5 Strategi Keuangan untuk Dapatkan Pernikahan Harmonis
wolipop
Jumat, 11 Nov 2011 08:04 WIB
Jakarta
-
Bukan rahasia lagi kalau banyak pasangan bercerai karena masalah keuangan. Uang memang bisa jadi hal yang sangat sensitif di semua aspek kehidupan.
Bicara soal uang, menurut penelitian yang dilakukan Jason Carroll, seorang professor bidang kehidupan keluarga di Brigham Young University, sifat matrealistis bisa berdampak buruk pada pernikahan. Dari penelitian itu terungkap, pernikahan pasangan yang keduanya tidak matrealistis 10-15% lebih baik ketimbang pasangan yang sama-sama matrealistis. Pernikahan pasangan yang hanya salah satunya saja matrealistis juga lebih baik dibadingkan pasangan yang keduanya gila uang.
"Pasangan yang sangat mengagung-agungkan uang biasanya kurang responsif pada pasangannya dan tidak terlalu fokus dengan hubungannya. Mereka mencari kebahagiaan bukan pada orangnya," ujar Carroll. Dalam penelitiannya, ia melihat, pasangan yang sama-sama tidak matrealistis punya dasar kuat ketika menghadapi cobaan keuangan yang datang.
Bagi Anda yang tengah membangun sebuah keluarga, tentunya ingin memiliki hubungan yang bahagia, bebas dari masalah keuangan. Berikut ini lima strategi yang bisa dicoba untuk mendapatkan pernikahan harmonis, seperti dikutip dari Business Insider:
1. Definisikan apa yang Anda mau dan bagaimana cara mencapainya
Saat melakukannya, duduklah dan obrolkan hal itu bersama pasangan. Anda bisa bersama-sama mendiskusikan bagaimana pola pengeluaran masing-masing dan rencana keuangan seperti apa yang cocok untuk dijalani.
"Hal ini bisa jadi cara yang membantu pasangan untuk mengetahui hal apa yang nantinya bisa menjadi sebuah masalah," ujar perencana keuangan dari Veritana Financial Planning, Inc, di California, Susan E. Honig.
2. Memiliki Akun Bersama
Menurut Honig, memiliki akun bank terpisah, bisa membuat pasangan saling curiga dan cenderung menyembunyikan sesuatu dari pasangannya. Pernikahan pun bisa bermasalah kalau hal itu dilakukan.
Oleh karena itu Honig menyarankan buatlah akun bersama. Sebelumnya putuskan dulu uang apa saja yang akan dimasukkan ke dalam akun tersebut. Sebaiknya buat dua akun, akun yang khusus untuk pengeluaran penting dan akun untuk bersenang-senang. Diskusikan juga berapa jumlah uang yang kedua belah pihak setuju untuk dimasukkan ke akun bersama itu. Dengan cara ini, pasangan bisa mengatur keuangan mereka dengan lebih sehat.
3. Lakukan 'Kencan Keuangan' Secara Rutin
Ahli perencanaan keuangan di USAA (United Services Automobile Associatio) J.J. Montanaro mengatakan, dikusi soal keuangan sebaiknya jadi agenda rutin pasangan. Jadi pilih satu hari dalam seminggu kapan Anda dan pasangan melakukan 'kencan keuangan' itu. Jangan bicara soal keuangan hanya saat ada masalah saja.
4. Pakai Cara Kuno, Simpan Uang di Amplop
Untuk keperluan tertentu, seperti membeli hadiah atau berbelanja, Anda bisa menggunakan cara kuno dengan menyimpan uang di amplop. Dr. James Roberts, profesor bidang marketing dari Baylor University mengatakan, cara ini memang kurang modern, tapi cukup efektif. Dengan menyimpan uang di amplop sesuai jumlah yang dibutuhkan, Anda jadi tidak lebih boros ketimbang membawa kartu kredit atau kartu debit.
5. Buat Perjanjian
Perjanjian ini perlu agar Anda dan pasangan lebih disiplin dalam menjalankan perencanaan keuangan yang sudah dibuat. Dalam perjanjian itu tulis apa saja harapan dan rencana Anda dan suami. Lalu tulis juga apa yang harus dilakukan jika salah satu pasangan melanggar.
(eny/hst)
Bicara soal uang, menurut penelitian yang dilakukan Jason Carroll, seorang professor bidang kehidupan keluarga di Brigham Young University, sifat matrealistis bisa berdampak buruk pada pernikahan. Dari penelitian itu terungkap, pernikahan pasangan yang keduanya tidak matrealistis 10-15% lebih baik ketimbang pasangan yang sama-sama matrealistis. Pernikahan pasangan yang hanya salah satunya saja matrealistis juga lebih baik dibadingkan pasangan yang keduanya gila uang.
