Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Kagumnya Melihat Budaya Antre di Jepang Tanpa Harus Disuruh

Ferdy Thaeras - wolipop
Senin, 15 Jun 2015 14:35 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta -

Budaya antre rasanya sudah mendarah daging bagi masyarakat Jepang. Bagaimana tidak, di setiap tempat yang dikunjungi Wolipop selalu saja ada antrean yang rapih tanpa harus dijaga oleh petugas. Kontras sekali dengan apa yang terjadi di Jakarta.

Beberapa waktu yang lalu, Wolipop sempat berlibur di Jepang, mengunjungi beberapa tempat dari Tokyo hingga Osaka. Ada satu hal yang membuat kami takjub dan membuat rasa nyaman yang sangat tinggi. Di tempat keramaian atau dimanapun, semua orang dengan sabar mengantre tanpa harus menyerobot. Di jalanan, di loket atau di ruang publik manapun, semua orang dengan inisiatif membentuk garis antrean dan berdiri manis di belakang orang yang sudah ada sebelumnya.

Kontras dengan Jakarta, budaya mengantre yang sudah diajarkan di sekolah dasar pun sepertinya tak berlaku. Memang masih ada orang yang memiliki etiket dan mengantre tapi nampaknya hanya bisa dihitung dengan jari. Tak hanya anak muda, ibu-ibu pun dengan berani menyelak antrean tanpa lihat kanan-kiri. Jika ditegur hanya buang muka dan pura-pura tak mendengar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kamipun bertanya kepada salah satu rekan, warga asli Tokyo bernama Daisuke. Mengapa orang dengan mudah mengantre tanpa harus disuruh petugas. Iapun sederhana menjawab. “Respek. Kami menghargai hak orang lain yang sudah datang lebih dahulu.” Kami yang saat itu berdiri mengantre untuk masuk ke kereta dalam kota pun merasa nyaman dan tertib tanpa ada emosi.

Kamipun bertanya kembali bagaimana caranya agar budaya mengantre seperti ini bisa diterapkan di negara sendiri. “Apakah ada yang salah dengan sistem dan hukum?” Iapun kembali menjawab. “Saya rasa tidak ada hubungannya dengan apapun, cukup dengan diri sendiri. Semua mulai dari diri sendiri dan semuanya akan memperlihatkan siapa kita.”

Ia juga menjelaskan menyerobot antrean bisa saja terjadi jika memang ada keperluan orang yang mendesak seperti ada yang akan melahirkan atau sakit parah. Semua bisa dilakukan dengan meminta izin baik-baik kepada orang-orang yang akan diserobot antreannya. Semua pasti akan mengerti dan dengan maklum mempersilahkan jika alasannya jelas.

Melihat fenomena orang Jepang yang jika berjalan seperti sedang terburu-buru dan tidak melihat kanan-kiri, kamipun kembali bertanya. “Bukankah semua orang terlihat buru-buru seperti sedang ada keperluan penting?” Iapun kembali menjawab bahwa semua orang pasti memiliki kepentingan masing-masing namun bukan berarti ia lebih penting dari yang lain dan harus mengorbankan hak orang lain dan membuat kesal.

Antrean yang kami amati begitu disiplin juga terjadi di antrean tangga eskalator dimana semua orang berdiri di sebelah kiri dan jika berpasangan, salah satunya tetap berdiri di belakang dan bukan menghalangi jalan. Mirip dengan Singapura namun di Jepang lebih tegas. Orang di belakang pasti akan menegur Anda dan kemudian meminta Anda bergeser.

(fer/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads