Cinta Buat Wanita Ini Mau Dinikahi Kekasih yang Sakit Kanker & Sekarat
Kellie Karlina - wolipop
Rabu, 12 Des 2012 18:44 WIB
Jakarta
-
Ketika cinta sudah mempersatukan manusia, tidak ada lagi hal yang dapat menjadi penghalang berarti untuk memisahkan. Seperti Ryan Miller dan Lindsay Saunder yang memilih tetap menikah meski Ryan didiagnosa tidak bisa hidup lama karena menderita kanker langka.
Ryan, sang mempelai pria diberitahu dokter jika ia hanya memiliki waktu beberapa hari untuk hidup. Dia dan Lindsay pun memilih melangsungkan pernikahan di rumah sakit minggu lalu.
Pria 28 tahun asal Edgerton, Kansas itu sebenarnya sudah melamar kekasihnya pada 2011. Pada Agustus 2012, dokter menemukan adanya kanker yang cukup besar pada paru-paru kanannya. Berdasarkan hasil biopsi diketahui Ryan terkena Sarcoma Ewing, kanker agresif yang menyerang tulang ataupun jaringan lunak.
Penyakit kanker itu terdeteksi karena awalnya Ryan pergi ke dokter untuk mengobati infeksi pernafasan yang dialaminya. Dokter kemudian mengajurkannya melakukan CT Scan, setelah sebelumnya pemeriksaan sinar-X menemukan adanya masalah pada paru-parunya. Setelah menjalani berbagai tes, Ryan didiagnosa menderita kanker tulang. Bukan hanya kanker tulang biasa, tapi kanker langka dan menyerang jaringan halus serta bermutasi secara berbeda.
Pada 5 Desember kemarin, keluarga Ryan diberitahu kalau pria itu tidak akan bertahan hidup lama karena kemoterapi dan radiasi yang dijalaninya gagal mengontrol penyakit tersebut. Setelah pemberitahuan itulah, Ryan dan Lindsay memutuskan untuk memajukan hari pernikahan mereka.
Dalam wawancara dengan KTRK-TV, Lindsay mengatakan sebenarnya dia dan Ryan ingin menunggu hingga mereka memiliki rumah sendiri serta kondisi keuangan lebih stabil sebelum menikah. Namun hal yang tidak mereka duga terjadi.
"Ryan bilang padaku kalau dia tidak ingin meninggal tanpa menikah dulu denganku dan akupun tidak mau dia meninggal sebelum menikahiku," ujar wanita berusia 19 tahun ini.
Bagi Lindsay dan Ryan, cinta tidak seharusnya menunggu. "Jika Anda mencintai seseorang, pastikan untuk selalu bersama-sama dengan orang yang Anda sayangi apapun yang terjadi dan itulah yang kami lakukan," katanya lagi..
Pasangan ini pun menikah Rabu (6/12/2012) lalu di MD Anderson Cancer Center, Houston, Texas. Upacara pernikahan dipimpin oleh pendeta rumah sakit. Seorang suster di rumah sakit itu menyediakan veil untuk Lindsay. Apa yang dilakukan suster tersebut sempat membuat sang mempelai wanita menangis karena terharu.
Menurut ibunda Lindsay, Jodee Jenkins, semalam sebelum upacara pernikahan, keluarga dan teman-teman kedua mempelai sempat khawatir Ryan tidak sanggup melalui hari bahagianya. "Sejujurnya kami senang dan tidak menyangka, mereka dapat melakukan pernikahan mereka di rumah sakit, begitu juga ketika melihat Ryan masih cukup kuat untuk menjalaninya," ujar Jodee yang merekam pernikahan putrinya dengan iPad.
Lindsay merasa sangat bahagia kini telah menikah dengan Ryan, meski kesempatan hidup suaminya menurut dokter sangat kecil. "Hidup yang kita jalani hanyalah pada saat ini saja, dan momen tersebut begitu menakjubkan," ucapnya seperti dikutip Daily Mail.
Sekarang ini, Ryan kembali menjalani kemoterapi dengan harapan meningkatkan kesempatannya hidup. Menurut dokter, kemungkinan kemoterapi tersebut berhasil mengatasi kanker Ryan sekitar 40%. Lindsay pun berharap kemoterapi itu bisa membuat Ryan stabil hingga Februari 2013 agar suaminya bisa menjalani pengobatan baru yang telah dinyatakan berhasil dan disetujui oleh Food and Drug Administration(FDA).