"Pasangan yang sangat mengagung-agungkan uang biasanya kurang responsif pada pasangannya dan tidak terlalu fokus dengan hubungannya. Mereka mencari kebahagiaan bukan pada orangnya," ujar Carroll. Dalam penelitiannya, ia melihat, pasangan yang sama-sama tidak matrealistis punya dasar kuat ketika menghadapi cobaan keuangan yang datang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Definisikan apa yang Anda mau dan bagaimana cara mencapainya
Saat melakukannya, duduklah dan obrolkan hal itu bersama pasangan. Anda bisa bersama-sama mendiskusikan bagaimana pola pengeluaran masing-masing dan rencana keuangan seperti apa yang cocok untuk dijalani.
"Hal ini bisa jadi cara yang membantu pasangan untuk mengetahui hal apa yang nantinya bisa menjadi sebuah masalah," ujar perencana keuangan dari Veritana Financial Planning, Inc, di California, Susan E. Honig.
2. Memiliki Akun Bersama
Menurut Honig, memiliki akun bank terpisah, bisa membuat pasangan saling curiga dan cenderung menyembunyikan sesuatu dari pasangannya. Pernikahan pun bisa bermasalah kalau hal itu dilakukan.
Oleh karena itu Honig menyarankan buatlah akun bersama. Sebelumnya putuskan dulu uang apa saja yang akan dimasukkan ke dalam akun tersebut. Sebaiknya buat dua akun, akun yang khusus untuk pengeluaran penting dan akun untuk bersenang-senang. Diskusikan juga berapa jumlah uang yang kedua belah pihak setuju untuk dimasukkan ke akun bersama itu. Dengan cara ini, pasangan bisa mengatur keuangan mereka dengan lebih sehat.
3. Lakukan 'Kencan Keuangan' Secara Rutin
Ahli perencanaan keuangan di USAA (United Services Automobile Associatio) J.J. Montanaro mengatakan, dikusi soal keuangan sebaiknya jadi agenda rutin pasangan. Jadi pilih satu hari dalam seminggu kapan Anda dan pasangan melakukan 'kencan keuangan' itu. Jangan bicara soal keuangan hanya saat ada masalah saja.
4. Pakai Cara Kuno, Simpan Uang di Amplop
Untuk keperluan tertentu, seperti membeli hadiah atau berbelanja, Anda bisa menggunakan cara kuno dengan menyimpan uang di amplop. Dr. James Roberts, profesor bidang marketing dari Baylor University mengatakan, cara ini memang kurang modern, tapi cukup efektif. Dengan menyimpan uang di amplop sesuai jumlah yang dibutuhkan, Anda jadi tidak lebih boros ketimbang membawa kartu kredit atau kartu debit.
5. Buat Perjanjian
Perjanjian ini perlu agar Anda dan pasangan lebih disiplin dalam menjalankan perencanaan keuangan yang sudah dibuat. Dalam perjanjian itu tulis apa saja harapan dan rencana Anda dan suami. Lalu tulis juga apa yang harus dilakukan jika salah satu pasangan melanggar.
(eny/hst)
Perawatan dan Kecantikan
Anti Lepek Saat Puasa, Rambut Tetap Fresh Tanpa Keramas Setiap Hari dengan Dry Shampoo Favorit!
Elektronik & Gadget
Wajib Punya Saat Mudik! Kipas Turbo Mini 100 Gear & Powerbank dalam Satu Genggaman!
Elektronik & Gadget
SONY WF-1000XM5 Noise Cancelling True Wireless Earbuds, True Wireless Premium dengan Noise Cancelling Paling Serius di Kelasnya!
Perawatan dan Kecantikan
Rekomendasi Sunscreen Lokal Favorit yang Wajib Dicoba di Bulan Ramadan Supaya Kulit Tetap Terjaga dari Sinar Matahari!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Viral 7 Tahun Berumah Tangga, Wanita Ini Rela Suami Nikahi Sahabat di Rumah
Direstui Keluarga, Viral Pernikahan Wanita Dengan 2 Pria Sekaligus
Viral Verificator
Viral Cerita Pria di Sragen Menikahi Mantan Gurunya Saat SMK, Beda 23 Tahun
Viral Verificator
Viral Souvenir Pernikahan 'Kalcer' Pakai Sayur Hidroponik Tanam Sendiri
Pasangan Artis China Batal Nikah, Calon Istri Ogah Belajar Bahasa Inggris
Most Popular
1
8 Foto Chuando Tan Pria Paling Awet Muda, Ultah ke-60 Tahun Wajah Bak 30 Tahun
2
Foto: Kate Moss Kembali ke Catwalk Gucci, Seksi Pakai Gaun G-String
3
Pesona Natural Steffi Zamora Usai Lewati Flamingo Era, Makin Glowing & Fresh
4
10 Artis Korea yang Paling Laku Jadi Bintang Iklan, Byeon Woo Seok No. 1
5
Baju Lebaran 2026
Tren Dress Lebaran 2026 di Tanah Abang: Motif Floral & Etnik, Busui Friendly
MOST COMMENTED











































