Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Ini Tanda Anda Kecanduan Belanja (Bag.1)

Dona Rema - wolipop
Selasa, 10 Apr 2012 10:35 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Thinkstock
Jakarta -

Belanja merupakan salah satu kegiatan yang sangat digemari para wanita. Sebagian dari mereka menganggap bahwa kegiatan tersebut adalah hobi. Bahkan ada juga yang percaya bahwa belanja bisa menjadi salah satu cara untuk menghibur diri sendiri dan menghilangkan stres. Karena itulah istilah ‘retail therapy’ itu muncul. Tapi jika belanja menjadi tak terkontrol, bukan terapi yang akan didapatkan melainkan dapat berkembang menjadi sebuah gangguan finansial dan mental.

Seseorang yang kecanduan belanja atau disebut sebagai 'shopaholic', memiliki perilaku berbelanja yang berlebihan. Hal tersebut dapat menimbulkan dampak yang tidak baik, misalnya depresi dan juga merusak hubungan asmara.

Menurut Donald Black, MD, Profesor Psikolog di Uneversity of Iowa College of Medicine, “Perilaku belanja kompulsif didefinisikan sebagai tindakan mengeluarkan uang yang tidak tepat, berlebihan dan di luar kendali. Seperti gejala kecanduan lainnya, kecanduan belanja pada dasarnya berkaitan dengan sifat yang impulsif dan tak akan pernah puas.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya Wolipop pernah menulis artikel tentang bahayanya jika Anda kecanduan berbelanja yang bisa dibaca di sini. Seperti dilansir oleh WebMD, ada 10 tanda Anda kecanduan berbelanja.

1. Pengeluaran Melebihi Bujet
"Seringkali orang menghabiskan uang melebihi anggaran yang telah ditentukan dan pada akhirnya mengalami masalah keuangan yang serius," ujar Ruth Engs, EdB, seorang Profesor Ilmu kesehatan di Indiana University. Orang yang sudah kecanduan berbelanja tidak akan menyadari batasan bujetnya.

“Orang normal pasti akan mengatakan, ‘Ups, saya tidak mungkin bisa membayar barang ini atau itu’. Tapi bagi orang yang kecanduan belanja tidak akan memikirkan hal tersebut,” tambahnya.

2. Kompulsif
Orang yang kecanduan belanja, cenderung bertindak kompulsif dalam berbelanja. Ia akan mengambil barang yang disukanya tanpa berpikir panjang. Dia juga tidak akan memperkirakan apakah barang tersebut merupakan barang yang dibutuhkannya.

“Ketika seseorang yang memiliki kecanduan berbelanja itu pergi belanja, mereka kerap jadi pembeli yang kompulsif. Misalnya mereka hanya berniat membeli sepasang sepatu, namun akhirnya setelah keluar dari toko, menenteng 10 pasang sepatu,” papar Ruth.

3. Terlalu Sering Belanja
Coba diingat, apakah Anda termasuk orang yang sering belanja? Rut menjelaskan bahwa kecanduan belanja adalah gangguan yang berkelanjutan. Hal tersebut tidak hanya sekali atau dua kali. Penggila belanja dapat berbelanja besar layaknya untuk keperluan hari raya, lebih dari setiap tiga bulan dalam setahun.

4. Menyembunyikan Masalah
"Shopaholic akan menyembunyikan barang belanjaan mereka karena takut dikritik jika orang lain tahu apa yang dia beli," jelas Ruth. Seorang yang kecanduan belanja biasanya memiliki kartu kredit dan rekening yang dirahasiakan dari keluarga, suami atau kekasih.

5. Hubungan Asmara yang bermasalah
Rick Zehr, seorang Wakil Presiden bagian Addiction dan Behavioral di Rumah Sakit Proctor, Illinois Institute for Addiction Recovery mengatakan, “Hubungan asmara yang jadi bermasalah karena pengeluaran belanja yang berlebihan memang kurang awam.” Akan tetapi hal tersebut bisa terjadi hanya karena seorang shopaholic yang menghabiskan waktu untuk berbelanja dan menutupi utang mereka dengan kebohongan.

(hst/rma)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads