Laporan dari London
Mengintip Suasana Kantor Guinness World Records di London, Inggris
Perjalanan 'Tour de London' bersama mitra Elzatta berprestasi sejak 8 hingga 15 November tersebut, tidak hanya diisi oleh wisata belanja dan menikmati ikon-ikon kota London saja. Elzatta pun ingin wisata pengetahuan dengan mengunjungi kantor-kantor penting yang berpusat di London.
Setelah sempat menyambangi kantor BBC beberapa hari lalu, Jumat sore, (14/11/2014), tim dari Elzatta tertarik untuk mengunjungi kantor pusat Guinness World Records (GWR) yang berada di jalan Drummond, London. Kami diterima dengan hangat oleh Annabel Lawday, salah seorang staf dari GWR.
Annabel menjelaskan tentang proses mendapatkan rekor. Untuk bisa tercatat di Guinness World Records yang terpenting adalah memiliki keunikan dan ide yang didaftarkan harus original. Proses untuk menerima rekor membutuhkan waktu tiga bulan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indonesia pun sempat tercatat di dalam buku Guinness World Records. Kekayaan alam Indonesia, yakni Candi Borobudur tercatat sebagai candi terbesar di dunia pada 27 Juni 2012 silam.
Elidawati, pendiri dan direktur dari Elzatta Hijab sangat tertarik tentang kunjungannya ke kantor GWR ini. Ia berharap juga bisa membawa brandnya untuk bisa memecahkan sebuah rekor unik suatu saat nanti.
"Semoga satu waktu bisa memecahkan rekor seperti halnya yang lain," ujar pengusaha 50 tahun itu setelah mengunjungi kantor GWR.
(kik/aln)











































