Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Shopping Queen

Mencicipi Es Durian di Pasar Kaget, Masjid Jamek

Mega Agnesty Anjasmoro - wolipop
Selasa, 24 Mei 2011 16:17 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Wolipop
Jakarta - Pukul 2.00 siang waktu Kuala Lumpur, saya dan Dina sampai di Masjid Jamek. Untuk sampai ke sini, kami memakai taksi karena tempat ini tidak terlalu jauh dari Karyaneka. Tinggal bayar RM 10 atau sekitar Rp 28 ribu. Harga segitu cukup wajar untuk taksi di sini, seperti minimal payment gitu.

Masjid ini adalah masjid tertua di Kuala Lumpur. Saat melihatnya dari bus Hop On Hop Off saya sangat kagum dengan arsitekturnya. Tapi begitu tiba di sini, saya tidak tertarik berwisata budaya. Mari kita be-lan-ja!

Belanja? Di masjid? Memang bisa? Jangan salah! Area Masjid Jamek kalau hari Jumat sudah berubah menjadi flea market atau pasar kaget. Jadi kita bisa mencari barang belanjaan di sini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pasar kaget di Masjid Jamek ini mulai ramai pukul 11.00. Sayang kami baru tiba pukul 02.00, sehingga pasar ini mulai sepi saat kami datang.

Sama seperti pasar kaget di masjid depan kantor saya, Masjid Pondok Indah, target pasarnya adalah orang-orang yang mau salat Jumat. Bedanya, karena masjid ini ramai banget, maka penjualnya pun lebih banyak. Barang yang dijual rata-rata sama seperti Masjid Pondok Indah. Ada parfum, obat herbal, madu, baju, peci, sandal dan dompet serta barang-barang yang terbuat dari kulit.



Di sini juga ada penjual es durian. Waaaa, durian! Ini buah kesukaan saya. Saya langsung saja beli. Harganya sih sama kayak di Jakarta sekitar Rp 6 ribu. Saya lihat di televisi seminggu yang lalu, bulan-bulan ini di Malaysia lagi musim durian. Tiba-tiba jadi mau hunting durian, tapi Dina tidak setuju karena dia nggak suka durian. Kadang saya berpikir, kasian yah orang-orang yang nggak suka durian, padahal buah ini enak banget!

Oke, kembali ke pasar kaget di Masjid Jamek, kalau mau cari kaos murah, datang aja ke sini. Satu kaos ada yang dijual dengan harga RM 10. Tapi yang namanya pasar, pasti penjualnya memberi harga tinggi dulu, terus tawar-menawar deh.

Tips berbelanja di sini adalah bawa payung karena panas banget! Jangan lupa juga pakai baju yang sopan, karena area ini adalah tempat untuk beribadah.

Bicara soal pasar di Malaysia, pasti tidak jauh dari teh tarik. Kamu bisa juga mencoba teh tarik pinggir jalan biar tahu bagaimana beda rasa teh tarik di resto dan di kaki lima. Menurut saya sih bedanya itu seperti kamu membeli es teh manis di Sari Ratu sama beli teh manis di warung penyet. Hehehe.

Setelah selesai berkekliling area Masjid Jamek tanpa belanjaan, kami memutuskan untuk jalan-jalan ke daerah Imbi. Di sana ada Plaza Imbi dan juga ada toko coklat yang sangat terkenal. Kayaknya tema perjalanan kami hari ini adalah coklat. Mau tahu gimana rasanya berbelanja di Imbi? Tunggu cerita kita ya....



(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads