Blackhouse, Cafe & Resto dengan 7 Ruangan Bertema
wolipop
Kamis, 02 Agu 2012 17:35 WIB
Jakarta
-
Bosan dengan suasana cafe dan resto yang itu-itu saja? Mungkin Blackhouse bisa menjadi pilihan bagi Anda yang menginginkan pengalaman bersantap dengan bermacam-macam nuansa yang berbeda dan menyenangkan.
Blackhouse terletak di kawasan Tirtayasa, Kebayoran baru. Dari luar, bangunan tampak didominasi oleh warna hitam. Namun tepat di tengah bangunan ada satu dinding yang menonjol dan bergambar setelan jas dan dasi kupu-kupu. Gambar tersebut merupakan logo Blackhouse.
Bangunan Blackhouse terdiri dari empat lantai dan tujuh area. Berbeda dengan cafe dan resto lainnya, masing-masing area memiliki tema masing-masing lengkap dengan setting ruang serta aksesori yang menggambarkan tema yang diusung. Di lantai pertama terdapat tiga area, yaitu wine area, boutique area dan books area.
Pada area wine, suasana modern begitu terasa. Mulai dari pemilihan sofa yang minimalis, meja yang terbuat dari kaca, cermin di dinding untuk memberikan kesan luas dan ornamen ruangan bermaterial stainless steel. Tak lupa rak yang berisikan deretan wine dari berbagai merek.
Tak jauh berbeda dengan wine area, boutique area masih mengusung nuansa yang modern. Hanya saja terdapat beberapa manequin yang dipakaikan dress berbahan sequin dan pengukur baju (meteran) yang di kalungkan. Sedangkan Books area tampil lebih eklektik dengan rak buku berwarna biru. Di dalam rak tersebut terdapat berbagai macam buku 'vintage' yang tertata rapi.
Naik ke lantai dua, pengunjung bisa menikmati dua area, yaitu Candy dan Flower. Sesuai dengan namanya, suasana centil dan manis begitu terasa di area Candy. Ruangan didominasi oleh warna fuschia dan terdapat rak yang berisikan berbagai jenis permen serta coklat. Lalu pada Flower area, pengunjung dimanjakan dengan nuansa taman serba hijau dengan sedikit sentuhan warna pastel pada bunga, dan pemilihan kursi berwarna putih. Tampaknya dua area 'manis' ini, dikhususkan bagi para pengunjung wanita.
Beranjak ke lantai tiga, terdapat area music yang didominasi oleh warna hitam, merah dan abu-abu. Di sebelah kiri ruangan, ada display kaca yang memajang kaset dan piringan hitam 'vintage'. Ruangan musik lebih besar jika dibandingkan lima area lain di lantai bawah.
Naik ke lantai 4, Blackhouse menawarkan area Heaven. Area ini dibuat bagi mereka yang ingin menikmati suasana outdoor. Di area ini pengunjung bisa merasakan suasana ala kota London, dengan adanya boks telepon umum berwarna merah, barbershop dan sepeda fixie.
Berbicara mengenai makanannya, Blackhouse menyuguhkan santapan ala western. Mulai dari , Chicken Gumbo Soup yang dijual dnegan harga Rp 26 ribuan, hingga Tenderloin steak yang dihargai Rp 150 ribuan. Sebagai rekomendasi, wolipop menyarankan agar mencoba menu pembuka House Slider; dua burger mini dengan irisan tomat, selada, daging sapi serta roti yang crispy.
Blackhouse menawarkan beragam minuman berbasis kopi dan mocktail. Espresso dijual dengan harga Rp 17 ribuan dan mocktail Two To Mango yang berisi campuran sirup markisa dengan es krim mangga yang segar, dijual seharga, Rp 33 ribu. Secara keseluruhan cafe dan resto Blackhouse ini cukup menyenangkan untuk reuni, arisan atau sekedar bersantai dengan teman-teman. Setting ruangan yang seru menjadikan foto reuni Anda tampak menarik.
Blackhouse berlokasi di Jl. Cililin Raya no.3, Tirtayasa, Jakarta Selatan, 12170. Cafe dan resto ini buka pada Minggu sampai Kamis, jam 16.00 - 22.00 dan pada Jumat sampai Sabtu, jam 16.00 - 01.00. Untuk info dan reservasi, bisa menghubungi 021-72792705.
(eya/eya)
Blackhouse terletak di kawasan Tirtayasa, Kebayoran baru. Dari luar, bangunan tampak didominasi oleh warna hitam. Namun tepat di tengah bangunan ada satu dinding yang menonjol dan bergambar setelan jas dan dasi kupu-kupu. Gambar tersebut merupakan logo Blackhouse.
Bangunan Blackhouse terdiri dari empat lantai dan tujuh area. Berbeda dengan cafe dan resto lainnya, masing-masing area memiliki tema masing-masing lengkap dengan setting ruang serta aksesori yang menggambarkan tema yang diusung. Di lantai pertama terdapat tiga area, yaitu wine area, boutique area dan books area.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak jauh berbeda dengan wine area, boutique area masih mengusung nuansa yang modern. Hanya saja terdapat beberapa manequin yang dipakaikan dress berbahan sequin dan pengukur baju (meteran) yang di kalungkan. Sedangkan Books area tampil lebih eklektik dengan rak buku berwarna biru. Di dalam rak tersebut terdapat berbagai macam buku 'vintage' yang tertata rapi.
Naik ke lantai dua, pengunjung bisa menikmati dua area, yaitu Candy dan Flower. Sesuai dengan namanya, suasana centil dan manis begitu terasa di area Candy. Ruangan didominasi oleh warna fuschia dan terdapat rak yang berisikan berbagai jenis permen serta coklat. Lalu pada Flower area, pengunjung dimanjakan dengan nuansa taman serba hijau dengan sedikit sentuhan warna pastel pada bunga, dan pemilihan kursi berwarna putih. Tampaknya dua area 'manis' ini, dikhususkan bagi para pengunjung wanita.
Beranjak ke lantai tiga, terdapat area music yang didominasi oleh warna hitam, merah dan abu-abu. Di sebelah kiri ruangan, ada display kaca yang memajang kaset dan piringan hitam 'vintage'. Ruangan musik lebih besar jika dibandingkan lima area lain di lantai bawah.
Naik ke lantai 4, Blackhouse menawarkan area Heaven. Area ini dibuat bagi mereka yang ingin menikmati suasana outdoor. Di area ini pengunjung bisa merasakan suasana ala kota London, dengan adanya boks telepon umum berwarna merah, barbershop dan sepeda fixie.
Berbicara mengenai makanannya, Blackhouse menyuguhkan santapan ala western. Mulai dari , Chicken Gumbo Soup yang dijual dnegan harga Rp 26 ribuan, hingga Tenderloin steak yang dihargai Rp 150 ribuan. Sebagai rekomendasi, wolipop menyarankan agar mencoba menu pembuka House Slider; dua burger mini dengan irisan tomat, selada, daging sapi serta roti yang crispy.
Blackhouse menawarkan beragam minuman berbasis kopi dan mocktail. Espresso dijual dengan harga Rp 17 ribuan dan mocktail Two To Mango yang berisi campuran sirup markisa dengan es krim mangga yang segar, dijual seharga, Rp 33 ribu. Secara keseluruhan cafe dan resto Blackhouse ini cukup menyenangkan untuk reuni, arisan atau sekedar bersantai dengan teman-teman. Setting ruangan yang seru menjadikan foto reuni Anda tampak menarik.
Blackhouse berlokasi di Jl. Cililin Raya no.3, Tirtayasa, Jakarta Selatan, 12170. Cafe dan resto ini buka pada Minggu sampai Kamis, jam 16.00 - 22.00 dan pada Jumat sampai Sabtu, jam 16.00 - 01.00. Untuk info dan reservasi, bisa menghubungi 021-72792705.
(eya/eya)
Elektronik & Gadget
Bikin Sejuk Dimanapun Kamu! Intip 3 Rekomendasi Kipas Mini Portable Di Bawah 200 Ribu
Hobbies & Activities
4 Novel Ini Menggugah Rasa dan Pikiran, Layak Dibaca Sekali Seumur Hidup
Elektronik & Gadget
Vivo iQOO 15: Flagship Baru Super Kencang dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5 & Layar 144Hz
Elektronik & Gadget
KiiP Wireless EW56: Power Bank Magnetik yang Bikin Hidup Lebih Praktis
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
East Quarter Grand Indonesia, Restoran Pan-Asian dengan Interior Estetik
Rayakan Malam Natal dengan Festive Dining Berkelas di Incanto Restaurant
Jejak Coco Chanel di Secangkir Coklat Angelina Paris, Kafe Legendaris Favorit Turis
Sofra Turkish Cafe & Restaurant, Merasakan Hawa Istanbul di Kuningan, Jaksel
Halla Korean Taste, Restoran Korea Halal dengan Interior Modern-Elegan
Most Popular
1
Kisah Cinta Sutradara Rob Reiner dan Istri yang Tewas Dibunuh Anak Sendiri
2
Pesona Calon Ratu Swedia Pakai Baju Bekas Ibunya 30 Tahun Lalu di Acara Nobel
3
Angelina Jolie Buka-bukaan soal Mastektomi, Perlihatkan Bekas Operasi di Dada
4
Emas Batangan Vs Perhiasan Emas, Mana yang Lebih Cuan Jadi Investasi?
5
Song Hye Kyo Buka-bukaan Soal Potong Rambut Pendek, Jadi Pasangan Gong Yoo
MOST COMMENTED











































