Ketika Cinta Tak Direstui Orangtua karena Perbedaan Suku
Rani Dharma - wolipop
Selasa, 31 Okt 2017 14:30 WIB
Jakarta
-
Saya berpacaran dengan pria yang berbeda suku. Sementara orangtua saya mengharuskan anaknya menikah dengan satu suku. Apalagi ada beberapa saudara saya yang menikah dengan satu suku yang sama seperti pacar saya, hubungan rumah tangganya hancur karena diceraikan. Jadi orang tua saya sudah trauma dan tidak suka lagi dengan suku pacar saya tersebut. Apa yang harus saya lakukan? Karena saya sudah cape backstreet terus.
(Ina, 20 Tahun)
Jawab:
Dari pertanyaan di atas, kartu yang terbuka adalah Two Coins, The moon dan Four Swords. Untuk saat ini kalau bisa Anda menyepi sendiri saja dulu. Tidak usah pacaran, namun tidak usah juga bercerita kepada orang tua. Namun, hal yang Anda harus lakukan berikutnya adalah menganalisa dan bertanya kepada saudara dan orang yang lebih tua, mengapa perceraian saudara Anda tersebut terjadi (secara objektif). Karena biasanya Jika yang disebut dari suku tertentu, maka kebiasaan merekalah yang tidak bisa ditolerir oleh suku lain. Dalam arti kata, jika Anda mengharap kebiasaan pacar ditinggalkan demi kebiasaan keluarga, maka JANGAN HARAP hal tersebut akan terasa ADIL untuk pihak pacar/keluarganya, begitu pila sebaliknya. Namun jika memang terjadi saling pengertian, maka seharus masing2 pihak akan membuat kompromi, yang disepakati kedua keluarga besar, sehingga jika terjadi hal-hal yang kurang enak maka kedua keluarga besarlah yang akan membantu memperbaiki hubungan.
Hal ini tidak mudah karena persepsi pihak orangtua biasanya sulit diubah kecuali memang pacar Anda sangat konsisten dan super sabar menghadapi keluarga Anda terutama orangtua. Bisakah dia melakukan hal tersebut? Karena pada akhirnya perjuangan menuju pernikahan bukan perjuangan Anda saja, melainkan perjuangan berdua. (asf/asf)
(Ina, 20 Tahun)
Jawab:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini tidak mudah karena persepsi pihak orangtua biasanya sulit diubah kecuali memang pacar Anda sangat konsisten dan super sabar menghadapi keluarga Anda terutama orangtua. Bisakah dia melakukan hal tersebut? Karena pada akhirnya perjuangan menuju pernikahan bukan perjuangan Anda saja, melainkan perjuangan berdua. (asf/asf)











































