Alasan Mengapa Pasangan yang Punya Anak Lebih Bahagia
Eya Ekasari - wolipop
Rabu, 12 Sep 2012 18:32 WIB
Jakarta
-
Beberapa pasangan beranggapan bahwa hadirnya buah hati berarti bangun malam, rumah berantakan dan kurangnya waktu bercinta. Namun pada banyak kasus, anak bisa membuat kehidupan pasangan menikah jauh lebih bahagia.
Kesimpulan tersebut didapat dari hasil survei yang dilakukan oleh Your Tango dengan mengajukan pertanyaan "Setuju atau Tidak Setuju: Pasangan menikah yang tidak memiliki anak lebih bahagia dari pasangan yang punya buah hati. Hasilnya, 80 persen orang tidak setuju dengan pernyataan tersebut. Alasannya:
1. Pasangan yang punya anak memiliki imajinasi tinggi, ketimbang mereka tak tidak punya buah hati. Hal tersebut disebabkan oleh kecenderungan mereka yang seringkali mendengarkan kisah khayalan serta mimpi sang anak.
Mulai dari pagi hari hingga akan tidur, biasanya si kecil berfantasi tentang planet, dinosaurus atau berperan sebagai karakter idola. Oleh sebab itu, punya anak adalah salah satu cara tepat untuk lebih membuka wawasan, berimajinasi dan menjadi kreatif setiap saat. Ketiga hal itu jelas dapat membuat seseorang jauh lebih bahagia.
2. Pasangan yang memiliki anak cenderung lebih aktif dan tidak takut dengan kotoran. Pasangan menikah tanpa anak, mungkin bisa membeli tren mode terbaru, gadget teranyar atau mobil termahal. Namun biasanya mereka jarang mau melakukan aktifitas yang membuat kotor dan berantakan. Misalnya bermain bola di tanah berlumpur, bertanam, membangun rumah pasir, atau melakukan kegiatan outbond.
Kegiatan luar ruangan yang melibatkan kotorang memberikan kesenangan tersendiri pada si kecil dan tentunya, sang orangtua. Selain lebih sehat dan bahagia, melakukan kegiatan menyenangkan bersama anak juga membuat hubungan orangtua dengan buah hati menjadi lebih intim.
Hasil survei tersebut juga diamini oleh sebuah penelitian yang dilakukan di tiga universitas yaitu University of British Columbia, University of California dan Stanford University. Penelitian tersebut mengungkapkan, orang tua akan lebih bahagia saat mereka mengasuh anak-anaknya dibandingkan aktivitas lainnya.
"Serangkaian studi ini menunjukkan bahwa orantua bukanlah 'makhluk yang menyedihkan' seperti yang kita kira selama ini. Jika Anda menghadiri sebuah pesta makan malam yang besar, temuan kami menunjukkan bahwa orangtua yang ada di dalam ruangan itu akan sama bahagianya atau lebih bahagia daripada tamu-tamu yang tidak memiliki anak," ujar psikolog dari University of British Columbia dan peneliti dari studi ini, Prof. Elizabeth Dunn.
(eya/rma)
Kesimpulan tersebut didapat dari hasil survei yang dilakukan oleh Your Tango dengan mengajukan pertanyaan "Setuju atau Tidak Setuju: Pasangan menikah yang tidak memiliki anak lebih bahagia dari pasangan yang punya buah hati. Hasilnya, 80 persen orang tidak setuju dengan pernyataan tersebut. Alasannya:
1. Pasangan yang punya anak memiliki imajinasi tinggi, ketimbang mereka tak tidak punya buah hati. Hal tersebut disebabkan oleh kecenderungan mereka yang seringkali mendengarkan kisah khayalan serta mimpi sang anak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Pasangan yang memiliki anak cenderung lebih aktif dan tidak takut dengan kotoran. Pasangan menikah tanpa anak, mungkin bisa membeli tren mode terbaru, gadget teranyar atau mobil termahal. Namun biasanya mereka jarang mau melakukan aktifitas yang membuat kotor dan berantakan. Misalnya bermain bola di tanah berlumpur, bertanam, membangun rumah pasir, atau melakukan kegiatan outbond.
Kegiatan luar ruangan yang melibatkan kotorang memberikan kesenangan tersendiri pada si kecil dan tentunya, sang orangtua. Selain lebih sehat dan bahagia, melakukan kegiatan menyenangkan bersama anak juga membuat hubungan orangtua dengan buah hati menjadi lebih intim.
Hasil survei tersebut juga diamini oleh sebuah penelitian yang dilakukan di tiga universitas yaitu University of British Columbia, University of California dan Stanford University. Penelitian tersebut mengungkapkan, orang tua akan lebih bahagia saat mereka mengasuh anak-anaknya dibandingkan aktivitas lainnya.
"Serangkaian studi ini menunjukkan bahwa orantua bukanlah 'makhluk yang menyedihkan' seperti yang kita kira selama ini. Jika Anda menghadiri sebuah pesta makan malam yang besar, temuan kami menunjukkan bahwa orangtua yang ada di dalam ruangan itu akan sama bahagianya atau lebih bahagia daripada tamu-tamu yang tidak memiliki anak," ujar psikolog dari University of British Columbia dan peneliti dari studi ini, Prof. Elizabeth Dunn.
(eya/rma)
Perawatan dan Kecantikan
Rahasia Rambut Halus & Sehat, Duel Hair Mask Favorit dari Jepang Tsubaki vs Fino!
Elektronik & Gadget
SKMEI B58 Smartwatch, Jam Keren Serba Bisa dengan Layar AMOLED Super Jernih!
Kesehatan
3 Pilihan Madu Murni Terbaik, Sehat Alami, Manisnya Bikin Nagih!
Perawatan dan Kecantikan
Ketiak Bau & Basah Seharian? Ini Solusi Deodorant Tahan hingga 72 Jam
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
TikTok Viral Verficator
Viral! Pengantin Pria Terobos Hutan hingga Sawah Becek Demi Ijab Kabul
Viral Pengantin Pria Bawa 9 Truk Septic Tank untuk Iring-iringan Pernikahan
Aksi Ekstrem Istri di China, Nekat Gelantungan di Truk Demi Awasi Suami
Viral! 10 Tahun Cerai, Pasangan Ini Menikah Lagi Demi Wujudkan Impian Anak
TikTok Viral Verificator
Viral Tren Gen Z Nikah di KUA Tanpa Resepsi, Sorenya Langsung Healing Bareng
Most Popular
1
Beda Banget! Transformasi Shindy Samuel Usai Turun BB 104 Kg, Banjir Pujian
2
Foto Prewedding Syifa Hadju-El Rumi, Tampil Tradisional Dengan Adat Gorontalo
3
Most Pop: Momen Terakhir Noelia Castillo, Korban Pemerkosaan Pilih Eutanasia
4
Sinopsis Veil of Shadows, Drama China Terbaru Netflix dengan Cerita Misterius
5
Sinopsis Hijack 1971, Ketegangan di Udara yang Diangkat dari Kisah Nyata
MOST COMMENTED











































