Ini Caranya Agar Tidak Sering Marah-marah Pada Pasangan
wolipop
Rabu, 05 Sep 2012 07:35 WIB
Jakarta
-
Ketika merasa kesal, emosi pada pasangan bisa dengan mudah tersulut menjadi kemarahan. Kalau Anda termasuk orang yang suka marah-marah pada pasangan, sebaiknya cobalah belajar untuk menguranginya karena sebenarnya kegiatan itu hanya menguras energi.
Kebiasaan buruk pasangan lah yang biasanya membuat Anda kesal. Mulai dari kealpaannya pada kewajiban membuang sampah, menaruh pakaian kotor, tak mau membantu mengurus anak, bangun terlalu siang dan masih banyak lagi, jika memang semuanya mau dipermasalahkan.
Apakah aksi marah-marah Anda tersebut dapat mengubah kebiasaan buruk pasangan itu? Jawabannya bisa saja, tapi biasanya hanya bersifat sementara. Marah-marah tidak akan memberikan solusi jangka panjang untuk mengatasi permasalahan tersebut. Malah bisa jadi semakin Anda marah-marah, suami akan makin malas dan menghindari Anda.
Seperti dikutip dari About, ada beberapa penjelasan kenapa marah-marah tidak akan menyelesaikan masalah ketika Anda dan suami bertengkar:
1. Meskipun Anda marah karena mengeluhkan hal yang benar, apa yang Anda lakukan itu justru membuat suami sebal.
2. Aksi marah-marah Anda hanya akan membuat suami menjadi lebih defensif.
3. Marah-marah membuat Anda seolah-olah berada dalam posisi sebagai orangtua, sedangkan suami adalah anak yang sedang dimarahi. Tentunya ini tidak sehat untuk kehidupan pernikahan.
4. Saat dimarahi, pasangan merasa dirinya diserang secara pribadi.
5. Marah-marah dapat membuat suami merasa harga dirinya dilecehkan.
Setelah menyadari kalau marah-marah hanyalah sebuah kegiatan yang menguras energi tanpa solusi, kini yang perlu Anda lakukan adalah mencoba mengurangi aktivitas tersebut. Bagaimana caranya?
1. Cobalah untuk tidak langsung menyalahkan pasangan.
2. Jangan merendahkan harga diri pasangan.
3. Jangan menyerang pasangan.
4. Jangan memanipulasi kesalahan pasangan.
5. Hindari membuat pasangan merasa dirinya bodoh.
6. Jangan langsung cepat menyerah, kemdian marah-marah dan melakukan tugas rumah tangga yang seharusnya dilakukan pasangan. Biarkan pasangan menyadari konsekuensinya atas keteledorannya sendiri.
Ketimbang marah-marah, Anda juga bisa mencoba pendekatan yang lebih positif ketika pasangan melakukan hal yang kurang menyenangkan dan membuat Anda emosi. Apa saja?
1. Anda bisa berkomunikasi, mengungkapkan kondisi yang terjadi.
2. Ketika mengobrol, jangan merembet ke masalah yang lain. Fokus pada masalah yang memang membuat Anda emosi saat itu.
3. Jangan bertele-tele sehingga terkesan Anda sedang menceramahinya ketika mengajak pasangan diskusi.
4. Hindari memberikan ultimatum atau ancaman. Sebaiknya juga hindari kalimat seperti 'kamu selalu', 'kamu tidak pernah' dan 'kamu seharusnya'. Gunakan kalimat yang lebih positif misalnya 'maukah kamu' atau bisakah kamu'.
5. Berikan contoh yang benar misalnya dengan selalu menaruh pakaian kotor di tempatnya, makan sehat, olahraga, dan lain-lain.
6. Bicarakan dengan pasangan apa solusi terbaik agar permasalahan serupa tidak terjadi lagi. Misalnya kalau pasangan selalu lupa mengerjakan tugas rumah tangga, apakah sebaiknya mempekerjakan pembantu atau tidak.
7. Ketika pasangan sudah menunjukkan perubahan, berikan apresiasi.
(eny/eny)
Kebiasaan buruk pasangan lah yang biasanya membuat Anda kesal. Mulai dari kealpaannya pada kewajiban membuang sampah, menaruh pakaian kotor, tak mau membantu mengurus anak, bangun terlalu siang dan masih banyak lagi, jika memang semuanya mau dipermasalahkan.
Apakah aksi marah-marah Anda tersebut dapat mengubah kebiasaan buruk pasangan itu? Jawabannya bisa saja, tapi biasanya hanya bersifat sementara. Marah-marah tidak akan memberikan solusi jangka panjang untuk mengatasi permasalahan tersebut. Malah bisa jadi semakin Anda marah-marah, suami akan makin malas dan menghindari Anda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Meskipun Anda marah karena mengeluhkan hal yang benar, apa yang Anda lakukan itu justru membuat suami sebal.
