ADVERTISEMENT

Kisah Wanita Bawa Bayi Trekking ke Hutan Sejak Usia 4 Bulan, Dikritik Netizen

Gresnia Arela Febriani - wolipop Senin, 19 Sep 2022 08:00 WIB
Foto ibu yang mengajak anak usia 4 bulan masuk ke dalam hutan, tuai kritik dari warganet. Foto ibu yang membawa anak usia 4 tahun masuk ke dalam hutan. Foto: Dok. TikTok @suekz.ecowildernessmom.
Malaysia -

Wanita ini mempunyai hobi trekking ke hutan. Ketika sudah menikah dan mempunyai anak, dia pun membawa sang anak ke hutan sejak masih berusia empat bulan. Aksi wanita tersebut langsung mendapatkan berbagai reaksi dari warganet.

Ialah Adilah Suhailin Kamaruzaman yang mengaku sering membawa anak laki-lakinya yang kini sudah berusia satu tahun dan empat bulan ke dalam hutan. Ibu 29 tahun ini mengaku dirinya sendiri sudah sejak kecil dilatih oleh bapaknya untuk masuk ke dalam hutan.

Adilah sendiri lulusan Sarjana Zoologi atau ilmu hewan di Universitas Sains Malaysia (USM). Dia mempelajari tentang kehidupan liar di hutan. "Awal mula saya membawa anak masuk hutan untuk trekking hutan sejak usianya empat bulan. Sekarang ini setiap bulan wajib masuk hutan bersama anak," kata Adilah kepada Mstar.

"Pertama saya membawa dia masuk sebentar saja dari 30 menit ke 45 menit. Sesudah itu satu jam dan sekarang paling lama sampai dua jam kami di dalam hutan," lanjut Adilah.

Foto ibu yang mengajak anak usia 4 bulan masuk ke dalam hutan, tuai kritik dari warganet.Foto ibu yang mengajak anak usia 4 bulan masuk ke dalam hutan, tuai kritik dari warganet. Foto: Dok. TikTok @suekz.ecowildernessmom.

Lewat akun TikTok pribadinya @suekz.ecowildernessmom, ia membagikan kegiatannya sehari-hari termasuk mengunggah video cara membawa anak ke dalam hutan. Adilah menuturkan membawa anaknya hutan dengan didampingi oleh suaminya.

"Sejak ada anak, saya ingin memperkenalkan alam dan mengurangi layar handphone dengan membawanya keluar dari rumah. Saya bukanlah pendaki gunung, tapi saya adalah pecinta alam. Saya biasakan anak dengan hutan supaya dia mencintai alam dan tidak sering lasak," ucap wanita yang berasal dari Besut, Terengganu, Malaysia itu.

Bahkan ibu rumah tangga itu juga pernah membawa anaknya ke perkampungan orang asli di Tasik Chini, Pahang, Malaysia dan menginap sekitar dua malam. Ketika ia menjadi sukarelawan bagi sebuah badan (NGO) untuk program anak-anak orang asli.

Menurut Adilah, anaknya yang masih full ASI tetap ia bawa dan tidak membuat gerakannya menjadi terbatas ketika masuk ke dalam hutan. "Kami bukan hanya masuk ke hutan bertiga dengan suami, tapi akan kami pastikan ke dalam hutan yang sudah kami tahu dari segi keselamatan dan risiko bahaya," jelasnya.

"Paling penting kawasan hutan yang child friendly, maksudnya tidak ada binatang buas dan medan curam yang membahayakan di sepanjang lintasan," tambahnya.

Unggahan Adilah soal trekking ke hutan membawa anak bayinya ini mendapatkan teguran dari warganet. Netizen yang mengkritik khawatir pengaruh makhluk halus pada bayi Adillah. Namun, Adilah malah menyebutkan ia lebih takut dengan pengaruh media sosial yang tidak baik untuk sang anak.

"Setiap kali masuk hutan, kami akan membacakan doa untuk perlindungan diri. Secara pribadi, saya sebenarnya tidak takut hantu dalam hutan, rasa kecanduan gadget yang lebih bahaya," tegasnya.

@suekz.ecowildernessmom Replying to @rara_alicia Amalkan doa ya #learnontiktok #fyp ♬ original sound - Sue Kz - Sue Kz | EcoWildernessMom

Adilah tidak ingin anaknya menjadi ketergantungan ponsel genggam. Ketika mengajak anak ke dalam hutan, ia merasa bersyukur karena anaknya tidak rewel. Sehingga memudahkannya dalam menyusui.

"Anak tidak menangis ketika masuk ke dalam hutan. Setiap kali kami istirahat, anak sudah boleh berjalan, bermain daun dan mengenal spesies tumbuhan lainnya," terang Adilah.

"Sebenarnya anak lebih mudah menangis apabila masuk ke mall, mungkin karena ramai orang seperti acara pernikahan makanya sang anak menangis dan tidak merasa nyaman," pungkasnya.

Foto ibu yang mengajak anak usia 4 bulan masuk ke dalam hutan, tuai kritik dari warganet.Foto ibu yang mengajak anak usia 4 bulan masuk ke dalam hutan, tuai kritik dari warganet. Foto: Dok. TikTok @suekz.ecowildernessmom.

Unggahan Adilah yang membawa anak ke hutan sejak bayi ini sudah mendapatkan 475,2 ribu Views dan berbagai komentar dari warganet. Ada yang risau dan mengatakan gaya pola asuh setiap orangtua berbeda.

"Risau kalau dia nampak "sesuatu" dan benda akan ikut balik sepanjang perjalanan hiking tuh?" tanya pengguna TikTok @Nurul Atyka.

"Dalam hutan beraninya bawa bayi. Tidak takut kah makhluk halus ikut menganggu bayi, kalau sudah kena bagaimana?" tanya akun @rara_alicia.

"Ibu tahu apa yang terbaik untuk anak-anaknya..percayalah🥰🥰," ucap akun @Norliza Abdhamed.

"Lain orang lain caranya didik dan asuh anak-anak.. biar kita dengan cara kita," ujar akun @salam-kejauhan99.

"Hi Arjuna. Good explore. Bagus sangat untuk perkembangan anak-anak👍🏻😍," timpal akun @LilyHashim.

Adilah kemudian membuat video di TikTok tentang perlindungan gigitan nyamuk dan kutu babi selama di hutan. Dia memberikan tips agar memakaikan anak obat nyamuk oles dan baju lengan panjang yang tipis.

"Pastikan pakai obat nyamuk, baju anak tertutup cerah dan tipis. Karena kalau baju gelap dan tebal akan memancing nyamuk. Jangan masuk ke kawasan semak-semak. Usai dari hutan, taruh baju jangan di tempat tidur dan cek suhu badan usai mandi," tulis Adilah.

(gaf/eny)