Brand Italia Jual Hijab Unisex Jadi Kontroversi, Netizen Bingung dan Tertawa

Rahmi Anjani - wolipop Selasa, 09 Nov 2021 13:42 WIB
Hijab Unisex Foto: United Colors of Benetton
Jakarta -

United Colors of Benetton baru saja mengeluarkan produk terbarunya yang jadi perbincangan. Berkolaborasi dengan rapper dan produser Ghali Amdouni, brand fashion Italia itu meluncurkan aksesori yang bisa digunakan oleh baik pria maupun wanita. Berupa penutup kepala, mereka menyebutnya sebagai hijab.

Produk tersebut dideskripsikan sebagai hijab unisex hijab dengan bahan yang mudah longgar. Terdapat print di bagian sampingnya yang mengombinasikan logo brand Benetton dan inisial Ghali. Dianggap tidak sesuai untuk disebut sebagai hijab yang dikenal sebagai penutup kepala wanita umat Islam, banyak netizen memprotesnya di media sosial.

"Brand Italia Benetton berkolaborasi dengan rapper Ghali Amdouni untuk merilis koleksi yang fokus pada multikulturalisme yang dinamakan 'United Colors of Ghali' di mana mereka menyoroti sebuah.. hijab unisex," tulis netizen Euphoria dengan nada sarkasme.

Hijab UnisexHijab Unisex Foto: United Colors of Benetton

Sedangkan seorang wanita mengaku tidak tahu bagaimana harus menanggapinya. "Menangis karena tertawa dan putus asa,"

[Gambas:Instagram].

Item yang dinamakan Unisex Black Hijab with Logo by Ghali ini merupakan bagian dari koleksi kapsul United Colors of Ghali yang dirilis pada September tahun lalu di Milan Fashion Week. Produk tersebut sengaja dihadirkan sang rapper karena menurutnya unik.

"Hijab adalah pakaian yang sangat unik yang aku sangat inginkan. Tidak ada perlawanan dari perusahaan untuk memasukkannya ke dalam koleksi. Ketika aku masih kecil, aku ditindas di sekolah, tidak ada yang mewakiliku yang mana sekarang jadi normal.

[Gambas:Instagram]



Ia ternyata terinspirasi dari latar belakang keluarganya sendiri. Pria keturunan Tunisia tersebut juga bermaksud untuk mengkampanyekan keberagaman.

"Aku lelah mendengar semua yang terkait Arab atau Tunisia dikaitkan dengan sesuatu yang negatif. Ketika aku kecil, ibuku sangat takut aku keluarga dengan teman-teman Arabku, dia lebih memilih aku punya teman-teman Italia. Sekarang aku pikir penting untuk mengatakan keberagaman adalah nilai tambah, itu yang membuat aku unik," ujar pria 28 tahun itu.

(ami/ami)