Tips Liburan Untuk Ibu Tanpa Merasa Bersalah
wolipop
Selasa, 21 Des 2010 14:46 WIB
Jakarta
-
Menghangatkan kembali pernikahan, salah satu caranya bisa dengan berlibur berduaan saja. Namun para orangtua, khususnya ibu, biasanya merasa bersalah jika berlibur tanpa mengajak anak-anak.
Bagaimana liburan tanpa merasa bersalah? Simak tips berikut ini agar liburan Anda tetap menyenangkan:
Siapkan Anak
Para ibu biasanya tak mau meninggalkan anak demi melakukan liburan karena khawatir si anak akan gelisah atau rewel. Konselor keluarga, Doug Emid menyarankan, untuk mengurangi rasa khawatir itu, persiapkanlah anak Anda sebelum liburan dilakukan.
Untuk anak usia dua tahun, cobalah bermain petak-umpet. Dengan permainan tersebut, anak bisa belajar kalau tidak selamanya mereka terus bersama-sama ibu atau ayah mereka. Beri pengertian pada mereka tentang makna permainan tersebut.
Sedangkan anak-anak usia pre-school, ibu dan ayah bisa bermain dengan rumah-rumahan atau mainan lainnya. Saat bermain, beritahu anak kalau ayah dan ibu akan pergi sebentar dan nenek (atau siapapun) akan datang untuk menemani mereka.
"Beritahu mereka, waktu kecil, ayah dan ibu tidak meninggalkan mereka. Namun karena kini mereka sudah mulai besar, ayah dan ibu bisa pergi setengah hari atau seharian. Dan setelah mereka semakin besar, ayah dan ibu bisa pergi lebih lama lagi," saran Emid.
Untuk meninggalkan anak Anda, mulailah berlatih. Cobalah pergi selama beberapa jam dengan pasangan dan tinggalkan si kecil di rumah bersama orang yang Anda percaya. Jika pada percobaan pertama, anak tidak gelisah saat ditinggal, berarti Anda bisa berlibur dengan tenang. Namun jika percobaan pertama gagal, teruslah berlatih sampai anak merasa nyaman dengan orang yang Anda percaya untuk mengasuhnya.
Siapkah Pengasuh Anak
Dalam merencanakan liburan, bukan hanya anak saja yang harus disiapkan. Pengasuh anak entah itu nenek, tante atau nanny juga perlu disiapkan sebelum Anda berangkat. Mintalah mereka datang seminggu atau lima hari sebelum Anda berlibur. Siapkan juga pengasuh pengganti, untuk berjaga-jaga siapa tahu orang yang Anda percaya untuk mengasuh anak-anak tiba-tiba sakit.
Banyak hal yang perlu diberitahukan pada pengasuh Anak sebelum Anda berlibur. Misalnya saja soal menu makanan anak. Tulis menu-menu apa saja serta resepnya untuk mereka. Bisa juga Anda menyiapkan makanan setengah jadi, lalu membekukannya di lemari es.
Jangan lupa untuk memberikan uang tambahan untuk orang yang Anda percaya menjaga anak-anak. Uang tersebut bisa dipakai untuk keadaan darurat atau hal-hal lainnya.
Para ibu perlu juga meninggalkan catatan khusus untuk pengasuh anak. Catatan ini bisa berisi macam-macam, contohnya:
1. Dosis obat yang harus diberikan jika anak sakit.
2. Alergi yang dipunya anak (jika ada).
3. Nomer telepon dokter anak.
4. Nomer telepon keluarga atau teman dekat.
5. Jadwal perjalanan Anda selama berlibur.
Siap Berangkat
Anak dan pengasuh anak sudah siap, waktunya Anda berangkat berlibur. Namun masih ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Salah satunya, bagaimana jika anak tiba-tiba sakit, dua hari menjelang Anda berangkat? Mewaspadai hal ini, Anda perlu mencari tahu tentang pembatalan keberangkatan. Kalau Anda menggunakan jasa travel, tanya soal kemungkinan pembatalan tersebut dan masih mungkinkah berangkat di hari lain.
Pulang lebih cepat dari jadwal juga bisa terjadi. Jika hal itu terjadi, cari tahu berapa biaya yang harus dikeluarkan dan bagaimana akomodasi Anda untuk bisa pulang.
Kalau dua hal di atas tidak terjadi, bersiaplan menikmati liburan sepenuhnya. Selamat berlibur!
(eny/eny)
Bagaimana liburan tanpa merasa bersalah? Simak tips berikut ini agar liburan Anda tetap menyenangkan:
Siapkan Anak
Para ibu biasanya tak mau meninggalkan anak demi melakukan liburan karena khawatir si anak akan gelisah atau rewel. Konselor keluarga, Doug Emid menyarankan, untuk mengurangi rasa khawatir itu, persiapkanlah anak Anda sebelum liburan dilakukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan anak-anak usia pre-school, ibu dan ayah bisa bermain dengan rumah-rumahan atau mainan lainnya. Saat bermain, beritahu anak kalau ayah dan ibu akan pergi sebentar dan nenek (atau siapapun) akan datang untuk menemani mereka.
