Peplum & Material Transparan, Tren Busana Pengantin 2012
wolipop
Sabtu, 07 Apr 2012 11:05 WIB
Jakarta
-
Peplum menjadi salah satu highlight di tren busana dunia saat ini. Busana dengan 'kelopak' pada bagian pinggang itu pun turut memengaruhi tren busana pernikahan musim ini.
Seperti dalam fashion show di acara Bazaar Bridal Week 2012, Jumat (6/04/2012), dua perancang Sapto Djojokartiko dan Deden Siswanto kompak menghadirkan peplum dalam koleksi busana pengantin terbaru mereka. Peplum dan menerawang, menjadi benang merah rancangan mereka yang ditampilkan di The Ritz-Carlton, Pacific Place, Sudirman, Jakarta.
Peragaan di hari kedua Bazaar Bridal Week 2012 dibuka oleh 30 set busana karya Sapto Djojokartiko. Pekerjaan tangan yang rumit menjadi daya tarik koleksinya kali ini. Banyak permainan tekstur seperti laser cut, beludru,crochet, bordir, sulam maupun korsase.
Nuansa elegan, mewah serta romantis tidak datang dari banyak payet dan manik-manik. Tapi terlihat dari detail yang penuh di bagian atas hingga torso. Sementara bagian bawah, menunjukkan sisi sensual sang pengantin wanita dengan material transparan. Gaun yang menerawang memang kurang umum untuk busana pengantin, namun Sapto punya alasan tersendiri.
"Koleksi ini saya ciptakan untuk wanita modern yang tahu apa yang dia mau. Saat ini, banyak wanita yang aware dengan perawatan tubuh. Ada sisi narsis untuk menunjukkan usaha mereka agar kulitnya cantik dan indah. Mereka ingin tonjolkan keindahan fisik lewat busana yang transparan," jelas Sapto kepada wolipop usai peragaan.
Soal penggunaan peplum, Sapto mengaku seorang desainer memang harus selalu mengikuti tren agar rancangannya terlihat modern. "Saya update tren peplum yang destruktif agar lebih modern. Klasik, tapi intricate," tuturnya.
Sementara pada koleksi Deden Siswanto, peragaan terbagi menjadi lima sekuen. Pertama menampilkan koleksi kebaya putih modifikasi peplum dengan material transparan serta kain bermodel lipit di tengah (wiron) berbahan taffeta dan satin. Kemudian dilanjutkan dengan kebaya modern dari bahan lace dengan warna-warna yang lebih beragam seperti abu-abu, dusty pink dan hijau pupus.
Sekuen ketiga, hadir busana pengantin ala Keraton Jawa berupa kebaya dari bahan beludru dengan ornamen logam dan bordiran emas. Uniknya, kebaya dipadankan dengan bawahan kain transparan sehingga rancangan terlihat unik dan kontemporer.
Peragaan dilanjutkan dengan gaun modifikasi sari India yang juga masih menghadirkan peplum dan material transparan. Hal yang sama juga diterapkan pada koleksi gaun kerah cheongsam serta dua busana berpotongan struktural dengan elemen logam berbentuk daun sebagai penutup peragaan.
(hst/rma)
Seperti dalam fashion show di acara Bazaar Bridal Week 2012, Jumat (6/04/2012), dua perancang Sapto Djojokartiko dan Deden Siswanto kompak menghadirkan peplum dalam koleksi busana pengantin terbaru mereka. Peplum dan menerawang, menjadi benang merah rancangan mereka yang ditampilkan di The Ritz-Carlton, Pacific Place, Sudirman, Jakarta.
Peragaan di hari kedua Bazaar Bridal Week 2012 dibuka oleh 30 set busana karya Sapto Djojokartiko. Pekerjaan tangan yang rumit menjadi daya tarik koleksinya kali ini. Banyak permainan tekstur seperti laser cut, beludru,crochet, bordir, sulam maupun korsase.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Koleksi ini saya ciptakan untuk wanita modern yang tahu apa yang dia mau. Saat ini, banyak wanita yang aware dengan perawatan tubuh. Ada sisi narsis untuk menunjukkan usaha mereka agar kulitnya cantik dan indah. Mereka ingin tonjolkan keindahan fisik lewat busana yang transparan," jelas Sapto kepada wolipop usai peragaan.
Soal penggunaan peplum, Sapto mengaku seorang desainer memang harus selalu mengikuti tren agar rancangannya terlihat modern. "Saya update tren peplum yang destruktif agar lebih modern. Klasik, tapi intricate," tuturnya.
Sementara pada koleksi Deden Siswanto, peragaan terbagi menjadi lima sekuen. Pertama menampilkan koleksi kebaya putih modifikasi peplum dengan material transparan serta kain bermodel lipit di tengah (wiron) berbahan taffeta dan satin. Kemudian dilanjutkan dengan kebaya modern dari bahan lace dengan warna-warna yang lebih beragam seperti abu-abu, dusty pink dan hijau pupus.
Sekuen ketiga, hadir busana pengantin ala Keraton Jawa berupa kebaya dari bahan beludru dengan ornamen logam dan bordiran emas. Uniknya, kebaya dipadankan dengan bawahan kain transparan sehingga rancangan terlihat unik dan kontemporer.
Peragaan dilanjutkan dengan gaun modifikasi sari India yang juga masih menghadirkan peplum dan material transparan. Hal yang sama juga diterapkan pada koleksi gaun kerah cheongsam serta dua busana berpotongan struktural dengan elemen logam berbentuk daun sebagai penutup peragaan.
(hst/rma)
Pakaian Pria
Adidas D.O.N Issue 5, Sepatu Basket Pria yang Ringan dan Stylish
Pakaian Pria
Lagi Sering Hujan, Outer Pria Ini Nyaman Dipakai Namun Tetap Terlihat Rapi
Kesehatan
Sering Kram & Kebas Tiba-tiba? Banyak yang Baru Tahu Solusinya Ternyata Ini!
Olahraga
Punya Rutinitas Pergi ke Gym? 2 Barang Simpel Bikin Latihan Lebih Nyaman dan Maksimal
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Viral 7 Tahun Berumah Tangga, Wanita Ini Rela Suami Nikahi Sahabat di Rumah
Direstui Keluarga, Viral Pernikahan Wanita Dengan 2 Pria Sekaligus
Viral Verificator
Viral Cerita Pria di Sragen Menikahi Mantan Gurunya Saat SMK, Beda 23 Tahun
Viral Verificator
Viral Souvenir Pernikahan 'Kalcer' Pakai Sayur Hidroponik Tanam Sendiri
Pasangan Artis China Batal Nikah, Calon Istri Ogah Belajar Bahasa Inggris
Most Popular
1
Dapat Kejutan Ultah, Gaya Mahalini Berdaster-Pakai Roll Rambut Curi Atensi
2
Model Playboy Menyesal Ungkap Kisah Cinta Singkat dengan Donald Trump
3
Viral 7 Tahun Berumah Tangga, Wanita Ini Rela Suami Nikahi Sahabat di Rumah
4
Baju Lebaran 2026
Ini Model Gamis Bini Orang Tren Baju Lebaran Viral yang Kontroversial
5
Ramalan Zodiak 5 Maret: Libra Jangan Menyimpang, Scorpio Redam Pertengkaran
MOST COMMENTED











