2. Aksi marah-marah Anda hanya akan membuat suami menjadi lebih defensif.
3. Marah-marah membuat Anda seolah-olah berada dalam posisi sebagai orangtua, sedangkan suami adalah anak yang sedang dimarahi. Tentunya ini tidak sehat untuk kehidupan pernikahan.
4. Saat dimarahi, pasangan merasa dirinya diserang secara pribadi.
5. Marah-marah dapat membuat suami merasa harga dirinya dilecehkan.
Setelah menyadari kalau marah-marah hanyalah sebuah kegiatan yang menguras energi tanpa solusi, kini yang perlu Anda lakukan adalah mencoba mengurangi aktivitas tersebut. Bagaimana caranya?
1. Cobalah untuk tidak langsung menyalahkan pasangan.
2. Jangan merendahkan harga diri pasangan.
3. Jangan menyerang pasangan.
4. Jangan memanipulasi kesalahan pasangan.
5. Hindari membuat pasangan merasa dirinya bodoh.
6. Jangan langsung cepat menyerah, kemdian marah-marah dan melakukan tugas rumah tangga yang seharusnya dilakukan pasangan. Biarkan pasangan menyadari konsekuensinya atas keteledorannya sendiri.
Ketimbang marah-marah, Anda juga bisa mencoba pendekatan yang lebih positif ketika pasangan melakukan hal yang kurang menyenangkan dan membuat Anda emosi. Apa saja?
1. Anda bisa berkomunikasi, mengungkapkan kondisi yang terjadi.
2. Ketika mengobrol, jangan merembet ke masalah yang lain. Fokus pada masalah yang memang membuat Anda emosi saat itu.
3. Jangan bertele-tele sehingga terkesan Anda sedang menceramahinya ketika mengajak pasangan diskusi.
4. Hindari memberikan ultimatum atau ancaman. Sebaiknya juga hindari kalimat seperti 'kamu selalu', 'kamu tidak pernah' dan 'kamu seharusnya'. Gunakan kalimat yang lebih positif misalnya 'maukah kamu' atau bisakah kamu'.
5. Berikan contoh yang benar misalnya dengan selalu menaruh pakaian kotor di tempatnya, makan sehat, olahraga, dan lain-lain.
6. Bicarakan dengan pasangan apa solusi terbaik agar permasalahan serupa tidak terjadi lagi. Misalnya kalau pasangan selalu lupa mengerjakan tugas rumah tangga, apakah sebaiknya mempekerjakan pembantu atau tidak.
7. Ketika pasangan sudah menunjukkan perubahan, berikan apresiasi.
(eny/eny)
Elektronik & Gadget
Rekomendasi Mouse Wireless Murah 2026 untuk Kerja & Kuliah, Nyaman dan Tahan Lama
Home & Living
Tips Menu Sahur & Berbuka Tetap Fresh dengan Food Container Kedap Udara dan Anti Tumpah
Perawatan dan Kecantikan
Makeup Tahan Seharian di Bulan Ramadan dengan Setting Spray Andalan yang Wajib Dicoba!
Perawatan dan Kecantikan
Rambut Tetap Sehat & Berkilau di Bulan Ramadan dengan Hair Mask Best Seller dari Jepang!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Direstui Keluarga, Viral Pernikahan Wanita Dengan 2 Pria Sekaligus
Viral Verificator
Viral Cerita Pria di Sragen Menikahi Mantan Gurunya Saat SMK, Beda 23 Tahun
Viral Verificator
Viral Souvenir Pernikahan 'Kalcer' Pakai Sayur Hidroponik Tanam Sendiri
Pasangan Artis China Batal Nikah, Calon Istri Ogah Belajar Bahasa Inggris
TikTok Viral Verificator
Viral Pernikahan Beda Usia 40 Tahun, Reaksi Pengantin Wanita Disorot
Most Popular
1
Direstui Keluarga, Viral Pernikahan Wanita Dengan 2 Pria Sekaligus
2
Kabar Zendaya Sudah Menikah dengan Tom Holland Viral, Ini Respons Sang Ibu
3
Viral Wanita Tabrak Anak Kecil di 'Shibuya Crossing', Netizen Ungkap Sosoknya
4
Gaya Boyfriend Material Jungkook BTS, Pamer Sixpack di Iklan Calvin Klein
5
Antara Underground dan Glamor, Strategi Demna Selamatkan Gucci
MOST COMMENTED











































