Cara Muslim Berbagai Dunia Menjalankan Ibadah saat Ramadhan di Tengah Pandemi

Hestianingsih - wolipop Rabu, 06 Mei 2020 17:30 WIB
Imam Ustaz H Deden M Ramadhan menyiarkan acara tadarus Al-Quran secara dalam jaringan di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta, Senin (27/4/2020). Sekretaris Dewan Pengurus Masjid Agung Sunda Kelapa Ismed Hasan Putro menyebut kegiatan ibadah di lingkungan masjid selama bulan suci ramadhan ditiadakan namun tetap menyiarkan tadarus secara daring guna mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj. Imam Ustaz H Deden M Ramadhan menyiarkan acara tadarus Al-Quran secara online di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Jakarta -

Bulan suci Ramadhan datang di kala dunia sedang menghadapi pandemi virus Corona. Kebiasaan dan budaya menyambut bulan puasa di berbagai negara pun terpaksa tidak dilakukan demi memutus rantai penyebaran COVID-19.

Sejumlah negara yang penduduknya mayoritas beragama Islam memang memiliki budaya sendiri dalam melaksanakan ibadah puasa. Kebiasaan ini sudah turun temurun dilakukan dari generasi ke generasi.

Lantas bagaimana Muslim di berbagai belahan dunia beradaptasi saat menunaikan kewajibannya di tengah wabah?

Seperti dikutip dari Al Jazeera, tahun ini banyak negara yang mengimbau rakyatnya agar menghindari kerumunan dan orang banyak di satu tempat. Mereka juga disarankan makan sahur dan buka puasa di rumah masing-masing bersama keluarga. Ini jadi hal baru karena di tahun-tahun sebelumnya, Ramadhan justru menjadi momen bagi umat Muslim berkumpul dan saling bersilaturahmi dalam kebersamaan.

Mesir menyimpan jejak sejarah peradaban dunia yang agung, salah satunya adalah Kota Tua Alexandria. Kota kuno ini sudah berdiri sejak ribuan sebelum masehi dan masih tetap berdiri hingga kini.Potret Kota Tua Alexandria di Mesir. Foto: AFP via Getty Images/-


Di Mesir, semua aktivitas yang berkaitan dengan Ramadhan, termasuk buka puasa bersama dan makan malam untuk penggalangan dana dilarang. Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga mengimbau agar pertemuan ceramah atau pengajian dilakukan secara virtual jika memungkinkan.

Dari kawasan Asia Tenggara, bazaar makanan, minuman dan pakaian yang biasanya marak di Bulan Ramadhan dilarang diadakan. Kebijakan ini diberlakukan Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam.

Salat Tarawih berjamaah juga jadi salah satu kegiatan yang dilarang saat Ramadhan akibat pandemi virus Corona. Yordania misalnya, melarang salat Tarawih berjamaah di masjid dan meminta warganya beribadah di rumah.

Masjid Sultan Omar Ali SaefudinMasjid Sultan Omar Ali Saefudin di Brunei Darussalam. Foto: Riswihani/d'travelers


Pemimpin Agung Iran Ayatollah Ali Khamenei juga meminta warganya menghindari salat dan doa bersama di masjid atau tempat umum lainnya. Sementara itu Sultan Selangor Sultan Sharafuddin Idris Shah di Malaysia memberhentikan seluruh aktivitas keagamaan di masjid hingga 31 Mei 2020.


"Pemerintah benar-benar mengimbau warganya untuk melaksanakan salat lima waktu di rumah saja, dan menurut saya hanya anggota keluarga saja (yang bisa salat jamaah) bukan ibadah bersama sebagai kelompok," kata Rozana Isa, ketua Sisters in Islam, sebuah komunitas muslim di Malaysia.

Salat Tarawih di Arab Saudi masih bisa dilaksanakan di masjid di Makkah dan Madinah. Namun Raja Salman memerintahkan agar waktu salat Tarawih dipersingkat dan tanpa dihadiri masyarakat umum.

Muslim worshippers wear masks after the noon prayers outside the Grand Mosque, in the Muslim holy city of Mecca, Saudi Arabia, Saturday, March 7, 2020. Few worshippers were allowed to circumambulate the Kaaba, the cubic building at the Grand Mosque, over fears of the new coronavirus. (AP Photo/Amr Nabil)Potret umat Muslim di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi. (AP Photo/Amr Nabil) Foto: AP Photo/Amr Nabil


Pakistan juga mengizinkan salat dan ibadah dilakukan di masjid selama Ramadhan. Namun para jamaah yang hadir diwajibkan jaga jarak minimal dua meter dan harus membawa sajadah sendiri.


Dari tanah Eropa, masjid-masjid di Inggris menggelar khotbah, tadarus dan pengajian secara live-stream. Muslim yang ingin mengikutinya bisa bergabung lewat Zoom, Live Facebook atau Live YouTube.

"Bagi kami, konektivitas baik itu melalui kelas, pembacaan Al-Quran atau berdoa bersama di masjid, kami mencoba melakukannya di rumah," kata Aiasha Amir, instruktur dan motivator yang setiap harinya mengajar Al-Quran secara live lewat Facebook selama Ramadhan.

Dalam masa pandemi seperti ini, esensi beribadah dengan khusyuk yang kini lebih diutamakan, meskipun hanya bisa dilakukan di rumah. Keputusan ini lebih bijak ketimbang memaksakan diri untuk berkumpul di satu tempat tapi bisa meningkatkan risiko menularkan atau tertular virus Corona.



Simak Video "LDR sama Keluarga, Bikin Hampers Sendiri Yuk! "
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)