Dilarang Pasang Gembok Cinta di Brooklyn Bridge NY, Dendanya Rp 1,3 Juta
Hestianingsih - wolipop
Rabu, 22 Feb 2017 15:43 WIB
New York
-
Familiar dengan gembok cinta atau love locks? Jika berkunjung ke Namsan Tower di Seoul, Korea atau Rialto Bridge di Venice, Italia, Anda akan mendapati ratusan bahkan ribuan gembok cinta tergantung di sepanjang sisi jembatan.
Gembok cinta biasanya dipasang oleh para turis yang datang, dengan harapan cinta mereka akan terkunci dan abadi selamanya. Ada pula yang percaya mitos, ketika memasang gembok, menuliskan nama seseorang yang dicintai dan melemparkan kuncinya, maka cinta akan bersambut.
Selain Seoul dan Venice, gembok cinta juga banyak menghiasi jembatan terkenal lain di berbagai kota mulai dari Paris, Dublin hingga Moscow. Tapi jangan harap Anda bisa memasang gembok cinta ketika berkunjung ke Brooklyn Bridge di New York, Amerika Serikat. Jembatan sepanjang 1.825 meter ini memang menjadi 'sasaran empuk' para wisatawan untuk 'menggembok' cinta mereka. Namun pemerintah New York tidak akan memperbolehkan satu gembok pun tersemat di teralis besi jembatan yang jadi kebanggaan warga The Big Apple ini.
Di ujung jembatan, sudah terpampang rambu yang melarang pengunjung memasang gembok jenis apapun. "No locks, yes lox (salmon asap -red)," begitu tulisan yang terdapat di rambu peraturan. Jika nekat melanggar, Anda bisa dikenakan denda sebesar USD 100 atau sekitar Rp 1,3 juta. Lumayan untuk biaya makan di New York selama lima hari, kan?
Rambu larangan memasang gembok juga ditaruh di beberapa area sepanjang jembatan, dan berakhir di ujung jembatan lainnya. Tulisan di rambu memang sengaja dibuat dengan bahasa yang casual agar terkesan lebihi persuasif.
Di rambu larangan lain misalnya, ditulis dengan kata-kata, "Yes love, No locks. Fine USD 100." Artinya Anda boleh saja mencintai seseorang atau menebarkan rasa cinta. Tapi rasa cinta itu tidak perlu diperlihatkan dengan memasang gembok.
Peraturan ini dibuat pemerintah New York karena keluhan warga lokal yang merasa terganggu dengan menumpuknya gembok yang mengganggu pemandangan di Brooklyn Bridge. Selain itu menurut Departemen Perhubungan New York (DOT), keberadaan gembok cinta menambah bujet untuk biaya pemeliharaan dan juga berbahaya bagi lalu lintas di bawah jembatan.
"Arsitek brilian John Roebling merancang Brooklyn Bridge dengan struktur yang aman dan tahan lama hingga berabad-abad, tapi gembok cinta ini bisa berbahaya bagi pejalan kaki dan pengendara motor karena beban jembatannya jadi bertambah," ujar Kepala Biro Transportasi Kepolisian New York Thomas M. Chan, seperti dikutip dari Curbed.
Selain gembok, pengunjung juga dilarang mengikatkan tali earphone, pita, tali sepatu, dan benda-benda tidak jelas lainnya di area jembatan. Menurut pihak yang berwenang, cinta bisa diungkapkan dengan cara-cara lain tanpa harus merusak pemandangan dan bangunan yang ikonik.
Sekadar informasi, Paris pun kini tidak lagi menjadikan gembok cinta sebagai daya tarik jembatan Pont des Arts. Sejak 1 Juni 2015, ribuan gembok yang terpasang di sisi kiri dan kanan jembatan disingkirkan demi alasan keamanan.
Selama bertahun-tahun, tempat ini dijadikan tempat bagi para pengunjung mengekspresikan cintanya. Tradisi ini biasanya juga diikuti dengan melempar kunci ke Sungai Seine di bawah jembatan. Namun karena terlalu banyaknya gembok, beberapa bagian jembatan mulai rapuh bahkan bagian anggarnya runtuh karena tak kuat menahan beban gembok.
