Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Ben Thanh Market, Pasar Serba Ada di Vietnam

Prehida Permatasari - wolipop
Senin, 16 Mei 2011 12:02 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Wolipop
Jakarta - Masih banyak shopping spot list yang akan dijelajahi, dicari, diulik di hari kedua kami di kota ini. Hari ini kita sengaja meluangkan waktu cukup panjang serta membagi-bagi tugas supaya tidak ada tempat dan hal penting yang terlewat.

Ada orang bijak bilang, jika ingin mengenal suatu daerah kita harus 'blend with the locals'. Oleh karena itu outfits pilihan kami hari ini sangat kental Vietnamnya dan merupakan hasil perburuan kemarin di Ben Tanh Market.

Di hari kedua ini kami kembali ke Ben Tanh Market. Masih ada sudut lain dari kawasan perbelanjaan tradisional itu yang belum sempat kami datangi karena begitu besar dan lengkapnya pasar ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Barang barang yang dijual masih sama yaitu seputar aksesori, tas dan kerajinan tangan dari kayu, lukisan. Sebelum membahas lebih lanjut, konon lukisan merupakan karya seni yang cukup tersohor di negeri ini karena sebelum ditemukan teknologi kecanggihan kamera, lukisan menjadi media memori satu-satunya untuk sebuah aktifitas maupun keadaan.

Walaupun jumlah lukisan sengaja diproduksi massal sehingga harganya cukup murah, namun para pelukis berbakat cukup diperhatikan di Vietnam. Terlihat beberapa sudut jalan dan trotoar menjadi lahan para pelukis berkreasi. Memang sangat terasa atmosfir bekas jajahan Prancis, di mana karya seni lokal sangat diapresiasi oleh pemerintah.

Kemudian dalam urusan seni memahat, Vietnam memang juaranya. Peralatan makan dari kursi, hiasan-hiasan dinding, piring dan sumpit dari kayu dengan aksen-aksen unik bergaya Vietnam oriental terjajar rapi dan manis. Semua benda itu sungguh menarik hati wanita yang gemar masak atau hanya ingin mengoleksi pernak-pernik makan.

Jika dilihat lebih lanjut untuk hiasan-hiasan dinding banyak sekali hiasan kapal. Ternyata dahulunya Vietnam merupakan tempat singgah favorit kapal-kapal para musafir baik dari Arab, India China (disebut juga jalur sutera perdagangan). Begitu menariknya hingga Vietnam menjadi daerah jajahan Amerika dan Prancis .

Di pasar ini juga banyak dijual aksesori dengan material yang fantastis. Mutiara, coral stone, marble, dan silver. Mereka pun membuktikan keaslian barang tersebut. Salah satunya mutiara. Kebetulan sekali kita berdua penggemar mutiara dan sudah rajin mengkoleksi dari beberapa negara jadi kami berdua paham persis membedakan mutiara asli dan buatan; yaitu dengan menggigit mutiara tersebut.



Mutiara asli kalau digigit seperti ada pasirnya, lalu kalau dibakar tidak akan hangus atau cara gampangnya, tidak berbentuk bulat sempurna. Nah mbak penjaga kios membuktikan keasliannya kepada kami dengan mendemonstrasikan kemurnian mutiara.

Selain berbagai akseosri, di pasar ini juga ada tempat yang menjual berbagai makanan dan camilan.
Di sisi kiri dari tempat kita masuk, sudah memasuki area pasar basah dan food court yang menjual beragam makanan yang tampak enak.

Makan di sini tidak susah dan hampir semua tempat makan baik yang mewah maupun street food rasanya enak semua. Harganya cukup murah 80.000 VND untuk berdua. Ada penjual minuman dengan campuran topping yang menarik, kami belum sempat mencoba tapi kami ambil fotonya supaya kalian yang baca ikutan tergoda :).



Cemilan favorit Vietnam, beragam kacang-kacangan serta manisan plum yang cukup banyak variannya, mulai dari rasa manis, asam, asin hingga rasa cabai yang pedasnya minta ampun, cukup membuat mata yang mulai ngantuk akibat efek kekenyangan jadi terbelalak lagi. Harga manisan plum 100gr = 15000 VND, bisa dicampur beberapa rasa sehingga kita semakin siap tempur untuk tujuan shopping selanjutnya karena bekal cemilan sudah di tangan .

Kosmetik juga tidak ketinggalan. Terdapat kios yang menjual lotion, sabun, kosmetik import. Persis seperti kios yang ada di Mall Ambassador dan Mangga Dua, Jakarta. Di kios ini mereka menjual lotion dari Victoria Secret, Bath Body Works, Jergens, dan lainnya. Harganya pun relatif murah. Untuk 1 lotion yang harga aslinya US$ 10 dan kalau dijual di Jakarta seputar Rp 130 ribu, di Cho Ben Than dijual 150 ribu VND atau sekitar Rp 80 ribu.

Di penghujung area, ada satu toko yang sangat kita kagumi. Mostly barang-barangnya adalah handmade, aksesorinya beda dengan tempat lain. Harganya memang mahal bila dibandingkan dengan yang lain, tapi uniknya mengalahkan toko lain.

Ada choker yang penuh dengan batu dengan kombinasi warna yang tidak biasa (jade-pastel salmon, off white, lalu torquise-fuschia) harga 500.000 VND. Ada juga payung handmade dengan detail fringe, kaca yang diframe sulaman, dan menggunakan bahan patchwork. Harga payung cantik ini 1.500.000 VND. Ruthie sangat suka payung ini dan minta izin supaya boleh ambil foto. Sebetulnya kami tidak boleh mengambil foto tapi karena melihat antusias kami, maka kami diizinkan memotret.



Di penghujung area, ada satu toko yang sangat kita kagumi. Mostly barang-barangnya adalah handmade, aksesorinya beda dengan tempat lain. Harganya memang mahal bila dibandingkan dengan yang lain, tapi uniknya mengalahkan toko lain.

Ada choker yang penuh dengan batu dengan kombinasi warna yang tidak biasa (jade-pastel salmon, off white, lalu torquise-fuschia) harga 500.000 VND. Ada juga payung handmade dengan detail fringe, kaca yang diframe sulaman, dan menggunakan bahan patchwork. Harga payung cantik ini 1.500.000 VND. Ruthie sangat suka payung ini dan minta izin supaya boleh ambil foto. Sebetulnya kami tidak boleh mengambil foto tapi karena melihat antusias kami, maka kami diizinkan memotret.

Kita mengakhiri Cho Ben Thanh dengan happy karena benar-benar sudah mengelilingi semua sisi. Begitu besar dan padatnya kami perlu dua hari untuk menelusuri semuanya.

Tips dari kami, harus sering-sering minum air putih supaya fit terus karena belanja dan jalan-jalan sangat menguras energi apalagi kalau cuaca panas dan berkeringat. Waspada dehidrasi maka sebaiknya rajin minum air putih per beberapa jam. Toilet tidak susah dicari dan tidak jorok meski tidak terlalu bersih.



(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads