Shopping Queen
IKEA Queenstown, Surga Furnitur & Perabot Rumah Unik
Reni Boediarti - wolipop
Selasa, 31 Mei 2011 12:06 WIB
Jakarta
-
Rumah adalah tempat kita meneduh dari panas matahari, hujan dan berkumpul dengan keluarga. Banyak dari kita yang jarang betah di rumah karena penataan yang kurang indah. Jika kebetulan berkunjung ke Singapura dan berencana membeli aneka dekorasi rumah, pergilah ke IKEA di kawasan jalan Alexandra, Queenstown.
Memasuki bangunan IKEA yang terlihat minimalis di luar ternyata tidak minimal untuk ragam barangnya. Segala perabotan unik ditawarkan di sini dengan desain tidak pasaran.
Ketika memasuki IKEA Senin (30/5/2011), saya sempat terkejut dengan adanya mini market yang menjual aneka kudapan dengan nama IKEA food. Ternyata selain furnitur, dijual juga biskuit, gula-gula dan cokelat dari Swedia dengan harga mulai S$ 1,20 (Rp 8 ribuan).
Saya sempatkan untuk membeli beberapa kudapan untuk persediaan di penginapan dan oleh-oleh teman. Maklum, di Indonesia IKEA belum berdiri jadi jangan sia-siakan kesempatan saat di sini.
Sebelum menaiki bagian furnitur di lantai 1, ada baiknya anda mengambil nota pencatat daftar belanja yang disediakan lengkap dengan pensil kayu bertuliskan IKEA. Berada di lantai 1 sudah terpajang beberapa konsep dekorasi ruang keluarga, ruang makan, dan ruang kerja.
Andai semuanya bisa kami beli! Mulai dari perlengkapan dekorasi kamar hingga lemari penyimpan sepatu. Kalau membandingkan kisaran harga furnitur di sini dengan toko furnitur hias lainnya di Indonesia, IKEA lebih murah walau tidak seberapa banyak selisihnya.
Kami berdua membeli lampu hias kamar seharga SGD 5,90 (Rp 40 ribuan), boneka mini lucu SGD 0.90 (Rp 5 ribuan) dan beberapa tatakan es warna-warni dengan harga SGD 1,90 (Rp 13 ribuan).
Semuanya tampak menggiurkan untuk dibeli, bahkan untuk ranjang lipat mini dengan harga SGD 199 (Rp 1,3 juta). "Tapi kalau saya memaksa untuk membelinya akan ditaruh dimana ya?", batin saya. Tentu tidak mungkin jika saya masukkan bagasi pesawat karena esok hari harus kembali pulang ke Indonesia.
Sudah satu jam berkeliling IKEA kami harus bergegas ke kasir. Saat membayar Anda akan ditanya, apakah membutuhkan tas plastik atau tidak. Usahakan tidak memakai plastik, jika belanjaan Anda masih bisa dimasukkan dalam tas pribadi.
Tas plastik akan dikenakan biaya sebesar 5 sen, karena IKEA mendukung gerakan kurangi sampah tas plastik. Benar saja, bahkan untuk meja pembungkus barang disediakan koran bekas untuk berpartisipasi peduli pemanasan global dan daur ulang sampah kertas.
Anda harus berkunjung ke IKEA jika di Singapura, atau menyesal nantinya jika tidak berbelanja di sini.
(eny/eny)
Memasuki bangunan IKEA yang terlihat minimalis di luar ternyata tidak minimal untuk ragam barangnya. Segala perabotan unik ditawarkan di sini dengan desain tidak pasaran.
Ketika memasuki IKEA Senin (30/5/2011), saya sempat terkejut dengan adanya mini market yang menjual aneka kudapan dengan nama IKEA food. Ternyata selain furnitur, dijual juga biskuit, gula-gula dan cokelat dari Swedia dengan harga mulai S$ 1,20 (Rp 8 ribuan).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum menaiki bagian furnitur di lantai 1, ada baiknya anda mengambil nota pencatat daftar belanja yang disediakan lengkap dengan pensil kayu bertuliskan IKEA. Berada di lantai 1 sudah terpajang beberapa konsep dekorasi ruang keluarga, ruang makan, dan ruang kerja.
Andai semuanya bisa kami beli! Mulai dari perlengkapan dekorasi kamar hingga lemari penyimpan sepatu. Kalau membandingkan kisaran harga furnitur di sini dengan toko furnitur hias lainnya di Indonesia, IKEA lebih murah walau tidak seberapa banyak selisihnya.
Kami berdua membeli lampu hias kamar seharga SGD 5,90 (Rp 40 ribuan), boneka mini lucu SGD 0.90 (Rp 5 ribuan) dan beberapa tatakan es warna-warni dengan harga SGD 1,90 (Rp 13 ribuan).
Semuanya tampak menggiurkan untuk dibeli, bahkan untuk ranjang lipat mini dengan harga SGD 199 (Rp 1,3 juta). "Tapi kalau saya memaksa untuk membelinya akan ditaruh dimana ya?", batin saya. Tentu tidak mungkin jika saya masukkan bagasi pesawat karena esok hari harus kembali pulang ke Indonesia.
Sudah satu jam berkeliling IKEA kami harus bergegas ke kasir. Saat membayar Anda akan ditanya, apakah membutuhkan tas plastik atau tidak. Usahakan tidak memakai plastik, jika belanjaan Anda masih bisa dimasukkan dalam tas pribadi.
Tas plastik akan dikenakan biaya sebesar 5 sen, karena IKEA mendukung gerakan kurangi sampah tas plastik. Benar saja, bahkan untuk meja pembungkus barang disediakan koran bekas untuk berpartisipasi peduli pemanasan global dan daur ulang sampah kertas.
Anda harus berkunjung ke IKEA jika di Singapura, atau menyesal nantinya jika tidak berbelanja di sini.
(eny/eny)










