So, jika Anda ingin berjalan-jalan ke Brooklyn Bridge, puaskan saja waktu dengan berfoto-foto, jalan-jalan, bersepeda atau jalan santai sambil makan bagel isi lox atau irisan salmon asap! (hst/hst)
Gembok cinta biasanya dipasang oleh para turis yang datang, dengan harapan cinta mereka akan terkunci dan abadi selamanya. Ada pula yang percaya mitos, ketika memasang gembok, menuliskan nama seseorang yang dicintai dan melemparkan kuncinya, maka cinta akan bersambut.
Foto: Hestianingsih |
Selain Seoul dan Venice, gembok cinta juga banyak menghiasi jembatan terkenal lain di berbagai kota mulai dari Paris, Dublin hingga Moscow. Tapi jangan harap Anda bisa memasang gembok cinta ketika berkunjung ke Brooklyn Bridge di New York, Amerika Serikat. Jembatan sepanjang 1.825 meter ini memang menjadi 'sasaran empuk' para wisatawan untuk 'menggembok' cinta mereka. Namun pemerintah New York tidak akan memperbolehkan satu gembok pun tersemat di teralis besi jembatan yang jadi kebanggaan warga The Big Apple ini.
Di ujung jembatan, sudah terpampang rambu yang melarang pengunjung memasang gembok jenis apapun. "No locks, yes lox (salmon asap -red)," begitu tulisan yang terdapat di rambu peraturan. Jika nekat melanggar, Anda bisa dikenakan denda sebesar USD 100 atau sekitar Rp 1,3 juta. Lumayan untuk biaya makan di New York selama lima hari, kan?
Foto: Hestianingsih |
Rambu larangan memasang gembok juga ditaruh di beberapa area sepanjang jembatan, dan berakhir di ujung jembatan lainnya. Tulisan di rambu memang sengaja dibuat dengan bahasa yang casual agar terkesan lebihi persuasif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peraturan ini dibuat pemerintah New York karena keluhan warga lokal yang merasa terganggu dengan menumpuknya gembok yang mengganggu pemandangan di Brooklyn Bridge. Selain itu menurut Departemen Perhubungan New York (DOT), keberadaan gembok cinta menambah bujet untuk biaya pemeliharaan dan juga berbahaya bagi lalu lintas di bawah jembatan.
"Arsitek brilian John Roebling merancang Brooklyn Bridge dengan struktur yang aman dan tahan lama hingga berabad-abad, tapi gembok cinta ini bisa berbahaya bagi pejalan kaki dan pengendara motor karena beban jembatannya jadi bertambah," ujar Kepala Biro Transportasi Kepolisian New York Thomas M. Chan, seperti dikutip dari Curbed.
Foto: Hestianingsih |
Selain gembok, pengunjung juga dilarang mengikatkan tali earphone, pita, tali sepatu, dan benda-benda tidak jelas lainnya di area jembatan. Menurut pihak yang berwenang, cinta bisa diungkapkan dengan cara-cara lain tanpa harus merusak pemandangan dan bangunan yang ikonik.
Sekadar informasi, Paris pun kini tidak lagi menjadikan gembok cinta sebagai daya tarik jembatan Pont des Arts. Sejak 1 Juni 2015, ribuan gembok yang terpasang di sisi kiri dan kanan jembatan disingkirkan demi alasan keamanan.
Selama bertahun-tahun, tempat ini dijadikan tempat bagi para pengunjung mengekspresikan cintanya. Tradisi ini biasanya juga diikuti dengan melempar kunci ke Sungai Seine di bawah jembatan. Namun karena terlalu banyaknya gembok, beberapa bagian jembatan mulai rapuh bahkan bagian anggarnya runtuh karena tak kuat menahan beban gembok.
So, jika Anda ingin berjalan-jalan ke Brooklyn Bridge, puaskan saja waktu dengan berfoto-foto, jalan-jalan, bersepeda atau jalan santai sambil makan bagel isi lox atau irisan salmon asap! (hst/hst)












































Foto: Hestianingsih
Foto: Hestianingsih
Foto: Hestianingsih