Saat Selebgram Ramai-ramai Tertipu Beli Sepatu Murah dengan Harga Mahal

Rahmi Anjani - wolipop Senin, 03 Des 2018 14:21 WIB
Foto: iStock Foto: iStock

Jakarta - Bukan rahasia lagi jika sepatu keluaran brand-brand high end sering dijual sangat mahal. Padahal tidak berarti sepatu-sepatu itu lebih baik dan berkualitas dari yang lebih murah. Sering kali berbagai brand ekslusif juga mengundang para artis dan selebgram untuk merayakan perilisan atau pembukaan toko.

Sebuah retailer sepatu terjangkau pun ingin membuktikan kualitas sepatu murah mereka sekaligus mengolok acara para selebgram. Merek tersebut kemudian melakukan 'prank' sebagai eksperimen sosial dengan 'menipu' para selebgram dengan sepatu yang dikatakan seharga jutaan padahal aslinya hanya ratusan ribu.

Beberapa waktu lalu, Payless mengumpulkan para selebgram dan fashionista media sosial untuk sebuah acara di Santa Monica, California, AS. Brand itu lalu memakai bekas gerai Armani agar terlihat lebih eksklusif lalu mengganti nama mereknya menjadi 'Palessi'.

[Gambas:Instagram]

Beragam sepatu keluaran merek itu pun disediakan di sana. Tapi Payless menipu mereka dengan menaikkan harga alas kaki seolah itu memang datang dari merek eksklusif. Bahkan ada yang dikatakan harganya $1,800 atau Rp 25 jutaan padahal rangkaian produk Payless harga aslinya cuma sekitar $20 (Rp 284 ribuan) hingga $40 (Rp 569 ribuan). Dan para bintang media sosial pun sukses tertipu.

Berkat eksperimen sosial ini, 'Palessi' berhasil menjual sepatu-sepatu diskon mereka dengan total $3,000 atau Rp 42 jutaan. Tapi ketika membayar di kasier, para selebgram diberi tahu bahwa sebenarnya sepatu yang dibeli adalah keluaran Payless. Dikatakan jika banyak pelanggan mengaku tidak percaya.

"Aku bisa melihat ini dibuat dengan material berkualitas tinggi," "Ini terlihat elegan dan sophisticated," "Aku tidak percaya (kalau ini dari Payless)," ungkap para selebgram dalam video.

[Gambas:Instagram]

Payless pun dilaporkan telah mengembalikan kelebihan uang yang para pembeli bayarkan dan akan menggunakan testimoni mereka untuk konten iklan, media sosial, TV, dan YouTube. Video itu pun mendapat berbagai respon dari para netizen.

"Pelanggan Payless membagi sebuah sudut pandang pragmatis dan kami berpikir ini mungkin bisa jadi provokatif untuk menggunakan ideologi ini untuk menantang budaya fashion influencer yang jaga imej," ungkap Doug Cameron selaku chief creative officer of New York ad company DCX Growth Accelerator kepada AdWeek.

"Kampanye ini punya peran besar dan bertujuan untuk mengingatkan konsumer bahwa kami masih tempat yang relevan untuk fashion terjangkau," tambah Sarah Couch selaku CMO Payless.
(ami/ami)