Viral Bon Tagihan Restoran Kenakan 'Pajak' Tambahan Terkait COVID-19

Hestianingsih - wolipop Jumat, 15 Mei 2020 15:09 WIB
Beautiful girl having supper at restaurant, using cutlery for eating salad. Dressed in knitted sweater. Ilustrasi wanita makan di restoran. Foto: iStock
Michigan -

Salah satu netizen membagikan foto bon tagihan restoran di media sosial yang kini jadi viral. Bon restoran tersebut jadi perbincangan karena memasukkan biaya tambahan terkait COVID-19.

Netizen dengan nama akun @talialikeitis mengunggah foto di Twitter dan kaget dengan tagihan makanan yang dilihatnya. Pada bon berwarna putih tertanggal 6 Mei 2020 itu, tertulis 'Covid 19 Surcharge' senilai USD 2.9 atau sekitar Rp 32.500.

"Scuse me... what? A covid surcharge?" cuitnya.




Sejumlah pengusaha restoran tak menampik adanya biaya tambahan yang dibebankan kepada konsumen terkait pandemi virus Corona. Mereka mengklaim punya alasan kuat kenapa akhirnya mengambil langkah tersebut.

Brad White, pemilik Goog's Pub & Grub di Holland, Michigan, Amerika Serikat, mengatakan harus menerapkan biaya tambahan karena kenaikan harga bahan-bahan makanan dan peralatan restoran. Sejak diberlakukannya lockdown Corona, tempat makan kini hanya boleh melayani pesan antar dan take away.

Artinya pihak restoran harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli kantong belanja, peralatan makan, wadah saus serta pembungkus makanan. Selain itu dia juga harus membayar lebih kepada karyawan yang kerja lembur untuk menangani pesanan.


Brad mengatakan beberapa pelanggan memahami konsisi yang sedang dihadapi para pelaku bisnis restoran saat ini dan cukup memaklumi adanya biaya tambahan dari total tagihan yang harus mereka bayar. Namun tak sedikit pula menuding kalau ini hanya akal-akalan pebisnis yang memanfaatkan situasi pandemi untuk mengeruk keuntungan lebih besar dari pelanggan.

"Itu sangat jauh dari kebenaran," tukasnya seperti dikutip dari TMZ.

Pria yang mengelola restoran burger ini menjelaskan bahwa selama pandemi, dia harus mengurangi jumlah pekerja dari 35 menjadi 16 karyawan. Brad hanya mencoba membantu menambah penghasilan gaji para karyawannya yang masih tersisa dengan menaikkan bayaran per jam.


Dia pun tak berencana memberlakukan biaya COVID-19 selamanya. Setelah pandemi virus Corona bisa dikendalikan, 'pajak' tambahan tersebut akan dihapus dan tagihan kembali normal.

Tak hanya Michigan, sejumlah restoran di California dan Missouri juga memberlakukan biaya tambahan terkait COVID-19.



Simak Video "5 Tips Aman ala dr Reisa agar Terhindar COVID-19 Saat Terima Paket"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)