Tips Menghindari Sakit Telinga Saat Naik Pesawat
Hestianingsih - wolipop
Rabu, 22 Jul 2015 10:06 WIB
Jakarta
-
Saat naik pesawat, umumnya orang akan merasakan tekanan pada telinganya ketika pesawat lepas landas dan mendarat. Kondisi tersebut dinamakan aerotitis, dan gejalanya bisa dirasakan berbeda-beda pada tiap orang. Mulai dari tekanan ringan seperti sedang berada di dalam air, sakit yang terasa menusuk hingga kehilangan pendengaran selama beberapa waktu.
Kenapa telinga bisa mengalami aerotitis? Ketika ada perubahan dalam ketinggian, tubuh akan menyeimbangkan tekanan antara telinga dan kondisi lingkungan dimana kita berada dengan membuka tuba eustachian, yaitu tuba di antara hidung dan telinga. Namun karena kecepatan pesawat, tuba tersebut tidak bisa membuka tepat waktu. Itulah yang membuat telinga terasa seperti tersumbat ketika kita terbang.
Aerotitis memang sulit dihindari, namun ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meminimalisir efeknya. Dokter spesialis THT Ileana Showalter, M.D., dari Mercy Medical Center menyarankan Anda untuk melakukan aktivitas yang bisa membantu tuba eustachian lebih cepat terbuka.
Cara paling dasar dan simpel adalah menyiapkan permen karet atau gula-gula. Kunyahlah permen karet atau hisap permen ketika pesawat lepas landas atau mendarat. Menelan ludah atau menguap juga bisa dilakukan, saran dokter THT Eugene Chio, M.D., dari The Ohio State University wexner Medical Center, seperti dikutip dari Women's Health Mag. Melakukan hal-hal tersebut akan membuat tuba eustachia merenggang sehingga membantu mengurangi tekanan yang dirasakan pada telinga.
Anda juga bisa mencoba menutup kedua lubang hidung dengan cara mencubitnya, kemudian tarik napas dalam-dalam dan dorong udara hingga terasa ada sesuatu yang 'pecah' pada telinga. Namun cara ini sebaiknya dihindari jika Anda mengalami gangguan pada sistem pernapasan, misalnya infeksi sinus atau polip.
"Teknik tersebut bisa mendorong lendir ke telinga dan menyebabkan infeksi pada telinga," ujar dokter THT lainnya, Howard Moskowitz, M.D., Ph.D.
Alternatif lainnya bagi yang bermasalah dengan saluran pernapasan, adalah dengan menggunakan semprotan cairan khusus hidung. Tapi perlu diingat, penggunaan obat yang biasanya mengandung steroid dan dekongestan (obat untuk menghilangkan gejala hidung tersumbat) ini perlu dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter agar diketahui dosisnya.
Jika gejala aerotitis terus berlangsung selama beberapa hari setelah naik pesawat, maka sebaiknya periksakan ke dokter karena kemungkinan Anda mengalami masalah lain pada telinga. Dan apabila Anda mengalami sakit, kehilangan pendengaran, telinga berdenging, pusing atau kotoran telinga bertambah banyak, ada baiknya segera periksa ke dokter THT.
(hst/hst)
Kenapa telinga bisa mengalami aerotitis? Ketika ada perubahan dalam ketinggian, tubuh akan menyeimbangkan tekanan antara telinga dan kondisi lingkungan dimana kita berada dengan membuka tuba eustachian, yaitu tuba di antara hidung dan telinga. Namun karena kecepatan pesawat, tuba tersebut tidak bisa membuka tepat waktu. Itulah yang membuat telinga terasa seperti tersumbat ketika kita terbang.
Aerotitis memang sulit dihindari, namun ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meminimalisir efeknya. Dokter spesialis THT Ileana Showalter, M.D., dari Mercy Medical Center menyarankan Anda untuk melakukan aktivitas yang bisa membantu tuba eustachian lebih cepat terbuka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anda juga bisa mencoba menutup kedua lubang hidung dengan cara mencubitnya, kemudian tarik napas dalam-dalam dan dorong udara hingga terasa ada sesuatu yang 'pecah' pada telinga. Namun cara ini sebaiknya dihindari jika Anda mengalami gangguan pada sistem pernapasan, misalnya infeksi sinus atau polip.
"Teknik tersebut bisa mendorong lendir ke telinga dan menyebabkan infeksi pada telinga," ujar dokter THT lainnya, Howard Moskowitz, M.D., Ph.D.
Alternatif lainnya bagi yang bermasalah dengan saluran pernapasan, adalah dengan menggunakan semprotan cairan khusus hidung. Tapi perlu diingat, penggunaan obat yang biasanya mengandung steroid dan dekongestan (obat untuk menghilangkan gejala hidung tersumbat) ini perlu dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter agar diketahui dosisnya.
Jika gejala aerotitis terus berlangsung selama beberapa hari setelah naik pesawat, maka sebaiknya periksakan ke dokter karena kemungkinan Anda mengalami masalah lain pada telinga. Dan apabila Anda mengalami sakit, kehilangan pendengaran, telinga berdenging, pusing atau kotoran telinga bertambah banyak, ada baiknya segera periksa ke dokter THT.
(hst/hst)
Home & Living
Siapkan BBQ Malam Tahun Baru yang Seru & Ngangenin dengan Perlengkapan BBQ & Hotpot Ini!
Home & Living
3 Ide Kado Spesial Tahun Baru untuk Orang Tersayang!
Health & Beauty
Tahun Baru, Warna Baru! 3 Lip Produk Ini Layak Dicoba Pekerja Kantoran dan Wanita Kuliahan
Hobbies & Activities
Nunggu Countdown Tahun Baru Anti Bosan! 5 Board Game Ini Bisa Jadi Pilihan Penyelamat Suasana
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Penumpang Pesawat Ramai-Ramai Pakai Piama di Bandara, Ada Apa?
5 Rekomendasi Kegiatan Seru Liburan Bertema 'Nature Escape' di Singapura
5 Bangunan Ikonik Mewah di Dunia, Salah Satunya Taj Mahal
Tradisi Unik Idul Adha di Berbagai Negara, Indonesia Hingga Palestina
Jarang Terpikirkan, 10 Barang Ini Ternyata Bermanfaat Saat Traveling
Most Popular
1
Pendiam hingga Bucin, Ini Tanda Seseorang Jatuh Cinta Menurut Zodiak
2
Ramalan Zodiak 28 Desember: Libra Abaikan Hasutan, Scorpio Tetap Semangat
3
Viral Disebut Mirip Jin BTS, Kim Mu Jun Ngaku Ingin Bertemu Langsung
4
Ramalan Zodiak Cinta 28 Desember: Capricorn Makin Mesra, Gemini Lebih Jujur
5
Sinopsis IDOL I, Drakor Viral Sorot Realita Idol KPop Diteror Fans Penguntit
MOST COMMENTED











































