Tips Pertama Kali Ajak Anak Balita Anda Traveling
Daniel Ngantung - wolipop
Sabtu, 14 Nov 2015 10:04 WIB
Jakarta
-
Sebagai seorang penggila traveling, travel blogger Nila Tanzil ingin menularkan hobinya kepada sang buah hati. Tidak heran jika Nila sudah memboyong putri pertamanya Sienna Tanzil Petersen berpergian jauh sejak masih berusia tiga bulan.
Bahkan beberapa bulan lalu, pendiri Taman Bacaan Pelangi itu mengajak Sienna yang 1 Desember mendatang genap berusia setahun berkeliling sejumlah negara di Eropa. Sering bolak-balik Jakarta - Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, untuk memantau taman bacaannya, Nila pun pergi bersama putrinya.
"Besok aku ke Labuan Bajo lagi. Ini perjalanan keenam Sienna ke sana," ujar Nila saat ditemui Wolipop di sela Nutrifood Leadership Award beberapa waktu lalu.
Menurut wanita yang sudah berkunjung ke 32 negara itu, mengenalkan traveling sedini mungkin kepada anak adalah bagian dari proses pembentukan karakternya.
"Anak bisa belajar beradaptasi dengan cepat ketika dewasa kelak. Semakin sering traveling, anak akan mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitar," kata wanita yang bercita-cita diving di lautan Galaspagos, Amerika Selatan, itu.
Nila sendiri juga sudah terbiasa traveling bersama kedua orangtuanya sejak kecil. Ayah dan ibunya berprofesi sebagai fotografer sehingga kerap berpergian jauh untuk berburu objek-objek unik dan cantik.
Meski usia Sienna belum segenap setahun, Nila merasa tidak kewalahan mengurus putrinya selama berpelesir, terutama ketika pertama kalinya Sienna berpergian jauh. Padahal, ia melancong tanpa pengasuh. Bagaimana bisa?
Menurut wanita berkulit eksotis ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan orangtua yang ingin mengajak anak balitanya berpergian jauh untuk kali pertama dengan atau tanpa pengasuh.
1. Santai, Jangan Cemas Berlebihan
Wajar bila orangtua merasa cemas mengingat ini perjalanan jauh pertama bagi buah hati mereka. Entah itu cemas soal kesehatan, persediaan makanan dan minuman, atau pakaian mereka. "Santai saja, jangan terlalu cemas. Soalnya anak peka dan bisa merasakannya. Kalau orangtua panik, anak pasti akan ikut rewel," ujar wanita yang lebih senang berwisata sendiri alias solo traveling itu.
2. Light Traveling,
Bawalah barang seperlunya. Jangan terlalu membebani beban Anda dengan barang yang terlalu berlebihan. Utamakan perlengkapan seperti pakaian, selimut, sepatu, obat-obatan, baby carrier seperti kereta bayi (stroller) dan rompi penggendong, serta mainan untuk menghibur buah hati.
"Pakaian juga secukupnya karena masih bisa dicuci. Kalau makan dan minuman juga bisa dibeli selama perjalanan," kata Nila yang juga berbagi tips traveling aman dan nyaman bersama anak di akun Instagram @Siennalittleeplorer.
3. Wajib Bawa Selimut
Bagi Nila, benda yang satu ini sangat multifungsi sehingga wajib dibawa. Selain menghangatkan tubuh dari hawa dingin, selimut juga berfungsi sebagai alas tidur di kala tempat tidur kurang memadai. Kaus kaki dan topi juga masuk dalam daftar wajibnya.
4. Gunakan Baby Carrier yang Tepat
Saat menelusuri jalan pedesaan yang berbatu tentunya Anda akan kesulitan menggunakan stroller atau kereta bayi. Maka kenali medan sebelum berpergian untuk menggunakan baby carrier yang tepat. Stroller cocok untuk jalanan berpermukaan rata. Jika medannya kasar, rompi penggendong bayi bisa jadi pilihan. Pastikan Anda juga membewa gendongan yang diselempangkan untuk bayi.
(dng/ami)
Bahkan beberapa bulan lalu, pendiri Taman Bacaan Pelangi itu mengajak Sienna yang 1 Desember mendatang genap berusia setahun berkeliling sejumlah negara di Eropa. Sering bolak-balik Jakarta - Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, untuk memantau taman bacaannya, Nila pun pergi bersama putrinya.
"Besok aku ke Labuan Bajo lagi. Ini perjalanan keenam Sienna ke sana," ujar Nila saat ditemui Wolipop di sela Nutrifood Leadership Award beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anak bisa belajar beradaptasi dengan cepat ketika dewasa kelak. Semakin sering traveling, anak akan mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitar," kata wanita yang bercita-cita diving di lautan Galaspagos, Amerika Selatan, itu.