"Beritahu mereka, waktu kecil, ayah dan ibu tidak meninggalkan mereka. Namun karena kini mereka sudah mulai besar, ayah dan ibu bisa pergi setengah hari atau seharian. Dan setelah mereka semakin besar, ayah dan ibu bisa pergi lebih lama lagi," saran Emid.
Untuk meninggalkan anak Anda, mulailah berlatih. Cobalah pergi selama beberapa jam dengan pasangan dan tinggalkan si kecil di rumah bersama orang yang Anda percaya. Jika pada percobaan pertama, anak tidak gelisah saat ditinggal, berarti Anda bisa berlibur dengan tenang. Namun jika percobaan pertama gagal, teruslah berlatih sampai anak merasa nyaman dengan orang yang Anda percaya untuk mengasuhnya.
Siapkah Pengasuh Anak
Dalam merencanakan liburan, bukan hanya anak saja yang harus disiapkan. Pengasuh anak entah itu nenek, tante atau nanny juga perlu disiapkan sebelum Anda berangkat. Mintalah mereka datang seminggu atau lima hari sebelum Anda berlibur. Siapkan juga pengasuh pengganti, untuk berjaga-jaga siapa tahu orang yang Anda percaya untuk mengasuh anak-anak tiba-tiba sakit.
Banyak hal yang perlu diberitahukan pada pengasuh Anak sebelum Anda berlibur. Misalnya saja soal menu makanan anak. Tulis menu-menu apa saja serta resepnya untuk mereka. Bisa juga Anda menyiapkan makanan setengah jadi, lalu membekukannya di lemari es.
Jangan lupa untuk memberikan uang tambahan untuk orang yang Anda percaya menjaga anak-anak. Uang tersebut bisa dipakai untuk keadaan darurat atau hal-hal lainnya.
Para ibu perlu juga meninggalkan catatan khusus untuk pengasuh anak. Catatan ini bisa berisi macam-macam, contohnya:
1. Dosis obat yang harus diberikan jika anak sakit.
2. Alergi yang dipunya anak (jika ada).
3. Nomer telepon dokter anak.
4. Nomer telepon keluarga atau teman dekat.
5. Jadwal perjalanan Anda selama berlibur.
Siap Berangkat
Anak dan pengasuh anak sudah siap, waktunya Anda berangkat berlibur. Namun masih ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Salah satunya, bagaimana jika anak tiba-tiba sakit, dua hari menjelang Anda berangkat? Mewaspadai hal ini, Anda perlu mencari tahu tentang pembatalan keberangkatan. Kalau Anda menggunakan jasa travel, tanya soal kemungkinan pembatalan tersebut dan masih mungkinkah berangkat di hari lain.
Pulang lebih cepat dari jadwal juga bisa terjadi. Jika hal itu terjadi, cari tahu berapa biaya yang harus dikeluarkan dan bagaimana akomodasi Anda untuk bisa pulang.
Kalau dua hal di atas tidak terjadi, bersiaplan menikmati liburan sepenuhnya. Selamat berlibur!
(eny/eny)
Pakaian Wanita
Tren Gamis Bini Orang Viral! 3 Rekomendasi Cantik yang Banyak Dilirik untuk Lebaran 2026
Home & Living
Rekomendasi Pisau Dapur Multifungsi! Tajam dan Praktis untuk Masak Menu Sehari-hari
Perawatan dan Kecantikan
Bibir Lembab dan Terlindungi dengan 3 Lip Balm SPF yang Wajib Ada di Tas Kamu!
Elektronik & Gadget
Lebaran Makin Seru dengan KiiP Wireless Y8 Bluetooth Portable Karaoke yang Bikin Suasana Bareng Keluarga Jadi Hidup!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Pura-pura Tajir, Pasangan Tahan Antrean Pesawat Demi Foto di Business Class
5 Benda yang Layak Dibeli untuk Oleh-oleh saat Traveling
Penumpang Pesawat Ramai-Ramai Pakai Piama di Bandara, Ada Apa?
5 Rekomendasi Kegiatan Seru Liburan Bertema 'Nature Escape' di Singapura
5 Bangunan Ikonik Mewah di Dunia, Salah Satunya Taj Mahal
Most Popular
1
Goddess Beauty, Jun Ji Hyun Tebar Pesona Anggun di Paris Fashion Week 2026
2
Tampil Sederhana, Pekerjaan Wanita Ini Ternyata Bikin Kaget
3
Potret Vanesha Prescilla Umrah, Tampil Beda Dengan Hijab & Cadar
4
Morning Shed, Beauty Hack Viral TikTok Pakai Lem Mulut & Chin Strap saat Tidur
5
Foto: Margot Robbie Pamer Rambut Bob Pendek di Paris Fashion Week
MOST COMMENTED











































