Rani Dharma
Tarot Expert
Rani Dharma
SEND YOUR QUESTION

Konsultasi Tarot

Ketika Cinta Harus Kandas karena Sebuah Ramalan

- wolipop Sabtu, 10 Nov 2018 08:25 WIB
Ilustrasi pasangan sedih. Foto: Thinkstock Ilustrasi pasangan sedih. Foto: Thinkstock

Jakarta - Kak Rani, saya menjalin hubungan dengan seorang pria, dari awal kami sudah mantap untuk membawa hubungan sampai ke jenjang pernikahan. Seiring perjalanan hubungan kami, pria ini sebenarnya sudah berjuang untuk meluluhkan hati orang tuanya terutama ibunya. Dan akhirnya sudah bisa dikatakan tahap cukup berhasil. Namun masalah besar sesungguhnya terjadi, karena masih kental dengan adat Chinese, dilakukanlah penerawangan dan hasilnya tidak cocok. Ibunya semakin tidak merestui, dan akhirnya pria ini menyerah karena juga dapat tekanan terus menerus dari ibunya.

Pria ini menyerah dengan mengatakan hatinya juga telah hambar kepada saya, dan saya sadari mungkin saya pun begitu karena sudah capek dengan situasi kami. Akhirnya kami putus. Setelah berjalannya waktu setelah putus, saya masih sakit hati, karena saya percaya Tuhan, dan sebenarnya kami seagama dan juga satu ras, namun sudah berbeda tradisi. Rasanya sakit karena berarti hubungan ditentukan berdasarkan kepercayaan ramalan China kuno tersebut, dan realitanya memang banyak yang masih mempercayai hal semacam itu walaupun sudah beragama. Banyak yang menasehati saya untuk melepaskan saja karena daripada ke depannya jika sudah menikah ibunya akan terus mengusik. Namun sampai saat ini rasa tidak terima dalam hati saya masih ada, karena putus akibat hal non-sense di zaman sekarang. Apa yang harus saya lakukan untuk benar-benar bisa melepaskan semua rasa sakit ini kak? Terima kasih.

(Luu, 22 Tahun)

Jawab:

Kartu yang muncul adalah The Fool terbalik, Eight Cups terbalik dan Prince Wands terbalik. Sikap yang disarankan oleh kartu untuk saat ini adalah menjadi maskulin. Bersikaplah jantan. Gunakan akal sehat dan bukan perasaan. Karena dengan menggunakan otak maka langkah ke depan akan lebih mudah. Anggap saja ini semua adalah ujian hidup, dimana jika seseorang dipersulit bahkan diambil paksa dari Anda maka memang orang itu secara kalkulasi akan merugikan diri Luu. Anggap Anda sedang belanja ke pasar kemudian ditawarkan telur murah, Anda tertarik tetapi semua orang bilang bahwa besok telur itu akan busuk, apa tetap mau Anda beli? Pasti tidak dong. Jadi objektiflah, memang kadang sulit menerima hal tersebut sekarang, namun coba transformasikan sakit hati/tidak terima itu jadi kekuatan Anda yang harus Anda manfaatkan. Jadilah orang yang lebih hebat daripada diri Anda sekarang ya. (hst/hst)