8 Hal yang Perlu Diketahui Tentang Tahun Pertama Pernikahan
Eny Kartikawati - wolipop
Rabu, 29 Agu 2012 07:43 WIB
Jakarta
-
Tahun pertama pernikahan bisa jadi masa-masa yang indah atau sebaliknya. Semua tergantung bagaimana Anda dan pasangan melaluinya.
Beberapa pasangan terkadang terlalu fokus pada persiapan pernikahan, sehingga mereka lupa untuk memikirkan seperti apa kehidupan setelah resmi menjadi suami-istri. Inilah yang bisa membuat tahun pertama pernikahan menjadi sulit untuk dilalui.
Untuk sebagian orang, masa pernikahan dan pacaran bisa sangat berbeda. Tak jarang perbedaan ini ditemukan di masa-masa awal pernikahan. Seperti dikutip dari Brides, agar tidak salah langkah, inilah delapan hal yang sebaiknya diketahui tentang tahun pertama pernikahan:
1. Belum terbiasa dengan nama panggilan baru
Selama ini Anda lebih sering menyebut si dia sebagai 'pacar' atau 'tunangan', setelah menikah tentunya panggilan untuknya berubah menjadi 'suami'. Di tahun pertama pernikahan kata 'suami' ini masih terasa aneh untuk Anda. Bisa jadi dalam beberapa kesempatan Anda masih salah menyebut suami sebagai tunangan atau pacar.
2. Mudah lupa
Beberapa minggu sebelumnya otak Anda dipenuhi berbagai pikiran tentang persiapan pesta pernikahan. Kini setelah pesta usai, tak sedikit wanita merasa sedikit tersesat. Ada beberapa yang mengalami post-party depression atau depresi setelah pesta pernikahan usai. Ketika hal ini terjadi, Anda bisa jadi mudah lupa. Untungnya proses ini tidak lama.
3. Siap menjawab pertanyaan 'sudah hamil belum?'
Baru saja menikah, siap-siap menjawab pertanyaan dari saudara, teman atau kerabat soal kehamilan. Kalau Anda malas menjawabnya, cukup berikan jawaban sederhana, belum dan pergi dari orang yang memberikan pertanyaan itu. Tapi kalau memang Anda tidak keberatan untuk menjawab dengan jelas, katakan saja yang sebenarnya misalnya kalau Anda memang menunda dan memakai alat kontrasepsi. Yang perlu diingat, jangan merasa terpaksa atau harus segera punya anak hanya karena omongan orang lain. Urusan anak adalah tergantung bagaimana kesiapan Anda dan pasangan.
4. Sering bertengkar dan berbaikan
Setelah menikah, percayalah, ada saja hal yang bisa jadi penyebab Anda dan pasangan bertengkar. Mulai dari kebiasaan pasangan meninggalkan baju kotornya sembarangan, situasi rumah yang berantakan saat dia pulang kerja atau cara tidur suami yang suka mengorok, dan lain-lain. Biasanya semua hal itu bisa menyebabkan pertengkaran kecil dan Anda akan dengan cepat berbaikan. Proses pertengkaran dan berbaikan ini akan semakin memperkuat ikatan antara Anda dan suami.
5. Hubungan dengan mertua
Setelah menikah, orangtua suami atau mertua kini juga jadi orangtua Anda. Jadi persiapkan diri untuk membina hubungan sebaik mungkin dengannya, termasuk jika mertua kerap membuat Anda 'gila' dengan segala tindakannya. Tetap tunjukkan cinta dan penghargaan, namun jangan lupa tunjukkan batasan sampai sejauh mana dia bisa ikut campur dalam urusan rumah tangga Anda.
6. Rindu rumah
Bagi Anda yang setelah menikah langsung tinggal berdua dengan suami atau hidup bersama mertua, sudah pasti rasa rindu pada rumah atau ibu akan datang. Anda akan merindukan hari-hari bersama keluarga tersayang. Apalagi jika sebelumnya segala sesuatu kebutuhan Anda dipersiapkan oleh ibu.
