Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Shopping Queen

Terpesona Pada Sistem Transportasi Singapura

Desti Andria Nafitri - wolipop
Rabu, 01 Jun 2011 15:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Wolipop
Jakarta - Dari 5 hari perjalanan Shopping Queen di Singapura yang saya lalui, 1 hal yang sangat bikin saya salut adalah sistem transportasinya. Berkat sistem transportasinya yang sangat mendukung, penduduknya jarang yang menggunakan mobil dan otomatis mengurangi polusi udara di Singapura.

Dua jenis angkutan yang paling banyak digunakan adalah bus umum dan kereta cepat (MRT).

Bus umum terbagi dalam 3 jenis: bus tingkat, bus gandeng, bus biasa. Ada dua perusahaan bus yang beroperasi: SMRT dan SBS. Biasanya bus cuma beroperasi sampai pukul 12 malam saja. Tapi ada bus tambahan untuk akhir minggu sampai pukul 04.30 pagi namanya Night Rider atau Night Owl.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kereta Cepat atau MRT (Mass Rapid Transit) ternyata sudah lama beroperasi di Singapura, yaitu sejak 1988. Saat itu belum semua daerah dilewati. Namun seiring waktu, pemerintah Singapura membangun jalur-jalur MRT baru. Saat ini sudah ada 6 jalur, dan sepertinya akan ada penambahan jalur lagi. Wow!

Saya juga terkesima dengan ketepatan waktu sistem transportasi bus dan MRT ini. Di hampir semua halte atau stasiun ditampilkan jadwal kedatangan unit bus atau MRT selanjutnya. Jadi orang bisa memperkirakan waktu untuk mencapai tujuannya. Bila terjadi keterlambatan, pasti karena kitanya yang teledor atau human error, bukan sistem transportasinya.

Untuk pembayaran keduanya bisa digunakan uang pas atau kartu EZ Link. Namun rata-rata orang menggunakan EZ Link karena lebih murah, dan berlaku untuk 5 tahun. Biaya kartu sebesar 15 SGD, dengan 5 SGD untuk kartu dan nilai sebesar 10 SGD.

Biaya perjalanan dihitung dari jauh-dekatnya jarak yang ditempuh. Jadi saat masuk dan keluar stasiun MRT harus menempelkan kartu dan seketika terlihat saldo yang tersisa. Jika naik bus, terdapat sensor untuk kartu di kedua pintu masuk dan keluarnya.

Selama 5 hari saya di Singapura banyak menggunakan jasa MRT dan bus untuk berkeliling Singapura mencari spot-spot belanja dan hanya menghabiskan 16 SGD saja.

EZ Link card juga bisa digunakan untuk pembayaran beberapa counter fastfood seperti McDonald's, Burger King. Sisa saldo 5 SGD saya gunakan untuk membeli ice lemon tea di Burger King sebesar 3 SGD.

Beberapa sekolah di Singapura juga mulai mengadopsi kartu ini sebagai kartu absen siswa dan untuk membayar makanan yang disajikan dalam kampus sekolah. Kartu canggih ini mudah didapatkan di banyak tempat, seperti airport, stasiun MRT, 7-11 dan tempat lainnya.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads