangannya. Hal itu juga terkait dengan pembagian kerja dalam rumah tangga mereka," urai Weber, seorang psikolog serta penulis buku Sex & Intimacy, yang mempunyai praktek pribadi di Washington DC, Amerika.

3. Seks
Seks bukan hanya sekadar melakukan hubungan intim untuk memuaskan hasrat biologis dan memperoleh keturunan. Seks seharusnya jadi salah satu cara untuk mepererat ikatan pernikahan. Namun banyak pasangan yang meremehkan manfaat dari aktivitas bercinta. Beberapa wanita bercinta hanya sekadar untuk memenuhi kewajibannya sebagai istri. Sedangkan beberapa pria memperlakukan istrinya ala kadarnya saja saat melakukan seks.

Berdasarkan pengalaman Ian Kerner sebagai terapis seks, ketika pasangan semakin jarang atau bahkan tidak pernah lagi bercinta, hal itu bisa membuat hubungan pernikahan retak. "Mereka akan jadi mudah marah, tidak dekat, selingkuh dan bisa saja cerai," ujar penulis buku 'She Comes First: the Thinking Man's Guide to Pleasuring a Woman' itu.

4. Komunikasi yang Buruk
Komunikasi yang terbuka adalah kunci dari pernikahan yang berhasil, namun segalanya yang berlebihan tentulah tidak baik. Kurangilah tuntutan Anda akan kebiasaan buruk suami Anda seperti menyuruhnya merapikan sepatunya ataupun menyuruhnya membantu Anda mengatasi suatu hal. Daripada terus-terusan menegur kebiasaan buruk pasangan, lebih baik Anda mulai mengoreksi kebiasaan buruk Anda sendiri. Dengan sendirinya, pasangan akan menjadi lebih berinisiatif setelah Anda tidak terus-terusan menuntutnya.

Masalah lainnya soal komunikasi adalah, jika Anda atau suami selalu menyembunyikan perasaan dan tidak pernah membicarakannya karena takut menyakiti pasangan, ini adalah tanda lain pernikahan yang sedang bermasalah. Tak pernah membicarakan perasaan masing-masing, bisa membuat satu masalah kecil menjadi pemicu pertengkaran hebat. Untuk itu, sesekali Anda harus meluangkan waktu untuk saling bercerita dengan suami agar hubungan menjadi hangat kembali.

(eny/eya)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads