Sekarat, Calon Pengantin Ini Bintangi Film Dokumenter
wolipop
Selasa, 28 Feb 2012 08:09 WIB
Jakarta
-
Meski sekarat, calon pengantin asal Inggris ini tidak menyerah untuk bisa menjalani salah satu impiannya yaitu menikah. Kegigihannya itu pun direkam dalam sebuah tayangan dokumenter.
Wanita gigih tersebut bernama Kristie Mills Tancock asal Devon, Inggris. Kristie yang berusia 21 tahun merupakan penderita cystic fibrosis. Kelainan yang dimilikinya sejak lahir itu ditandai dengan cairan tubuh yang kental dan lengket, terutama di pankreas dan paru-paru sehingga dapat mengakibatkan sesak napas.
"Aku menghabiskan hidupku dengan menjalaninya seolah-olah setiap hari adalah hari terakhirku," ujar Kristie yang di masa sehatnya merupakan seorang atlet dan guru tari.
Meski menderita cystic fibrosis, Kristie tidak pernah berhenti untuk bermimpi bisa menikah. Meskipun jelang pernikahannya, paru-parunya dinyatakan terkena infeksi yang bisa membahayakan hidupnya.
Di saat hidupnya terancam itulah, ia merencanakan pernikahan. Hari-harinya mempersiapkan pernikahannya itu direkam stasiun televisi TLC dalam tayangan dokumenter berjudul 'Breathless Bride: Dying to Live'. Film tersebut akan tayang 29 Februari.
Dalam tayangan dokumenter itu, Kristie yang duduk di kursi roda terlihat menjalani pengobatan yang menyakitkan. Beberapa hari menjelang pernikahannya pada 16 Juni lalu, dia dibawa ke rumah sakit untuk menyelamatkan nyawanya dan menjalani operasi cangkok paru-paru.
Cangkok paru-paru merupakan salah satu cara agar penderita cystic fibrosis bertahan hidup. Menurut data CF Patient Registry, hampir 1.600 penderita penyakit tersebut mendapatkan cangkok paru-paru sejak 1991. Sekitar 90% penderita bisa hidup setahun setelah pencangkokan dan setengahnya tetap bertahan hingga lima tahun kemudian.
Kembali pada Kristie, sebelum mendapat pencangkokan paru-paru, dia benar-benar sulit menjalani hidupnya. Untuk menjalani aktivitas belanja sebelum pernikahan pun dia bisa susah bernapas. Di malam hari, wanita cantik berambut pirang itu harus mengenakan masker sehingga oksigen bisa disalurkan ke paru-parunya saat dia tidur.
Kristie menyadari benar dengan kondisinya tersebut hidupnya tidak bisa bertahan lama. "Aku tidak berharap bisa tetap bertahan hingga 21," kisahnya dengan selang oksigen di tubuhnya.
Di tengah kondisinya yang sekarat itu, Kristie merasa beruntung memiliki tunangan seperti Stuart Tancock. Stuart juga sadar benar soal apa yang akan dihadapinya nanti ketika melamar kekasihnya itu.
"Kita tidak pernah tahu dengan siapa kita akan jatuh cinta," ujar Stuart.
Bagi Stuart melihat Kristie menderita sudah pasti membuatnya sangat sedih. Kesedihannya semakin bertambah ketika dua hari menjelang pernikahan, Kristie tiba-tiba tidak bisa bernapas.
Kejadian tersebut membuat dokter meminta Stuart dan Kristie untuk menggelar pernikahan di rumah sakit. Namun Kristie menolak. Ketika pernikahan digelar, tiga perawat pun mendampingi untuk berjaga-jaga terjadi sesuatu hal yang gawat.
Meski belum mendapat cangkok paru-paru, Kristie bisa bertahan untuk menjalani pernikahannya dengan Stuart. Baru setelah delapan hari menikah, dia mendapat kabar ada paru-paru yang bisa dicangkokkan padanya. Namun ketika akhirnya mereka sudah sampai di rumah sakit, dokter baru mengetahui kalau organ itu terlalu besar untuk tubuh Kristie.
Dokter saat itu mengatakan, hanya keajaiban yang bisa membuat Kristie tetap bertahan. Keajaiban itu benar-benar terjadi. Dua minggu setelah peristiwa gagalnya pencangkokan, Kristie mendapat kabar ada paru-paru lain yang cocok untuknya.
"Aku hanya tinggal beberapa jam lagi meninggal," jelas Kristie yang di masa-masa stresnya ia pernah meminta keluarganya untuk mencabut selang oksigennya.
Kini Kristie sudah sehat. Meski begitu dia harus tetap menjalani pengobatan dan antibiotik sepanjang hidupnya. Kisah hidupnya tersebut ditulis Kristie di blog, 2nd Chance at Life. Wanita muda ini tidak lupa bergabung sebagai sukarelawan dalam organisasi cystic fibrosis dan pencangkokak organ.
Dalam wawancara dengan ABC News, Kristie mengungkapkan kenapa dia mau kisahnya didokumentasikan televisi. "Orang tidak pernah tahu bagaimana penderita CF (Cystic Fibrosis) hidup," jelasnya seraya berharap kisahnya itu bisa membangkitkan kesadaran banyak pihak untuk membantu.
(eny/hst)
Wanita gigih tersebut bernama Kristie Mills Tancock asal Devon, Inggris. Kristie yang berusia 21 tahun merupakan penderita cystic fibrosis. Kelainan yang dimilikinya sejak lahir itu ditandai dengan cairan tubuh yang kental dan lengket, terutama di pankreas dan paru-paru sehingga dapat mengakibatkan sesak napas.
"Aku menghabiskan hidupku dengan menjalaninya seolah-olah setiap hari adalah hari terakhirku," ujar Kristie yang di masa sehatnya merupakan seorang atlet dan guru tari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di saat hidupnya terancam itulah, ia merencanakan pernikahan. Hari-harinya mempersiapkan pernikahannya itu direkam stasiun televisi TLC dalam tayangan dokumenter berjudul 'Breathless Bride: Dying to Live'. Film tersebut akan tayang 29 Februari.
Dalam tayangan dokumenter itu, Kristie yang duduk di kursi roda terlihat menjalani pengobatan yang menyakitkan. Beberapa hari menjelang pernikahannya pada 16 Juni lalu, dia dibawa ke rumah sakit untuk menyelamatkan nyawanya dan menjalani operasi cangkok paru-paru.
Cangkok paru-paru merupakan salah satu cara agar penderita cystic fibrosis bertahan hidup. Menurut data CF Patient Registry, hampir 1.600 penderita penyakit tersebut mendapatkan cangkok paru-paru sejak 1991. Sekitar 90% penderita bisa hidup setahun setelah pencangkokan dan setengahnya tetap bertahan hingga lima tahun kemudian.
Kembali pada Kristie, sebelum mendapat pencangkokan paru-paru, dia benar-benar sulit menjalani hidupnya. Untuk menjalani aktivitas belanja sebelum pernikahan pun dia bisa susah bernapas. Di malam hari, wanita cantik berambut pirang itu harus mengenakan masker sehingga oksigen bisa disalurkan ke paru-parunya saat dia tidur.
Kristie menyadari benar dengan kondisinya tersebut hidupnya tidak bisa bertahan lama. "Aku tidak berharap bisa tetap bertahan hingga 21," kisahnya dengan selang oksigen di tubuhnya.
Di tengah kondisinya yang sekarat itu, Kristie merasa beruntung memiliki tunangan seperti Stuart Tancock. Stuart juga sadar benar soal apa yang akan dihadapinya nanti ketika melamar kekasihnya itu.
"Kita tidak pernah tahu dengan siapa kita akan jatuh cinta," ujar Stuart.
Bagi Stuart melihat Kristie menderita sudah pasti membuatnya sangat sedih. Kesedihannya semakin bertambah ketika dua hari menjelang pernikahan, Kristie tiba-tiba tidak bisa bernapas.
Kejadian tersebut membuat dokter meminta Stuart dan Kristie untuk menggelar pernikahan di rumah sakit. Namun Kristie menolak. Ketika pernikahan digelar, tiga perawat pun mendampingi untuk berjaga-jaga terjadi sesuatu hal yang gawat.
Meski belum mendapat cangkok paru-paru, Kristie bisa bertahan untuk menjalani pernikahannya dengan Stuart. Baru setelah delapan hari menikah, dia mendapat kabar ada paru-paru yang bisa dicangkokkan padanya. Namun ketika akhirnya mereka sudah sampai di rumah sakit, dokter baru mengetahui kalau organ itu terlalu besar untuk tubuh Kristie.
Dokter saat itu mengatakan, hanya keajaiban yang bisa membuat Kristie tetap bertahan. Keajaiban itu benar-benar terjadi. Dua minggu setelah peristiwa gagalnya pencangkokan, Kristie mendapat kabar ada paru-paru lain yang cocok untuknya.
"Aku hanya tinggal beberapa jam lagi meninggal," jelas Kristie yang di masa-masa stresnya ia pernah meminta keluarganya untuk mencabut selang oksigennya.
Kini Kristie sudah sehat. Meski begitu dia harus tetap menjalani pengobatan dan antibiotik sepanjang hidupnya. Kisah hidupnya tersebut ditulis Kristie di blog, 2nd Chance at Life. Wanita muda ini tidak lupa bergabung sebagai sukarelawan dalam organisasi cystic fibrosis dan pencangkokak organ.
Dalam wawancara dengan ABC News, Kristie mengungkapkan kenapa dia mau kisahnya didokumentasikan televisi. "Orang tidak pernah tahu bagaimana penderita CF (Cystic Fibrosis) hidup," jelasnya seraya berharap kisahnya itu bisa membangkitkan kesadaran banyak pihak untuk membantu.
(eny/hst)











































