Mengenal Ragam Kupu-Kupu Langka di Taman Kupu-Kupu Kebumen
Arina Yulistara - wolipop
Senin, 21 Sep 2015 17:45 WIB
Jakarta
-
Pendiri Taman Kupu-Kupu Alian, dr Bambang Gunawan SpOG, mengatakan bahwa bangunan taman ini sudah ada sejak 1905 dan dipakai oleh Belanda. Kemudian bangunan ini baru diperbaiki di awal 2015 untuk menjadi peternakan kupu-kupu. Ide pembuatan taman yang baru dibuka sejak Juni lalu itu datang dari seorang insinyur pertanian yang melakukan survei di lima daerah kawasan Kebumen.
Sang insinyur yang tak disebutkan namanya tersebut melihat ada sekitar 130 jenis kupu-kupu berbeda dan beberapa di antaranya termasuk langka. Jika ragam kupu-kupu itu dikembangbiakkan maka bisa menarik perhatian turis untuk berwisata ke Kebumen, Jawa Tengah.
Mendengar hal itu, Bambang yang merupakan pria asal Kebumen merasa tertarik dengan ide tersebut karena bisa mengembangkan kota kelahirannya. Dokter yang kini berdomisili di Tangerang itu lalu melakukan langkah besar dengan merenovasi bangunan bekas Belanda agar menjadi tempat wisata yang bisa menarik turis lokal maupun internasional.
Proses pembuatan taman ini dilakukan sejak Januari dan rampung pada Juni sehingga sudah bisa dioperasikan. Setelah bisa dibuka untuk umum, tak disangka taman ini dapat menyedot ribuan pengunjung. Saat libur Hari Raya pada Juli lalu, Taman Kupu-Kupu Alian bisa menarik sekitar 1.200 pengunjung. Seperti apa area taman kupu-kupu yang bisa menyedot perhatian ribuan pengunjung tersebut?
Baca Juga: 50 Inspirasi Model Kebaya
Melihat lebih ke dalam, taman ini memang tampak kecil namun terlihat asri dengan penanaman pohon-pohon di sekitarnya. Ketika masuk ke area taman terlihat banyak kupu-kupu yang terbang bebas menikmati makanan mereka. Area taman ditutup dengan jaring sehingga kupu-kupu tak bisa terbang keluar namun tetap dapat menghirup udara segar serta terkena sinar matahari.
Terdapat sekitar 130 jenis kupu-kupu yang bisa dinikmati di dalam taman. Beberapa di antaranya termasuk langka seperti kupu-kupu gajah yang memiliki tubuh dan sayap besar. Sayapnya tampak cantik dengan perpaduan warna kuning dan oranye.
Selain kupu-kupu gajah, ada pula yang jenis troides helena dengan sayap besar dan memiliki ciri khas warna kuning di sayap bagian bawah. Sambil membimbing rombongan media melihat area dalam taman, Bambang mengatakan bahwa perawatan kupu-kupu di Indonesia tidak terlalu sulit karena termasuk hewan yang hidup di alam tropis. Begitu pula untuk melakukan ternak kupu-kupu yang tidak terlalu banyak kendala. Cukup ditumbuhkan banyak pohon dan bunga untuk makanan sekaligus menjadi tempat ulat berkembang.
Bambang menambahkan, kupu-kupu hanya memiliki hidup selama kurang lebih satu bulan. Meski demikian, kupu-kupu mudah sekali bertelur. Bahkan hewan yang menghisap nektar ini sudah melakukan perkawinan setelah dua jam ditelurkan. Oleh sebab itu walau usianya sangat pendek tapi kupu-kupu tidak pernah punah.
Setelah melihat-lihat di area taman, Anda juga dapat belajar mengenai asal mula kupu-kupu di dalam ruangan khusus untuk mengenal lebih dekat dengan hewan cantik ini. Anda juga bisa melihat langsung kawasan penangkarannya di dekat Taman Kupu-Kupu Alian. Tertarik datang ke sini untuk belajar lebih banyak tentang kupu-kupu? Taman Kupu-Kupu Alian terbuka untuk umum dengan tiket masuk sebesar Rp 20 ribu.
(aln/hst)
Kupu-kupu menjadi salah satu serangga cantik yang banyak dikembangbiakkan. Tujuan pengembangan tersebut untuk menjadi tempat wisata alam sehingga masyarakat lebih mengenal berbagai jenis kupu-kupu dari Indonesia. Di Jawa Tengah, tempat wisata yang menyajikan ratusan kupu-kupu warna-warni bisa ditemukan di Kebumen.
Tempat wisata yang bernama 'Taman Kupu-Kupu Alian' itu berada di Desa Krakal Kecamatan Alian, Kebumen, Jawa Tengah. Saat Wolipop bersama rombongan Martha Tilaar Group (MTG) berkunjung ke taman tersebut, suasana masih sepi pengunjung. Tampak luar, Taman Kupu-Kupu Alian terlihat menarik perhatian karena memiliki bentuk bangunan seperti benteng di zaman Belanda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sang insinyur yang tak disebutkan namanya tersebut melihat ada sekitar 130 jenis kupu-kupu berbeda dan beberapa di antaranya termasuk langka. Jika ragam kupu-kupu itu dikembangbiakkan maka bisa menarik perhatian turis untuk berwisata ke Kebumen, Jawa Tengah.
