Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Laporan dari Seoul

Insadong Street, Tempat Belanja Suvenir Khas Korea yang Mirip Jalan Malioboro

wolipop
Kamis, 04 Des 2014 08:44 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Hestianingsih/Wolipop
Jakarta -

Seoul, Korea Selatan memiliki banyak tempat menarik untuk dikunjungi baik untuk sekadar melihat-lihat, berwisata atau belanja. Kegiatan yang disebutkan terakhir ini tentunya sayang untuk dilewatkan para wisatawan yang hobi berbelanja terutama wanita.

Jika Myeong-dong terkenal sebagai pusatnya tempat belanja kosmetik dan Dongdaemun menjadi destinasi belanja berbagai barang murah dan grosir, maka berbeda dengan Insadong. Kawasan yang terletak di jantung kota Seoul ini kental dengan nuansa etnik dan tradisional khas Korea.

Bersama rombongan press tour LG Electronics, Wolipop menyempatkan berkunjung ke salah satu area di Insadong yang menjadi daya tarik wisatawan mancanegara maupun domestik, Insadong Street. Kawasan ini merupakan sebuah jalan yang kiri-kanannya dipenuhi butik, toko suvenir, gerobak penjaja street food serta sejumlah kafe dan tempat hangout.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Udara dingin di malam hari yang mencapai minus 7 derajat Celcius saat Wolipop mengunjungi kawasan ini, Selasa (2/12/2014) tidak menghalangi niat para peminat belanja untuk berburu barang kesukaannya. Insadong merupakan tempat yang tepat jika Anda ingin mencari suvenir dan benda-benda khas Korea Selatan. Mulai dari topeng etnik, gantungan kunci berbentuk Hanbok, kaos kaki gambar bendera Korea, peralatan makan, hiasan rumah hingga cermin. Sekilas, penampakan jalan ini mirip dengan Malioboro di Jogjakarta.

Terdapat pula butik-butik pakaian dengan harga yang cukup bersaing. Karena Desember sudah memasuki musim dingin, kebanyakan barang yang dijajakan adalah pakaian hangat seperti sweter, jaket dan mantel. Sebuah mantel panjang berbahan wool dijual dengan harga Rp 19 ribu won atau sekitar Rp 210 ribuan. Ada pula kardigan rajut dengan bahan yang cukup tebal untuk menahan dingin dijual seharga Rp 10 ribu won atau sekitar Rp 110 ribuan. Jika mencari alas kaki, boots pun dijual mulai dari harga Rp 100 ribuan. Lengkapi gaya musim dingin Anda dengan topi serta sarung tangan rajut rata-rata seharga 12 ribu won atau sekitar Rp 130 ribuan namun harga ini masih bisa ditawar. Berbeda dengan di Indonesia, jangan sekali-sekali menawar hingga setengah harga karena pandangan kesal dari penjual yang akan Anda dapatkan. Tawarlah dengan harga beberapa ribu won lebih murah dari yang ditawarkan.

Makin ke dalam, barang yang dijual semakin beragam. Anda akan mendapati sebuah toko kecil yang menjual berbagai aksesori handmade seperti anting, jepit rambut, ikat rambut serta bando. Bisa dipastikan aksesori yang Anda beli tak akan ada di tempat lain atau ada kembarannya. Namun kocek yang dirogoh pun tak sedikit. Sepasang anting dijual seharga Rp 250 ribuan sementara bando dengan hiasan bergaya folklore warna-warni dibandrol dengan harga Rp 350 ribuan.

Tak hanya barang belanjaan, di Insadong Street Anda juga bisa membawa kenang-kenangan jenaka berupa seni karikatur. Carilah sebuah tenda dari plastik dengan gambar-gambar karikatur selebriti Korea ternama seperti Kim Soo-Hyun, Psy hingga personel Running Man. Di dalamnya sudah ada dua seniman karikatur yang siap menggambar wajah Anda bersama pasangan.

Insadong Street berbatasan dengan jalan besar di sisi depan maupun belakangnya. Sehingga Anda tak perlu lagi menyusuri tempat yang sama untuk berpindah ke tempat lain menggunakan bus atau kereta subway.

(hst/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads