Lockdown Dilonggarkan, Warga Shanghai 'Serbu' Butik Prada Hingga Hermes

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop Senin, 06 Jun 2022 17:50 WIB
LONDON, ENGLAND - DECEMBER 18: A man walks past a Hermes store on New Bond Street on December 18, 2018 in London, England. (Photo by Jack Taylor/Getty Images) Ilustrasi gerai Hermes. Foto: Getty Images
Shanghai -

Shanghai sempat menerapkan aturan lockdown akibat merebaknya pandemi COVID-19. Dua bulan berselang, aturan tersebut dilonggarkan dan warga pun bisa kembali beraktivitas.

Ada fenomena unik yang terjadi di Shanghai pasca-lockdown. Warga yang terkungkung selama 60 hari langsung 'menyerbu' butik high-end di hari pertama lockdown dicabut.

Seperti dilaporkan Insider, toko-toko dan pusat perbelanjaan di Shanghai kembali dibuka pada Rabu (1/6/2022). Dalam waktu singkat, antrean mengular di depan gerai fashion high-end seperti Prada, Dior, Louis Vuitton hingga Hermes.

Alih-alih membeli keperluan pokok, para warga Shanghai ini memilih 'balas dendam' karena dilarang keluar rumah dengan belanja barang mewah. Tak hanya butik fashion, toko perhiasan elit seperti De Beers juga ramai pembeli.

"Kami sangat bersemangat melihat para pelanggan kembali ke toko dan kebanyakan tertarik dengan cincin berlian satu-karat kami," kata salah satu manajer toko De Beers, dikutip dari South China Moring Post.

Setelah puas belanja, warga Shanghai pun beramai-ramai mengunggah barang belanjaan mereka di media sosial Weibo, dengan tagar 'Shanghai is back'. Salah seorang pengguna Weibo memamerkan sepasang kacamata Prada yang baru ia beli. Ada pula yang membeli dua tas Louis Vuitton.

Pengguna Weibo lainnya melaporkan secara langsung antrean panjang yang terjadi di sejumlah butik high-end.

"Belanja untuk balas dendam di Shanghai berarti adalah antrean yang panjang di luar toko Hermes. Wanita di depan saya ini membawa dua tas besar Louis Vuitton," tulisnya.

Tidak heran jika warga di sana berbondong-bondong membeli barang mewah sebagai bentuk 'balas dendam' atau kepuasan. Shanghai dikenal sebagai pusat keuangan China dengan 26 juta populasi penduduk.

Shanghai juga disebut-sebut sebagai kota terkaya di China. Penduduk di sana sering kali dideskripsikan berkemampuan finansial lebih dan sangat memerhatikan perkembangan mode.

Sebelumnya Shanghai sempat dihantam COVID-19 yang membuat pemerintah mengambil langkah cepat untuk menerapkan lockdown total. Meskipun lockdown dilonggarkan, masih ada sejumlah aturan yang wajib dipatuhi.

Setiap orang harus berstatus hijau di masing-masing ponselnya. Hal itu menandakan orang tersebut bebas dari COVID-19. Ketentuan ini berlaku jika ingin keluar rumah. Selain itu, setiap orang yang mau naik angkutan umum, masuk ke bank, hingga mall harus menunjukan hasil tes negatif PCR yang berlaku dalam 72 jam.



Simak Video "Karier Cemerlang Anak Ojol di Organisasi Kesehatan Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)