8 Hal yang Perlu Diketahui Tentang Tahun Pertama Pernikahan
wolipop
Rabu, 29 Agu 2012 07:36 WIB
Jakarta
-
Tahun pertama pernikahan bisa jadi masa-masa yang indah atau sebaliknya. Semua tergantung bagaimana Anda dan pasangan melaluinya.
Beberapa pasangan terkadang terlalu fokus pada persiapan pernikahan, sehingga mereka lupa untuk memikirkan seperti apa kehidupan setelah resmi menjadi suami-istri. Inilah yang bisa membuat tahun pertama pernikahan menjadi sulit untuk dilalui.
Untuk sebagian orang, masa pernikahan dan pacaran bisa sangat berbeda. Tak jarang perbedaan ini ditemukan di masa-masa awal pernikahan. Seperti dikutip dari Brides, agar tidak salah langkah, inilah delapan hal yang sebaiknya diketahui tentang tahun pertama pernikahan:
1. Belum terbiasa dengan nama panggilan baru
Selama ini Anda lebih sering menyebut si dia sebagai 'pacar' atau 'tunangan', setelah menikah tentunya panggilan untuknya berubah menjadi 'suami'. Di tahun pertama pernikahan kata 'suami' ini masih terasa aneh untuk Anda. Bisa jadi dalam beberapa kesempatan Anda masih salah menyebut suami sebagai tunangan atau pacar.
2. Mudah lupa
Beberapa minggu sebelumnya otak Anda dipenuhi berbagai pikiran tentang persiapan pesta pernikahan. Kini setelah pesta usai, tak sedikit wanita merasa sedikit tersesat. Ada beberapa yang mengalami post-party depression atau depresi setelah pesta pernikahan usai. Ketika hal ini terjadi, Anda bisa jadi mudah lupa. Untungnya proses ini tidak lama.
3. Siap menjawab pertanyaan 'sudah hamil belum?'
Baru saja menikah, siap-siap menjawab pertanyaan dari saudara, teman atau kerabat soal kehamilan. Kalau Anda malas menjawabnya, cukup berikan jawaban sederhana, belum dan pergi dari orang yang memberikan pertanyaan itu. Tapi kalau memang Anda tidak keberatan untuk menjawab dengan jelas, katakan saja yang sebenarnya misalnya kalau Anda memang menunda dan memakai alat kontrasepsi. Yang perlu diingat, jangan merasa terpaksa atau harus segera punya anak hanya karena omongan orang lain. Urusan anak adalah tergantung bagaimana kesiapan Anda dan pasangan.
4. Sering bertengkar dan berbaikan
Setelah menikah, percayalah, ada saja hal yang bisa jadi penyebab Anda dan pasangan bertengkar. Mulai dari kebiasaan pasangan meninggalkan baju kotornya sembarangan, situasi rumah yang berantakan saat dia pulang kerja atau cara tidur suami yang suka mengorok, dan lain-lain. Biasanya semua hal itu bisa menyebabkan pertengkaran kecil dan Anda akan dengan cepat berbaikan. Proses pertengkaran dan berbaikan ini akan semakin memperkuat ikatan antara Anda dan suami.
5. Hubungan dengan mertua
Setelah menikah, orangtua suami atau mertua kini juga jadi orangtua Anda. Jadi persiapkan diri untuk membina hubungan sebaik mungkin dengannya, termasuk jika mertua kerap membuat Anda 'gila' dengan segala tindakannya. Tetap tunjukkan cinta dan penghargaan, namun jangan lupa tunjukkan batasan sampai sejauh mana dia bisa ikut campur dalam urusan rumah tangga Anda.
6. Rindu rumah
Bagi Anda yang setelah menikah langsung tinggal berdua dengan suami atau hidup bersama mertua, sudah pasti rasa rindu pada rumah atau ibu akan datang. Anda akan merindukan hari-hari bersama keluarga tersayang. Apalagi jika sebelumnya segala sesuatu kebutuhan Anda dipersiapkan oleh ibu.
7. Jadi lebih terbiasa pada seks
Sebem menikah, seks jadi hal yang cukup aneh atau mungkin menakutkan untuk Anda. Seiring berjalannya waktu, setelah resmi menjadi suami-istri, kegiatan intim tersebut malah jadi hal yang dengan senang hati dilakukan. Namun ketika masa bulan madu sudah lewat, Anda akan lebih terbiasa pada seks. Anda mulai memahami seperti apa keinginan dan kebiasaan pasangan.
8. Menemukan kebiasaan pasangan yang sebelumnya tidak disadari
Sebelum menikah, Anda dan pasangan merasa sudah saling memahami kebaikan dan keburukan masing-masing. Yakin? Karena setelah menikah, Anda bisa saja menemukan banyak hal baru dari pasangan. Kebiasaan pasangan ini bisa jadi membuat Anda sangat sebal dan ingin mengomelinya. Misalnya saja bagaimana dia begitu sering menaruh pakaian kotor sembarangan, lupa menutup tutup pasta gigi, menaruh botol minuman yang sudah kosong di dalam kulkas, dan lain-lain. Tapi tentunya yang perlu Anda ingat, jangan hanya karena kebiasaan buruknya ini Anda jadi marah-marah terus-menerus padanya. Pernikahan itu adalah bagaimana Anda bersedia saling mencintai, berkompromi dan membicarakan semua masalah untuk menemukan solusi terbaik.
(eny/kik)
Beberapa pasangan terkadang terlalu fokus pada persiapan pernikahan, sehingga mereka lupa untuk memikirkan seperti apa kehidupan setelah resmi menjadi suami-istri. Inilah yang bisa membuat tahun pertama pernikahan menjadi sulit untuk dilalui.
Untuk sebagian orang, masa pernikahan dan pacaran bisa sangat berbeda. Tak jarang perbedaan ini ditemukan di masa-masa awal pernikahan. Seperti dikutip dari Brides, agar tidak salah langkah, inilah delapan hal yang sebaiknya diketahui tentang tahun pertama pernikahan:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama ini Anda lebih sering menyebut si dia sebagai 'pacar' atau 'tunangan', setelah menikah tentunya panggilan untuknya berubah menjadi 'suami'. Di tahun pertama pernikahan kata 'suami' ini masih terasa aneh untuk Anda. Bisa jadi dalam beberapa kesempatan Anda masih salah menyebut suami sebagai tunangan atau pacar.
2. Mudah lupa
Beberapa minggu sebelumnya otak Anda dipenuhi berbagai pikiran tentang persiapan pesta pernikahan. Kini setelah pesta usai, tak sedikit wanita merasa sedikit tersesat. Ada beberapa yang mengalami post-party depression atau depresi setelah pesta pernikahan usai. Ketika hal ini terjadi, Anda bisa jadi mudah lupa. Untungnya proses ini tidak lama.
3. Siap menjawab pertanyaan 'sudah hamil belum?'
Baru saja menikah, siap-siap menjawab pertanyaan dari saudara, teman atau kerabat soal kehamilan. Kalau Anda malas menjawabnya, cukup berikan jawaban sederhana, belum dan pergi dari orang yang memberikan pertanyaan itu. Tapi kalau memang Anda tidak keberatan untuk menjawab dengan jelas, katakan saja yang sebenarnya misalnya kalau Anda memang menunda dan memakai alat kontrasepsi. Yang perlu diingat, jangan merasa terpaksa atau harus segera punya anak hanya karena omongan orang lain. Urusan anak adalah tergantung bagaimana kesiapan Anda dan pasangan.
4. Sering bertengkar dan berbaikan
Setelah menikah, percayalah, ada saja hal yang bisa jadi penyebab Anda dan pasangan bertengkar. Mulai dari kebiasaan pasangan meninggalkan baju kotornya sembarangan, situasi rumah yang berantakan saat dia pulang kerja atau cara tidur suami yang suka mengorok, dan lain-lain. Biasanya semua hal itu bisa menyebabkan pertengkaran kecil dan Anda akan dengan cepat berbaikan. Proses pertengkaran dan berbaikan ini akan semakin memperkuat ikatan antara Anda dan suami.
5. Hubungan dengan mertua
Setelah menikah, orangtua suami atau mertua kini juga jadi orangtua Anda. Jadi persiapkan diri untuk membina hubungan sebaik mungkin dengannya, termasuk jika mertua kerap membuat Anda 'gila' dengan segala tindakannya. Tetap tunjukkan cinta dan penghargaan, namun jangan lupa tunjukkan batasan sampai sejauh mana dia bisa ikut campur dalam urusan rumah tangga Anda.
6. Rindu rumah
Bagi Anda yang setelah menikah langsung tinggal berdua dengan suami atau hidup bersama mertua, sudah pasti rasa rindu pada rumah atau ibu akan datang. Anda akan merindukan hari-hari bersama keluarga tersayang. Apalagi jika sebelumnya segala sesuatu kebutuhan Anda dipersiapkan oleh ibu.
7. Jadi lebih terbiasa pada seks
Sebem menikah, seks jadi hal yang cukup aneh atau mungkin menakutkan untuk Anda. Seiring berjalannya waktu, setelah resmi menjadi suami-istri, kegiatan intim tersebut malah jadi hal yang dengan senang hati dilakukan. Namun ketika masa bulan madu sudah lewat, Anda akan lebih terbiasa pada seks. Anda mulai memahami seperti apa keinginan dan kebiasaan pasangan.
8. Menemukan kebiasaan pasangan yang sebelumnya tidak disadari
Sebelum menikah, Anda dan pasangan merasa sudah saling memahami kebaikan dan keburukan masing-masing. Yakin? Karena setelah menikah, Anda bisa saja menemukan banyak hal baru dari pasangan. Kebiasaan pasangan ini bisa jadi membuat Anda sangat sebal dan ingin mengomelinya. Misalnya saja bagaimana dia begitu sering menaruh pakaian kotor sembarangan, lupa menutup tutup pasta gigi, menaruh botol minuman yang sudah kosong di dalam kulkas, dan lain-lain. Tapi tentunya yang perlu Anda ingat, jangan hanya karena kebiasaan buruknya ini Anda jadi marah-marah terus-menerus padanya. Pernikahan itu adalah bagaimana Anda bersedia saling mencintai, berkompromi dan membicarakan semua masalah untuk menemukan solusi terbaik.
(eny/kik)
Home & Living
Inspirasi Furnitur Kamar Minimalis dan Elegan, Bikin Suasana Kamar jadi Lebih Hidup
Pakaian Wanita
Inspirasi Outfit Clean Girl Simpel tapi Chic, 5 Item Wajib Ada di Wardrobe Kamu!
Elektronik & Gadget
Suara Lebih Jernih dengan MISENI Q8 Mic Kecil Jepit Clip on yang Wajib Dimiliki Content Creator!
Elektronik & Gadget
Review Anker Nano 10.000mAh 45W Powerbank Canggih Beda dari yang Lain!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
The Real Cinta Sejati, Kisah Kakek 82 Tahun Tempuh 12 Jam Demi Istri di ICU
Kisah Pengusaha Nikahi Pria 30 Tahun Lebih Muda, Disebut Beri Mahar Rp 112 M
Istri Urus Suami yang Lumpuh Bareng Kekasih Baru, Tuai Pro Kontra
Kisah Pengantin Gagal Senyum Usai Botox Jelang Nikah
Tahu Diselingkuhi, Istri Malah Tawarkan Untuk 'Sewa Suami' ke Selingkuhan
Most Popular
1
Viral Cowok di Tangan Cewek yang Tepat, Transformasinya Bikin Pangling
2
Potret Penyanyi Viral Pamer 'Vakum Perut' Saat Konser, Awet Muda di Usia 44
3
Ramalan Zodiak 30 Maret: Gemini Dilanda Kekhawatiran, Taurus Jangan Panik
4
Robert Pattinson Diduga Sindir Kristen Stewart Saat Bahas Zodiak 'Red Flag'
5
Ramalan Zodiak 30 Maret: Pisces Ada yang Iri, Capricorn Waspada
MOST COMMENTED











