Menjalani hubungan dengan penderita kanker tentu ada suka-duka yang dilalui Lindsay. Dia mengatakan ada hari di mana dia bisa melihat Ryan tersenyum. "Namun ada beberapa hari di mana kondisinya tidak begitu baik. "Hari di mana ia dapat tersenyum adalah hari yang terbaik," imbuhnya.
Keluarga Ryan saat ini mencari bantuan dana untuk membiayai pengobatan Ryan. Mereka juga membuat grup di Facebook yang dinamai Keajaiban untuk Ryan Miller.
(eny/eny)
Ryan, sang mempelai pria diberitahu dokter jika ia hanya memiliki waktu beberapa hari untuk hidup. Dia dan Lindsay pun memilih melangsungkan pernikahan di rumah sakit minggu lalu.
Pria 28 tahun asal Edgerton, Kansas itu sebenarnya sudah melamar kekasihnya pada 2011. Pada Agustus 2012, dokter menemukan adanya kanker yang cukup besar pada paru-paru kanannya. Berdasarkan hasil biopsi diketahui Ryan terkena Sarcoma Ewing, kanker agresif yang menyerang tulang ataupun jaringan lunak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada 5 Desember kemarin, keluarga Ryan diberitahu kalau pria itu tidak akan bertahan hidup lama karena kemoterapi dan radiasi yang dijalaninya gagal mengontrol penyakit tersebut. Setelah pemberitahuan itulah, Ryan dan Lindsay memutuskan untuk memajukan hari pernikahan mereka.
Dalam wawancara dengan KTRK-TV, Lindsay mengatakan sebenarnya dia dan Ryan ingin menunggu hingga mereka memiliki rumah sendiri serta kondisi keuangan lebih stabil sebelum menikah. Namun hal yang tidak mereka duga terjadi.
"Ryan bilang padaku kalau dia tidak ingin meninggal tanpa menikah dulu denganku dan akupun tidak mau dia meninggal sebelum menikahiku," ujar wanita berusia 19 tahun ini.
Bagi Lindsay dan Ryan, cinta tidak seharusnya menunggu. "Jika Anda mencintai seseorang, pastikan untuk selalu bersama-sama dengan orang yang Anda sayangi apapun yang terjadi dan itulah yang kami lakukan," katanya lagi..
Pasangan ini pun menikah Rabu (6/12/2012) lalu di MD Anderson Cancer Center, Houston, Texas. Upacara pernikahan dipimpin oleh pendeta rumah sakit. Seorang suster di rumah sakit itu menyediakan veil untuk Lindsay. Apa yang dilakukan suster tersebut sempat membuat sang mempelai wanita menangis karena terharu.
Menurut ibunda Lindsay, Jodee Jenkins, semalam sebelum upacara pernikahan, keluarga dan teman-teman kedua mempelai sempat khawatir Ryan tidak sanggup melalui hari bahagianya. "Sejujurnya kami senang dan tidak menyangka, mereka dapat melakukan pernikahan mereka di rumah sakit, begitu juga ketika melihat Ryan masih cukup kuat untuk menjalaninya," ujar Jodee yang merekam pernikahan putrinya dengan iPad.
Lindsay merasa sangat bahagia kini telah menikah dengan Ryan, meski kesempatan hidup suaminya menurut dokter sangat kecil. "Hidup yang kita jalani hanyalah pada saat ini saja, dan momen tersebut begitu menakjubkan," ucapnya seperti dikutip Daily Mail.
Sekarang ini, Ryan kembali menjalani kemoterapi dengan harapan meningkatkan kesempatannya hidup. Menurut dokter, kemungkinan kemoterapi tersebut berhasil mengatasi kanker Ryan sekitar 40%. Lindsay pun berharap kemoterapi itu bisa membuat Ryan stabil hingga Februari 2013 agar suaminya bisa menjalani pengobatan baru yang telah dinyatakan berhasil dan disetujui oleh Food and Drug Administration(FDA).
Menjalani hubungan dengan penderita kanker tentu ada suka-duka yang dilalui Lindsay. Dia mengatakan ada hari di mana dia bisa melihat Ryan tersenyum. "Namun ada beberapa hari di mana kondisinya tidak begitu baik. "Hari di mana ia dapat tersenyum adalah hari yang terbaik," imbuhnya.
Keluarga Ryan saat ini mencari bantuan dana untuk membiayai pengobatan Ryan. Mereka juga membuat grup di Facebook yang dinamai Keajaiban untuk Ryan Miller.
(eny/eny)










































