ADVERTISEMENT

Laporan dari Singapura

Bisa Jadi Ide Bisnis, Ini Barang Lokal yang Banyak Dicari di E-Commerce

Rahmi Anjani - wolipop Jumat, 02 Sep 2022 19:32 WIB
Asian beautiful women blogger are using the smartphone live streaming online with a shopping bag In the white room with cosmetics on table.Concept of online shopping business. Foto: Getty Images/iStockphoto/bunditinay
Jakarta -

Brand-brand lokal tidak kalah saing dengan gempuran barang-barang impor. Selain harganya lebih terjangkau, kualitas yang ditawarkan juga bisa diandalkan. Di berbagai situs belanja, pembelian produk dalam negeri dikatakan semakin meningkat. Kamu pun bisa menjadikannya kesempatan dan ide bisnis untuk berjualan online.

Hal tersebut disampaikan oleh James Chang selaku Chief Business Officer Lazada dalam rangkaian acara BFF Lazmall Brands Future Forum (BFF) 2022. Ia melihat geliat brand lokal yang cukup difavoritkan para pelanggan LazMall di Indonesia. Menariknya, dibanding kategori lain produk kecantikan lah yang pertumbuhannya paling cepat.

"Ada tren baru yang kami lihat di pasaran, contohnya (produk) beauty, sebenarnya lima tahun lalu atau lebih, sulit melihat brand kosmetik lokal ada di tingkat teratas tapi sekarang sudah banyak. Kami benar-benar melihat ada tren yang berkembang," kata James ketika diwawancara Wolipop pada Rabu, (31/8/2022) di Lazada One Building, Bras Basah Road, Singapura.

James pun menjelaskan alasan di balik perkembangan brand-brand lokal di Indonesia, termasuk kosmetik. Salah satunya adalah berkat munculnya e-commerce yang menampikan berbagai pilihan produk tanpa brand harus melakukan banyak promosi seperti di masa lalu.

James Chang selaku Chief Business Officer LazadaJames Chang selaku Chief Business Officer Lazada Foto: Dok. Lazada

"Pertama, dulu brand baru di pasaran tidak mudah karena butuh banyak investasi. Jika kamu ingin membangun sebuah brand kamu perlu beli billboard, iklan radio dan televisi. Tapi dengan e-commerce aksesnya menjadi lebih mudah untuk menjangkau audiens dan menunjukkan brand mereka," kata James.

Selain itu dalam dua tahun terakhir, banyak brand lokal berinvestasi dalam Advertising Capability. "Karena itu, mereka bisa berinvestasi bahkan dengan sedikit uang untuk bisa menjangkau target pembeli yang lebih relevan. Meski masih baru, cara tersebut terbukti bisa mengurangi batasan untuk banyak brand pendatang baru," lanjut James.

Faktor lain yang juga berpengaruh adalah relevansi. Produk lokal bisa lebih cocok karena dibuat oleh orang Indonesia. "Saya melihat brand Indonesia pasarnya sangat bagus karena didesain oleh orang Indonesia untuk konsumer Indonesia jadi mereka lebih mengerti," kata James.

Produk kecantikan sendiri menjadi salah satu kategori terlaris di Lazada selama 12 bulan terakhir setelah fashion. Peningkatan penjualan naik sekitar 51% disebabkan karena kembalinya masyarakat beraktivitas normal setelah pandemi Corona.

(ami/ami)