Mendengar hal itu, Bambang yang merupakan pria asal Kebumen merasa tertarik dengan ide tersebut karena bisa mengembangkan kota kelahirannya. Dokter yang kini berdomisili di Tangerang itu lalu melakukan langkah besar dengan merenovasi bangunan bekas Belanda agar menjadi tempat wisata yang bisa menarik turis lokal maupun internasional.
Proses pembuatan taman ini dilakukan sejak Januari dan rampung pada Juni sehingga sudah bisa dioperasikan. Setelah bisa dibuka untuk umum, tak disangka taman ini dapat menyedot ribuan pengunjung. Saat libur Hari Raya pada Juli lalu, Taman Kupu-Kupu Alian bisa menarik sekitar 1.200 pengunjung. Seperti apa area taman kupu-kupu yang bisa menyedot perhatian ribuan pengunjung tersebut?
Baca Juga: 50 Inspirasi Model Kebaya
Melihat lebih ke dalam, taman ini memang tampak kecil namun terlihat asri dengan penanaman pohon-pohon di sekitarnya. Ketika masuk ke area taman terlihat banyak kupu-kupu yang terbang bebas menikmati makanan mereka. Area taman ditutup dengan jaring sehingga kupu-kupu tak bisa terbang keluar namun tetap dapat menghirup udara segar serta terkena sinar matahari.
Terdapat sekitar 130 jenis kupu-kupu yang bisa dinikmati di dalam taman. Beberapa di antaranya termasuk langka seperti kupu-kupu gajah yang memiliki tubuh dan sayap besar. Sayapnya tampak cantik dengan perpaduan warna kuning dan oranye.
Selain kupu-kupu gajah, ada pula yang jenis troides helena dengan sayap besar dan memiliki ciri khas warna kuning di sayap bagian bawah. Sambil membimbing rombongan media melihat area dalam taman, Bambang mengatakan bahwa perawatan kupu-kupu di Indonesia tidak terlalu sulit karena termasuk hewan yang hidup di alam tropis. Begitu pula untuk melakukan ternak kupu-kupu yang tidak terlalu banyak kendala. Cukup ditumbuhkan banyak pohon dan bunga untuk makanan sekaligus menjadi tempat ulat berkembang.
Bambang menambahkan, kupu-kupu hanya memiliki hidup selama kurang lebih satu bulan. Meski demikian, kupu-kupu mudah sekali bertelur. Bahkan hewan yang menghisap nektar ini sudah melakukan perkawinan setelah dua jam ditelurkan. Oleh sebab itu walau usianya sangat pendek tapi kupu-kupu tidak pernah punah.
Setelah melihat-lihat di area taman, Anda juga dapat belajar mengenai asal mula kupu-kupu di dalam ruangan khusus untuk mengenal lebih dekat dengan hewan cantik ini. Anda juga bisa melihat langsung kawasan penangkarannya di dekat Taman Kupu-Kupu Alian. Tertarik datang ke sini untuk belajar lebih banyak tentang kupu-kupu? Taman Kupu-Kupu Alian terbuka untuk umum dengan tiket masuk sebesar Rp 20 ribu.
(aln/hst)
Health & Beauty
Mykonos Hawaiian Crush Extrait de Parfum, Parfum Wangi Tropis yang Bikin Mood Naik!
Elektronik & Gadget
Airbot X40 Master, Robot Vacuum Super Pintar untuk Rumah Bersih Tanpa Ribet!
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
5 Benda yang Layak Dibeli untuk Oleh-oleh saat Traveling
Penumpang Pesawat Ramai-Ramai Pakai Piama di Bandara, Ada Apa?
5 Rekomendasi Kegiatan Seru Liburan Bertema 'Nature Escape' di Singapura
5 Bangunan Ikonik Mewah di Dunia, Salah Satunya Taj Mahal
Tradisi Unik Idul Adha di Berbagai Negara, Indonesia Hingga Palestina
Most Popular
1
Ramalan Zodiak 9 Januari: Libra Pemasukan Stabil, Scorpio Kerja Keras
2
Daftar Tanggal Cantik 2026, Cocok Untuk Lamar Kekasih Hingga Gelar Pernikahan
3
Gaya Berani Sydney Sweeney di Pemotretan Terbaru, Tubuh Emas Tanpa Busana
4
Potret Piper Rockelle, Mantan Influencer Cilik Gabung OnlyFans Jadi Kontroversi
5
Demi Totalitas Akting, Kate Hudson Rela Nggak Skincare-an dan Naik BB 7 Kg
MOST COMMENTED











