Nila sendiri juga sudah terbiasa traveling bersama kedua orangtuanya sejak kecil. Ayah dan ibunya berprofesi sebagai fotografer sehingga kerap berpergian jauh untuk berburu objek-objek unik dan cantik.
Meski usia Sienna belum segenap setahun, Nila merasa tidak kewalahan mengurus putrinya selama berpelesir, terutama ketika pertama kalinya Sienna berpergian jauh. Padahal, ia melancong tanpa pengasuh. Bagaimana bisa?
Menurut wanita berkulit eksotis ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan orangtua yang ingin mengajak anak balitanya berpergian jauh untuk kali pertama dengan atau tanpa pengasuh.
1. Santai, Jangan Cemas Berlebihan
Wajar bila orangtua merasa cemas mengingat ini perjalanan jauh pertama bagi buah hati mereka. Entah itu cemas soal kesehatan, persediaan makanan dan minuman, atau pakaian mereka. "Santai saja, jangan terlalu cemas. Soalnya anak peka dan bisa merasakannya. Kalau orangtua panik, anak pasti akan ikut rewel," ujar wanita yang lebih senang berwisata sendiri alias solo traveling itu.
2. Light Traveling,
Bawalah barang seperlunya. Jangan terlalu membebani beban Anda dengan barang yang terlalu berlebihan. Utamakan perlengkapan seperti pakaian, selimut, sepatu, obat-obatan, baby carrier seperti kereta bayi (stroller) dan rompi penggendong, serta mainan untuk menghibur buah hati.
"Pakaian juga secukupnya karena masih bisa dicuci. Kalau makan dan minuman juga bisa dibeli selama perjalanan," kata Nila yang juga berbagi tips traveling aman dan nyaman bersama anak di akun Instagram @Siennalittleeplorer.
3. Wajib Bawa Selimut
Bagi Nila, benda yang satu ini sangat multifungsi sehingga wajib dibawa. Selain menghangatkan tubuh dari hawa dingin, selimut juga berfungsi sebagai alas tidur di kala tempat tidur kurang memadai. Kaus kaki dan topi juga masuk dalam daftar wajibnya.
4. Gunakan Baby Carrier yang Tepat
Saat menelusuri jalan pedesaan yang berbatu tentunya Anda akan kesulitan menggunakan stroller atau kereta bayi. Maka kenali medan sebelum berpergian untuk menggunakan baby carrier yang tepat. Stroller cocok untuk jalanan berpermukaan rata. Jika medannya kasar, rompi penggendong bayi bisa jadi pilihan. Pastikan Anda juga membewa gendongan yang diselempangkan untuk bayi.
(dng/ami)
Elektronik & Gadget
Bikin Konten Makin Glow Up dengan MIXIO Ring Light 33cm + Light Stand Tripod 2M yang Wajib Kamu Punya!
Perawatan dan Kecantikan
Kulit Cerah, Wangi Mewah, dan Fresh Seharian dengan Shower Gel Favorit!
Elektronik & Gadget
Review 3 TWS Terbaru yang Lagi Hype dan Jadi Favorit Banyak Orang!
Perawatan dan Kecantikan
Rahasia Kulit Halus, Cerah, dan Glowing Alami dengan THE BATH BOX - Almond Dolce Body Scrub Paste!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Pura-pura Tajir, Pasangan Tahan Antrean Pesawat Demi Foto di Business Class
5 Benda yang Layak Dibeli untuk Oleh-oleh saat Traveling
Penumpang Pesawat Ramai-Ramai Pakai Piama di Bandara, Ada Apa?
5 Rekomendasi Kegiatan Seru Liburan Bertema 'Nature Escape' di Singapura
5 Bangunan Ikonik Mewah di Dunia, Salah Satunya Taj Mahal
Most Popular
1
Potret Pernikahan Gita Bhebhita 'Agak Laen 2', Cantik dengan Gaun Kebaya
2
Sosok Miliuner Wanita yang Beri Mahar ke Suami Rp 112 M, Dulu Pekerja Salon
3
Gaya Nicole Scherzinger Disebut Mirip Kim Kardashian, Pacar Baru Lewis Hamilton
4
Bayi Pertama Lahir Setelah 17 Tahun, Satu Desa Gelar Spanduk Ucapkan Selamat
5
8 Drama Korea Romantis CEO Tampan, Ditaburi Banyak Adegan Ciuman
MOST COMMENTED











































