Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Liputan Khusus

1 Pengusaha Tanah Abang Bisa Jual 1.200 Celana Jeans Anak per Hari

Dona Rema - wolipop
Jumat, 27 Jul 2012 12:06 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Wolipop
Jakarta - Dua bulan sebelum puasa, Pusat Grosir Tanah Abang, Jakarta Pusat diserbu oleh para pengunjung. Mereka hendak membeli perlengkapan yang dibutuhkan untuk Hari Raya Idul Fitri mendatang. Tak hanya busana muslim atau perlengkapan ibadah saja yang ramai dibeli, ternyata jeans anak pun juga turut diminati oleh para penggila belanja.

Salah satu pedagang jeans khusus anak-anak di Tanah Abang Blok B mengaku bahwa dua bulan sebelum puasa, pembeli sudah mulai ramai. Bahkan, ia bisa menjual sebanyak 1.200 jeans anak per harinya. Wow!

"Penjualan bisa mencapai 100 lusin dalam satu hari. Ini ramainya dua bulan jelang puasa. Soalnya orang-orang daerah pada masuk, jadi pas barang dikirim ke sana udah pas mau puasa. Kan kalau ngirim barang gini ke daerah bisa 2-3 minggu, makan waktu jadinya. Kebanyakan pembelinya juga barangnya buat dijual lagi," papar Andre Wirawan Restu pemilik toko jeans anak di Pusat Grosir Tanah Abang Blok B, saat diwawancara Wolipop di tokonya belum lama ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jeans khusus untuk anak perempuan yang dijual oleh Andre beragam, mulai dari rok, celana pendek, jaket, hingga celana panjang. Fashion items tersebut didedikasikan untuk anak berusia 5 bulan sampai dengan 13 tahun. Saat ini, koleksi jeans anak yang sedang diminati yaitu celana jeans panjang.

"Yang paling banyak diincar pembeli kalau lagi puasa begini celana panjang kebanyakan, kalau di hari-hari biasa, pengunjung bisanya membeli jaket atau celana pendek," ujar pria yang rata-rata pelanggannya berasal dari Aceh, Medan, Padang, dan Pontianak itu.

Harga grosiran yang ditawarkan Andre pada pelanggannya berkisar Rp 30 ribu sampai dengan Rp 55 ribu. Pelanggan yang membeli jeans anak ini diharuskan belanja minimal tiga celana untuk satu model yang sama.

Pria kelahiran 11 November 1988 itu juga mengatakan bahwa keuntungan yang ia dapat sejak dua bulan menjelang puasa bisa mencapai 30 persen. "Biasanya keuntungan paling tinggi sekitar 25 persen, namun dua bulan sebelum puasa bisa mencapai 30 persen," tutup Pria lulusan Universitas Bina Nusantara itu.

(rma/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads