Resepsi, Aliya Cantik dengan Kebaya Merah dari Lace
wolipop
Sabtu, 26 Nov 2011 20:06 WIB
Jakarta
-
Nuansa merah mendominasi dekorasi pesta pernikahan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dan Siti Ruby Aliya Rajasa (Aliya). Begitu juga dengan busana pengantin yang dikenakan keduanya.
Aliya tampak cantik mengenakan kebaya berwarna merah dari bahan lace dengan panjangnya hampir semata kaki. Desain kebaya wanita berusia 25 tahun ini terbilang tak terlalu rumit. Nuansa mewah hadir dari detail bordir serta sedikit kristal dan manik-manik yang menghiasi hampir seluruh bagian kebaya.
Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, Aliya memakai riasan Paes Ageng hasil kreasi perias pengantin ternama Tienuk Riefki. Rangkaian bunga melati menghiasi rambutnya yang disanggul.
Sementara Ibas mengenakan Surjan berwarna merah dengan hiasan ukiran warna emas di bagian depan. Ibas juga terlihat memakai kain batik Jogjakarta untuk bawahan, serta blangkon yang juga bermotif batik.
Resepsi pernikahan dimulai pukul 19.00 di Jakarta Convention Center yang diawali pembacaan doa oleh Profesor Dr Arief Rahman M.Pd. Prosesi pernikahan pasangan pengantin anak Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Menko Perekonomian Hatta Rajasa ini terbilang berlangsung singkat tanpa ritual adat Jawa yang khusus.
(hst/eya)
Aliya tampak cantik mengenakan kebaya berwarna merah dari bahan lace dengan panjangnya hampir semata kaki. Desain kebaya wanita berusia 25 tahun ini terbilang tak terlalu rumit. Nuansa mewah hadir dari detail bordir serta sedikit kristal dan manik-manik yang menghiasi hampir seluruh bagian kebaya.
Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, Aliya memakai riasan Paes Ageng hasil kreasi perias pengantin ternama Tienuk Riefki. Rangkaian bunga melati menghiasi rambutnya yang disanggul.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Resepsi pernikahan dimulai pukul 19.00 di Jakarta Convention Center yang diawali pembacaan doa oleh Profesor Dr Arief Rahman M.Pd. Prosesi pernikahan pasangan pengantin anak Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Menko Perekonomian Hatta Rajasa ini terbilang berlangsung singkat tanpa ritual adat Jawa yang khusus.
(hst/eya)











