7. Jadi lebih terbiasa pada seks
Sebem menikah, seks jadi hal yang cukup aneh atau mungkin menakutkan untuk Anda. Seiring berjalannya waktu, setelah resmi menjadi suami-istri, kegiatan intim tersebut malah jadi hal yang dengan senang hati dilakukan. Namun ketika masa bulan madu sudah lewat, Anda akan lebih terbiasa pada seks. Anda mulai memahami seperti apa keinginan dan kebiasaan pasangan.
8. Menemukan kebiasaan pasangan yang sebelumnya tidak disadari
Sebelum menikah, Anda dan pasangan merasa sudah saling memahami kebaikan dan keburukan masing-masing. Yakin? Karena setelah menikah, Anda bisa saja menemukan banyak hal baru dari pasangan. Kebiasaan pasangan ini bisa jadi membuat Anda sangat sebal dan ingin mengomelinya. Misalnya saja bagaimana dia begitu sering menaruh pakaian kotor sembarangan, lupa menutup tutup pasta gigi, menaruh botol minuman yang sudah kosong di dalam kulkas, dan lain-lain. Tapi tentunya yang perlu Anda ingat, jangan hanya karena kebiasaan buruknya ini Anda jadi marah-marah terus-menerus padanya. Pernikahan itu adalah bagaimana Anda bersedia saling mencintai, berkompromi dan membicarakan semua masalah untuk menemukan solusi terbaik.
(eny/kik)
Beberapa pasangan terkadang terlalu fokus pada persiapan pernikahan, sehingga mereka lupa untuk memikirkan seperti apa kehidupan setelah resmi menjadi suami-istri. Inilah yang bisa membuat tahun pertama pernikahan menjadi sulit untuk dilalui.
Untuk sebagian orang, masa pernikahan dan pacaran bisa sangat berbeda. Tak jarang perbedaan ini ditemukan di masa-masa awal pernikahan. Seperti dikutip dari Brides, agar tidak salah langkah, inilah delapan hal yang sebaiknya diketahui tentang tahun pertama pernikahan:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama ini Anda lebih sering menyebut si dia sebagai 'pacar' atau 'tunangan', setelah menikah tentunya panggilan untuknya berubah menjadi 'suami'. Di tahun pertama pernikahan kata 'suami' ini masih terasa aneh untuk Anda. Bisa jadi dalam beberapa kesempatan Anda masih salah menyebut suami sebagai tunangan atau pacar.
2. Mudah lupa
Beberapa minggu sebelumnya otak Anda dipenuhi berbagai pikiran tentang persiapan pesta pernikahan. Kini setelah pesta usai, tak sedikit wanita merasa sedikit tersesat. Ada beberapa yang mengalami post-party depression atau depresi setelah pesta pernikahan usai. Ketika hal ini terjadi, Anda bisa jadi mudah lupa. Untungnya proses ini tidak lama.
3. Siap menjawab pertanyaan 'sudah hamil belum?'
Baru saja menikah, siap-siap menjawab pertanyaan dari saudara, teman atau kerabat soal kehamilan. Kalau Anda malas menjawabnya, cukup berikan jawaban sederhana, belum dan pergi dari orang yang memberikan pertanyaan itu. Tapi kalau memang Anda tidak keberatan untuk menjawab dengan jelas, katakan saja yang sebenarnya misalnya kalau Anda memang menunda dan memakai alat kontrasepsi. Yang perlu diingat, jangan merasa terpaksa atau harus segera punya anak hanya karena omongan orang lain. Urusan anak adalah tergantung bagaimana kesiapan Anda dan pasangan.
4. Sering bertengkar dan berbaikan
Setelah menikah, percayalah, ada saja hal yang bisa jadi penyebab Anda dan pasangan bertengkar. Mulai dari kebiasaan pasangan meninggalkan baju kotornya sembarangan, situasi rumah yang berantakan saat dia pulang kerja atau cara tidur suami yang suka mengorok, dan lain-lain. Biasanya semua hal itu bisa menyebabkan pertengkaran kecil dan Anda akan dengan cepat berbaikan. Proses pertengkaran dan berbaikan ini akan semakin memperkuat ikatan antara Anda dan suami.
