Heboh Orang Borong Belanjaan karena Corona, Ini Faktor Pemicu Panic Buying

Hestianingsih - wolipop Rabu, 04 Mar 2020 13:06 WIB
Virus corona mulai melanda wilayah Italia. Warga pun ramai-ramai datangi supermarket untuk berbelanja persediaan bahan pokok selama tinggal di rumah. Warga borong produk di supermarket Italia mbas virus Corona. Foto: AP Photo
Jakarta -

Sejak pemerintah mengonfirmasi dua kasus virus Corona di Indonesia, banyak warga berbondong-bondong memborong berbagai belanjaan di supermarket, toko obat maupun mini market. Masker dan hand sanitizer menjadi barang yang paling cepat habis di mana-mana hingga memicu timbulnya sejumlah oknum yang menjualnya hingga ratusan kali mahalnya dari harga normal.

Tak hanya hand sanitizer dan masker, produk makanan kering dan sembako juga terpantau ludes di banyak tempat perbelanjaan. Kondisi ini membuat Presiden Jokowi mengimbau masyarakat agar tidak panik berlebihan dan melakukan panic buying karena virus Corona.

Media sosial menjadi agen yang paling berkontribusi membuat masyarakat melakukan panic buying dan menumpuk barang. Postingan foto yang memperlihatkan rak-rak kosong di supermarket dan antrean mengular di di kasir secara tidak langsung memengaruhi otak agar ikut juga memborong belanjaan karena takut kehabisan stok.

Heboh Orang Borong Belanjaan karena Corona, Ini Faktor Pemicu Panic BuyingFoto: DW (News)


"Seseorang akan mengunggah foto di Instagram dan media sosial lainnya tentang keranjang belanja yang penuh menggunung dan rak-rak kosong di department store," ujar Profesor University of British Columbia Steven Taylor, seperti dikutip dari CBC.


Unggahan foto-foto tersebut kemudian menjadi viral sehingga menciptakan ilusi pada alam bawah sadar akan adanya kondisi darurat dan kelangkaan barang. "Itulah yang memicu panic buying," jelas penulis 'The Psychology of Pandemics: Preparing for the Next Global Outbreak' ini.

Dari banyaknya foto yang memperlihatkan tentang kepanikan, menurutnya sangat jarang postingan yang menunjukkan kondisi sebaliknya. Sebab media memang membutuhkan gambar-gambar dramatis agar lebih diperhatikan orang.

"Tidak ada postingan foto orang-orang belanja dengan santai dan stok barang yang masih penuh di department store atau supermarket. Ketika kamu melihat foto-foto tersebut, sadarlah bahwa apa yang tergambar di situ tidak selalu menunjukkan keadaan sebenarnya," tutur Steven.

Heboh Orang Borong Belanjaan karena Corona, Ini Faktor Pemicu Panic BuyingFoto: admn


Ketergesaan memborong dan menumpuk stok barang ini disebut dengan istilah 'herd effect', yang dipicu oleh ketakutan akan penyakit menular. Menurut Steven 'panic buying' ini merupakan salah satu bentuk reaksi yang nyaris refleks.


Dia pun mengimbau agar pemerintah terutama Kementerian Kesehatan segera melakukan tindakan untuk menyeimbangkan keadaan. Berusaha tidak menimbulkan kepanikan berlebihan tapi di sisi lain juga meningkatkan kewaspadaan masyarakat agar mau melindungi diri sendiri dan orang lain.

Begitu pula dengan masyarakat sebaiknya tidak ikut larut dalam kepanikan dan melakukan 'panic buying'. Jangan hanya mementingkan diri sendiri tapi juga mempedulikan lingkungan sekitar.

"Orang harus belanja dengan kesadaran dan tidak menumpuk barang. Kamu harus punya rencana yang masuk akal. Berapa banyak tisu toilet yang benar-benar kamu perlukan dalam seminggu?" ujarnya.

Sebab perilaku panic buying yang sedang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia, khususnya Jabodetabek, ini bisa membuat stok di supplier menipis dan menimbulkan tekanan pada rantai ketersediaan barang. Artinya barang-barang yang paling diperlukan untuk mencegah virus Corona justru habis saat orang benar-benar memerlukannya.

Heboh Orang Borong Belanjaan karena Corona, Ini Faktor Pemicu Panic BuyingWarga Daegu, Korea Selatan, borong makanan di supermarket. Foto: Istimewa


"Tidak ada alasan untuk keluar dan menumpuk barang di gudang pada saat seperti ini. Pendekatan yang lebih baik adalah dengan menambahkan beberapa barang secara berkala ketika kamu pergi ke supermarket, ketimbang memborong habis seisi rak makanan dan membawanya pulang," jelas Pakar kesehatan publik Alison Thompson.

Dia juga menyarankan barang-barang yang sebaiknya dibeli sebagai persediaan, jika memang pada kondisi tertentu, kamu tidak bisa keluar rumah untuk waktu lama. Beberapa di antaranya makanan kering siap saji tapi yang bernutrisi, saus tomat atau sambal, sup kalengan dan air minum. Jangan lupa juga membeli obat-obatan penghilang nyeri dan demam seperti acetaminophen atau ibuprofen dan tisu toilet.

Kamu memang harus waspada menghadapi virus Corona. Wajar jika ada rasa khawatir akan tertular tapi usahakan jangan panik dan bertindak gegabah.

Stay safe, stay healthy.



Simak Video "Patricia Gouw Dibikin Kaget dengan Protokol Covid-19 di Luar Negeri"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)