Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Laporan dari Seoul

Uniknya Pedagang Permen 'Benang' Korea, Cuma 2 Menit & Berbahasa Indonesia

wolipop
Kamis, 04 Des 2014 14:47 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Hestianingsih/Wolipop
Jakarta -

Berkunjung ke Korea Selatan belum lengkap tanpa mencicipi makanan khasnya. Jika mendatangi Myeong-dong, Insadong, Dongdaemun dan sejumlah area populer lainnya di Seoul, Anda akan menemukan pedagang kaki lima yang menjual berbagai jajanan pasar khas Negeri Ginseng. Salah satu yang cukup populer adalah Ta-Rae.

Ta-Rae merupakan penganan manis seperti permen yang terbuat dari madu dan malt. Pada zaman dulu Ta-Rae disajikan khusus untuk raja dan para tamu kehormatan. Kini makanan 'elit' itu pun bisa dinikmati oleh semua kalangan.

Cara para penjual Ta-Rae mempromosikan dagangannya cukup menarik. Biasanya sasaran pembeli mereka adalah wisatawan asing yang kebetulan melintas. "Hey, do you already know about this? I'll show something interesting, only for two minutes," ujar salah seorang pedagang Ta-Rae yang Wolipop temui saat berkunjung ke Insadong, Seoul, Korea Selatan bersama rombongan press tour LG Electronics Indonesia, Rabu (3/12/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika pengunjung kepincut untuk melihat, mereka pun segera memamerkan atraksi pembuatan Ta-Rae yang cukup menarik. Pertama-tama penjual mengeluarkan sebuah kepingan berwarna bening dan keras. "Do you know what this is?" Tanya sang penjual sambil memegang dan mengetuk-ngetukkannya ke kaca.

Awalnya Wolipop mengira itu adalah gula batu atau es batu. Namun ternyata kepingan itu adalah madu yang telah dikaramelisasi. Madu kemudian dimasukkan ke dalam wadah berisi tepung. Atraksi pembuatan kue pun dimulai.

"Tarik, tarik, tarik!" seru si penjual yang berjumlah tiga orang itu dalam bahasa Indonesia. Ternyata mereka tahu sedikit tentang bahasa dasar Indonesia seperti 'madu', 'tepung', 'belum' dan 'ulur'. Salah satunya bahkan pernah pergi ke Bali.

Madu pun ditarik dan diulur sehingga bentuknya jadi memanjang. Entah bagaimana caranya, tanpa terlihat tiba-tiba madu tersebut berbentuk seperti gulungan benang tipis berwarna putih. Kemudian madu dipindahkan ke meja lain untuk dipotong-potong. Setelah dipotong, dimasukkan cacahan halus kacang yang dicampur wijen. Penjual lalu memberikannya pada pengunjung.

Bentuk Ta-Rae mirip seperti kepompong ulat sutera. Rasanya sedikit manis bercampur dengan gurihnya wijen dan kacang. Jika tertarik, Anda bisa membeli Ta-Rae dalam kemasan kotak isi delapan butir. Tapi jika tidak, para penjual ini pun tidak akan bersungut-sungut.

Ada tiga rasa yang bisa dipilih; cokelat, almond dan kacang tanah. Satu kotak dijual seharga mulai dari 5.000 Won (almond dan kacang tanah) atau sekitar Rp 55 ribu dan 7000 won (cokelat) atau sekitar Rp 77 ribu. Lebih enak dimakan dalam keadaan beku karena rasanya lebih manis seperti permen.

(hst/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads