Hindari 7 Perkataan Ini Saat Bicara dengan Suami
wolipop
Kamis, 28 Jul 2011 08:11 WIB
Jakarta
-
Ketika sudah menikah bertahun-tahun, Anda pun merasa nyaman untuk melakukan atau membicarakan apapun pada pasangan. Namun Anda juga perlu berhati-hati, jangan sampai apa yang Anda ucapkan itu malah membuatnya sedih atau sakit hati.
"Bicara dengan baik adalah keahlian yang perlu dipelajari pasangan," ujar Judy Ford, seorang psikoterapis dan juga penulis 'Every Day Love'.
Bicara dengan baik itu berarti perkataan Anda tidak menyinggung pasangan. Berikut tujuh perkataan yang perlu Anda hindari saat bicara dengan suami, seperti dikutip WomansDay:
1. "Kamu mirip ayahmu"
"Kalimat ini jangan pernah diucapkan," ujar Julie Orlov, psikoterapis dan penulis 'The Pathway to Love'. Menurut Orlov, kalimat tersebut bisa menyinggung perasaannya dan mungkin saja membuat pria takut kalau dia memperlakukan keluarganya seperti ayahnya.
Jika Anda memang ingin mengkritik tindakannya, sebaiknya jangan membandingkan pasangan dengan ayahnya. Ford mengajurkan sebaiknya langsung saja kritik tindakan atau sifat buruknya itu. Misalnya, "Bisakah kamu menaruh baju kotor di tempatnya".
2. "Aku sudah orgasme" (Padahal Anda Tidak Orgasme)
Berbohong soal orgasme sebaiknya tidak Anda lakukan. "Definisi keintiman itu sendiri adalah membuat orang lain melihat saat Anda rapuh atau terluka," ujar Ford. Hal itu pun berlaku jika kehidupan seks Anda ternyata tidak memuaskan.
Saat berpura-pura menikmakti seks, Anda merasa melakukannya untuk menjaga perasaannya. Namun hal yang sebenarnya terjadi justru Anda bisa membuatnya menjauh. Ketika pria bertanya soal orgasme tersebut, bisa jadi dia mencurigai sesuatu pada Anda. Meskipun kecil kemungkinan dia tahu Anda memalsukan orgasme, tetap saja hal itu akan membuatnya sakit hati saat dia tahu.
Kalaupun Anda ingin mengungkapkan yang sebenarnya, usahakan mulai dengan kalimat positif. "Tunjukkan apresiasi atas usahanya," jelas Ford. Setelah itu bicarakan pada suami, hal apa yang bisa membuat Anda mencapai orgasme.
3. "Ibuku pernah bilang padaku kamu akan berbuat begini"
Jika kalimat di atas Anda ucapkan, Anda memberikan isyarat pada pasangan kalau selama ini ada pihak ketiga yang mempengaruhi Anda atau ikut campur dalam pernikahan kalian. Ucapan ini bisa membuat suami berpikir kalau Anda tidak berada di pihaknya. Padahal seharusnya sebagai pasangan menikah, suami dan istri berada dalam satu tim.
Ketika Anda memang ingin mengkritik tindakan atau sifatnya, misalnya karena terlalu pelit dan ibu Anda juga mengakui hal itu, katakan saja yang sebenarnya tanpa harus membawa-bawa ibu. Namun saat mengatakannya, ucapkan dengan bahasa yang lebih halus.
4. "Duh, kamu nggak bisa, sudah aku saja"
Kalimat di atas bisa menyinggung perasaan pria. Kalimat itu membuat pria merasa dia memang tidak bisa melakukan apapun dengan benar atau yang membuat Anda puas. Kalimat tersebut juga bisa jadi bumerang untuk Anda sendiri, karena akhirnya suami enggan mengerjakan apapun daripada nantinya dikritik Anda,
Ketika kondisi ini terjadi, Andalah yang sebaiknya menentukan, apakah memang perlu mengkritik semua pekerjaannya atau mengizinkannya mengerjakan pekerjaan rumah, meski ada sedikit cela. Kalaupun ada kekurangan, Anda bisa memberitahukannya dengan bahasa yang lebih positif sehingga dia lebih termotivasi untuk mengerjakannya dengan lebih baik.
5. "Kapan kamu cari pekerjaan baru"
Perkataan di atas bisa jadi terucap, saat Anda sudah tidak tahan karena suami terlalu sibuk dengan pekerjaannya dan jarang ada di rumah. Atau bisa juga karena Anda merasa penghasilannya dari pekerjaannya sekarang tidak cukup untuk menghidupi keluarga.
Namun sebelum Anda mengucapkannya, pikirkan dulu dengan baik. "Sebelum Anda mengucapkan kalimat yang bisa menyakiti hatinya, pikirkan dulu apa sebenarnya yang jadi masalah Anda," saran Ford. Berhati-hatilah jangan sampai Anda malah menyerang kemampuannya menghidupi Anda dan anak-anak.
