Liputan Khusus Endorse Selebgram

Kisah Online Shop Pakai Jasa Endorse Selebgram Malah Berakhir Zonk

Gresnia Arela Febriani - wolipop Sabtu, 16 Jan 2021 21:00 WIB
Evalindha Evalindha. Foto: Dok. Instagram @evalindha
Jakarta -

Ketika mencoba berbisnis menjual suatu produk, salah satu cara untuk menambah jumlah pembeli dan memperkenalkan produk adalah dengan menggunakan jasa endorsement. Teknik promosi ini sangat efektif, populer dan bisa membuat daya tarik suatu produk. Promosi ini bisa membuat kamu 'teracuni'

Selain artis yang kerap wara-wiri di layar kaca, endorsement kini juga banyak dilakukan para orang yang populer di Instagram atau dikenal dengan istilah selebgram (selebriti Instagram). Selebgram menawarkan jasa endorse dengan harga yang bervariatif.

Sayangnya memakai jasa selebgram untuk memperkenalkan suatu produk ini tak selalu mulus. Ada saja drama yang dihadapi para pemilik online shop karena urusan endorse selebgram.

Salah satu drama endorse ini disampaikan pemilik onlineshop @sleepwear_id Evalindha Wijaya, yang menjual aneka baju tidur motif. Wanita yang mengaku sudah terbiasa memakai jasa endorse selebgram itu mengaku sering mengalami kejadian yang tidak sesuai dengan harapannya saat menggunakan influencer sebagai endorser.

"Kebanyakan zonk saat janjian posting sih. Misal janjinya akan diposting maksimal 1-2 minggu setelah barang diterima, eh malahan ini diposting setelah sudah berbulan-bulan. Itu pun dikejar-kejar dulu, padahal kita juga bayar fee kan, bukan gratis," ujar Eva saat berbincang dengan Wolipop Rabu (13/1/2021).

EvalindhaEvalindha pemilik online shop sleepwear_id. Foto: Dok. Instagram @evalindha

Eva pun menceritakan bagaimana dia awalnya tertarik memakai jasa salah seorang selebgram untuk menjadi endorser produknya. Dia melihat unggahan selebgram tersebut selalu menarik.

"Aku belum pernah endorse dia (selebgram), tapi gegara lihat ada beberapa online shop yang pernah endorse dia dan foto postingannya cukup bagus, aku kirim barang ke dia pertengahan tahun 2019. Tapi dipostingnya malah akhir tahun 2019 atau awal tahun 2020," ucap lulusan Universitas Prima Indonesia, Medan, Sumantera Utara itu.

Drama endorse lainnya yang pernah dialaminya adalah saat sang selebgram salah menyebutkan nama online shopnya. Padahal dia sudah memberikan pengarahan bagaimana menulis nama online shop miliknya yang benar.

"Sudah diposting beberapa jam di feed dan aku baru ngeh yang ditag nama online shop lain yang niru namaku. Terus kitanya komplain, si selebgramnya bukannya posting ulang untuk revisi nama online shop, ini cuma diedit caption. Otomatis pengikutnya yang sudah terlanjur lihat dan Like postingannya, suda terlanjur nyasar ke toko yang di-tag dia dong," kenangnya kesal.

Tak hanya itu saja, Eva juga pernah mengalami barang yang diberikannya pada sang selebgram hilang. Yang lebih membuatnya semakin mengelus dada, sang selebgram tidak memberitahukannya.

"Setelah barang diterima, nggak diposting berbulan-bulan, dikejar-kejar baru menjawab jika barangnya hilang. Terus mereka jadinya bayarin produk kita dan balikin feenya," jelas wanita yang berasal dari Medan, Sumantera Utara itu.

Saat mengalami masalah tersebut, Eva berusaha menghubungi pihak manajemen yang mengurus endorse tersebut. Namun pihak manajemen malah lambat dalam memberikan respond.

"Sering banget nggak digubris, awal mau endorse doang fast respon. Sampai barang diterima dan komplain belum diposting-posting malah responnya lama banget sampai berminggu-minggu baru digubris. Itu pun karena dikejar terus. Ada yang solusinya ya dijanji-janjiin lagi akan segera diposting. Ada yang sampai refund karena barangnya sudah nggak ada katanya hilang atau gimana, nggak ngerti lah," ujar Eva yang geram.



Simak Video "Selebgram Andrea Gunawan yang Candu Akan Perhiasan"
[Gambas:Video 20detik]
(gaf/eny)