5. Hubungan dengan mertua
Setelah menikah, orangtua suami atau mertua kini juga jadi orangtua Anda. Jadi persiapkan diri untuk membina hubungan sebaik mungkin dengannya, termasuk jika mertua kerap membuat Anda 'gila' dengan segala tindakannya. Tetap tunjukkan cinta dan penghargaan, namun jangan lupa tunjukkan batasan sampai sejauh mana dia bisa ikut campur dalam urusan rumah tangga Anda.
6. Rindu rumah
Bagi Anda yang setelah menikah langsung tinggal berdua dengan suami atau hidup bersama mertua, sudah pasti rasa rindu pada rumah atau ibu akan datang. Anda akan merindukan hari-hari bersama keluarga tersayang. Apalagi jika sebelumnya segala sesuatu kebutuhan Anda dipersiapkan oleh ibu.
7. Jadi lebih terbiasa pada seks
Sebem menikah, seks jadi hal yang cukup aneh atau mungkin menakutkan untuk Anda. Seiring berjalannya waktu, setelah resmi menjadi suami-istri, kegiatan intim tersebut malah jadi hal yang dengan senang hati dilakukan. Namun ketika masa bulan madu sudah lewat, Anda akan lebih terbiasa pada seks. Anda mulai memahami seperti apa keinginan dan kebiasaan pasangan.
8. Menemukan kebiasaan pasangan yang sebelumnya tidak disadari
Sebelum menikah, Anda dan pasangan merasa sudah saling memahami kebaikan dan keburukan masing-masing. Yakin? Karena setelah menikah, Anda bisa saja menemukan banyak hal baru dari pasangan. Kebiasaan pasangan ini bisa jadi membuat Anda sangat sebal dan ingin mengomelinya. Misalnya saja bagaimana dia begitu sering menaruh pakaian kotor sembarangan, lupa menutup tutup pasta gigi, menaruh botol minuman yang sudah kosong di dalam kulkas, dan lain-lain. Tapi tentunya yang perlu Anda ingat, jangan hanya karena kebiasaan buruknya ini Anda jadi marah-marah terus-menerus padanya. Pernikahan itu adalah bagaimana Anda bersedia saling mencintai, berkompromi dan membicarakan semua masalah untuk menemukan solusi terbaik.
(eny/kik)
Perawatan dan Kecantikan
Bedak Sering Nempel Nggak Rata? Coba Ganti Puff Kamu Ke Pilihan Produk Ini
Pakaian Pria
Nggak Zaman Pakai Celana Ketat! Celana Wide Pants Jadi Andalan Cowok Indonesia Biar Tetap Santai Tapi Keren
Perawatan dan Kecantikan
Kulit Kusam & Belang? 2 Body Scrub Ini Bisa Bikin Kulit Auto Cerah, Halus, dan Wangi Seharian!
Hobi dan Mainan
Biar Nggak Salah Nada Lagi! 3 Capo Gitar Ini Jadi Solusi Gitaris Pemula
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Viral! 10 Tahun Cerai, Pasangan Ini Menikah Lagi Demi Wujudkan Impian Anak
TikTok Viral Verificator
Viral Tren Gen Z Nikah di KUA Tanpa Resepsi, Sorenya Langsung Healing Bareng
TikTok Viral Verificator
Viral Tradisi Adat Unik, Pengantin Diarak Keliling Kampung Naik Burung Raksasa
Viral Heboh Kebun Binatang Mini di Pernikahan, Tamu Bisa Foto Bareng Hewan
Viral Kisah Pilu Pengantin Baru: Istri Hilang Ingatan Setelah 3 Bulan Menikah
Most Popular
1
Pesona Tian Xiwei di Drama China Where the Mask Ends, Visualnya Memukau
2
Potret Olla Ramlan Olahraga Aerial Hoop, Pakai Busana Backless Serba Hitam
3
Potret Pernikahan Keturunan Konfusius ke-46 dengan Sosialita yang Jadi Sorotan
4
Viral Cucu Eks Presiden Korsel Bongkar Skandal Keluarga Lewat Webtoon Domba
5
Viral Aktris Thailand Ngaku Dilecehkan Petugas Medis Saat Sesak Napas
MOST COMMENTED











