"Pria mengevaluasi dirinya sendiri adalah saat sebarapa dirinya mampu menghidupi keluarganya," tutur Ford. Jadi jika Anda menyinggungnya pada masalah sensitif ini, hal tersebut bisa menimbulkan pertengkaran yang besar,
6. "Kamu Selalu...." atau "Kamu itu Nggak Pernah...."
"Dua kalimat itulah yang aku sarankan jangan pernah digunakan oleh pasangan," ujar Ford. "Dua kalimat tersebut terdengar negatif, sehingga bisa menghambat komunikasi pasangan dan masing-masing pasangan jadi defensif," jelasnya lagi.
Dua kalimat itu juga bisa membuat suami merasa diserang secara tidak adil. Dia merasa Anda sudah memberinya penilaian negatif yang belum tentu benar. Ford menyarankan, saat bicara usahakan Anda tidak mengeluarkan kalimat yang langsung menggenaralisasi sikap atau sifatnya.
7. "Tolong jaga anak-anak. Tapi jangan lakukan ini, mengajak mereka ke sana atau lupa membawa ini"
Kalimat di atas biasa diucapkan oleh para ibu baru yang memang khawatir meninggalkan anak mereka. Meskipun membutuhkan bantuan orang lain untuk mengurus anak, Anda kerap merasa bersalah saat harus meminta orang lain menjaga si kecil.
Jika sikap tersebut juga Anda terapkan pada suami, dia tidak akan pernah belajar bagaimana seharusnya menjaga anak-anak. Oleh karena itu, sebisa mungkin selalu libatkan suami dalam aktivitas Anda bersama si kecil.
(eny/eny)
"Bicara dengan baik adalah keahlian yang perlu dipelajari pasangan," ujar Judy Ford, seorang psikoterapis dan juga penulis 'Every Day Love'.
Bicara dengan baik itu berarti perkataan Anda tidak menyinggung pasangan. Berikut tujuh perkataan yang perlu Anda hindari saat bicara dengan suami, seperti dikutip WomansDay:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalimat ini jangan pernah diucapkan," ujar Julie Orlov, psikoterapis dan penulis 'The Pathway to Love'. Menurut Orlov, kalimat tersebut bisa menyinggung perasaannya dan mungkin saja membuat pria takut kalau dia memperlakukan keluarganya seperti ayahnya.
Jika Anda memang ingin mengkritik tindakannya, sebaiknya jangan membandingkan pasangan dengan ayahnya. Ford mengajurkan sebaiknya langsung saja kritik tindakan atau sifat buruknya itu. Misalnya, "Bisakah kamu menaruh baju kotor di tempatnya".
2. "Aku sudah orgasme" (Padahal Anda Tidak Orgasme)
Berbohong soal orgasme sebaiknya tidak Anda lakukan. "Definisi keintiman itu sendiri adalah membuat orang lain melihat saat Anda rapuh atau terluka," ujar Ford. Hal itu pun berlaku jika kehidupan seks Anda ternyata tidak memuaskan.
Saat berpura-pura menikmakti seks, Anda merasa melakukannya untuk menjaga perasaannya. Namun hal yang sebenarnya terjadi justru Anda bisa membuatnya menjauh. Ketika pria bertanya soal orgasme tersebut, bisa jadi dia mencurigai sesuatu pada Anda. Meskipun kecil kemungkinan dia tahu Anda memalsukan orgasme, tetap saja hal itu akan membuatnya sakit hati saat dia tahu.
Kalaupun Anda ingin mengungkapkan yang sebenarnya, usahakan mulai dengan kalimat positif. "Tunjukkan apresiasi atas usahanya," jelas Ford. Setelah itu bicarakan pada suami, hal apa yang bisa membuat Anda mencapai orgasme.
3. "Ibuku pernah bilang padaku kamu akan berbuat begini"
Jika kalimat di atas Anda ucapkan, Anda memberikan isyarat pada pasangan kalau selama ini ada pihak ketiga yang mempengaruhi Anda atau ikut campur dalam pernikahan kalian. Ucapan ini bisa membuat suami berpikir kalau Anda tidak berada di pihaknya. Padahal seharusnya sebagai pasangan menikah, suami dan istri berada dalam satu tim.
Ketika Anda memang ingin mengkritik tindakan atau sifatnya, misalnya karena terlalu pelit dan ibu Anda juga mengakui hal itu, katakan saja yang sebenarnya tanpa harus membawa-bawa ibu. Namun saat mengatakannya, ucapkan dengan bahasa yang lebih halus.
4. "Duh, kamu nggak bisa, sudah aku saja"
Kalimat di atas bisa menyinggung perasaan pria. Kalimat itu membuat pria merasa dia memang tidak bisa melakukan apapun dengan benar atau yang membuat Anda puas. Kalimat tersebut juga bisa jadi bumerang untuk Anda sendiri, karena akhirnya suami enggan mengerjakan apapun daripada nantinya dikritik Anda,
Ketika kondisi ini terjadi, Andalah yang sebaiknya menentukan, apakah memang perlu mengkritik semua pekerjaannya atau mengizinkannya mengerjakan pekerjaan rumah, meski ada sedikit cela. Kalaupun ada kekurangan, Anda bisa memberitahukannya dengan bahasa yang lebih positif sehingga dia lebih termotivasi untuk mengerjakannya dengan lebih baik.
5. "Kapan kamu cari pekerjaan baru"
Perkataan di atas bisa jadi terucap, saat Anda sudah tidak tahan karena suami terlalu sibuk dengan pekerjaannya dan jarang ada di rumah. Atau bisa juga karena Anda merasa penghasilannya dari pekerjaannya sekarang tidak cukup untuk menghidupi keluarga.
Namun sebelum Anda mengucapkannya, pikirkan dulu dengan baik. "Sebelum Anda mengucapkan kalimat yang bisa menyakiti hatinya, pikirkan dulu apa sebenarnya yang jadi masalah Anda," saran Ford. Berhati-hatilah jangan sampai Anda malah menyerang kemampuannya menghidupi Anda dan anak-anak.
"Pria mengevaluasi dirinya sendiri adalah saat sebarapa dirinya mampu menghidupi keluarganya," tutur Ford. Jadi jika Anda menyinggungnya pada masalah sensitif ini, hal tersebut bisa menimbulkan pertengkaran yang besar,
6. "Kamu Selalu...." atau "Kamu itu Nggak Pernah...."
"Dua kalimat itulah yang aku sarankan jangan pernah digunakan oleh pasangan," ujar Ford. "Dua kalimat tersebut terdengar negatif, sehingga bisa menghambat komunikasi pasangan dan masing-masing pasangan jadi defensif," jelasnya lagi.
Dua kalimat itu juga bisa membuat suami merasa diserang secara tidak adil. Dia merasa Anda sudah memberinya penilaian negatif yang belum tentu benar. Ford menyarankan, saat bicara usahakan Anda tidak mengeluarkan kalimat yang langsung menggenaralisasi sikap atau sifatnya.
7. "Tolong jaga anak-anak. Tapi jangan lakukan ini, mengajak mereka ke sana atau lupa membawa ini"
Kalimat di atas biasa diucapkan oleh para ibu baru yang memang khawatir meninggalkan anak mereka. Meskipun membutuhkan bantuan orang lain untuk mengurus anak, Anda kerap merasa bersalah saat harus meminta orang lain menjaga si kecil.
Jika sikap tersebut juga Anda terapkan pada suami, dia tidak akan pernah belajar bagaimana seharusnya menjaga anak-anak. Oleh karena itu, sebisa mungkin selalu libatkan suami dalam aktivitas Anda bersama si kecil.
(eny/eny)
Olahraga
Cocok bagi Kolektor, Kaos Kaki Merchandise FIBA Basketball World Cup 2023
Olahraga
Nike Vapor 12 Hard Court, Sepatu Tenis Nyaman dan Responsif
Fashion
Cari Outfit Stylish untuk Acara Malam? Coba Bustier Tank dari H&M Divided
Perawatan dan Kecantikan
Bedak Sering Nempel Nggak Rata? Coba Ganti Puff Kamu Ke Pilihan Produk Ini
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Viral! 10 Tahun Cerai, Pasangan Ini Menikah Lagi Demi Wujudkan Impian Anak
TikTok Viral Verificator
Viral Tren Gen Z Nikah di KUA Tanpa Resepsi, Sorenya Langsung Healing Bareng
TikTok Viral Verificator
Viral Tradisi Adat Unik, Pengantin Diarak Keliling Kampung Naik Burung Raksasa
Viral Heboh Kebun Binatang Mini di Pernikahan, Tamu Bisa Foto Bareng Hewan
Viral Kisah Pilu Pengantin Baru: Istri Hilang Ingatan Setelah 3 Bulan Menikah
Most Popular
1
10 Makanan yang Bantu Menurunkan Hormon Stres, Cocok Disantap saat Burnout
2
Ramalan Zodiak 4 April: Libra Masalah Menghadang, Scorpio Jangan Takut
3
Ramalan Zodiak Cinta 4 April: Aquarius Jangan Emosi, Leo Jaga Cara Bicara
4
Heboh Penampilan Terbaru Ju Ji Hoon dengan Gigi Ompong Saat Promosi Drakor
5
Gaya Rambut 'Ayam Jantan' Putri Kim Jong Un Dilarang untuk Ditiru
MOST COMMENTED











































