Sala, Tempat Hang Out Terbaru di Kawasan Kemang
wolipop
Jumat, 01 Jun 2012 17:34 WIB
Jakarta
-
Satu lagi tempat makan dan hang out terbaru yang hadir di kawasan Kemang. Bertempat di Kemang Raya No. 72, Jakarta Selatan, berdiri sebuah bangunan empat lantai dengan desain yang cukup 'antik'.
Sala, adalah nama dari resto tersebut. Dalam bahasa spanyol, Sala berarti sebuah ruangan. Memang bukan pilihan kata yang unik, tapi tak begitu dengan konsep interior yang diusung resto yang baru dibuka beberapa minggu lalu ini.
Tampak depan, Anda sudah bisa melihat keunikannya. Bangunan didominasi material papan kayu dengan gaya shabby chic, yaitu penataan dan dekorasi yang dibuat tampak kusam dan unfinished namun tetap terlihat manis dan cantik. Terdapat beberapa jendela dengan desain agak 'jadul' yang membuatnya sedikit bernuansa homey.
Puas mengamati bagian depan, saatnya masuk ke dalam. Tak berbeda dengan tampak luar, nuansa di ruangan juga bergaya shabby chic. Kursi dan meja kayu dicat warna krem serta hijau yang sengaja diwarnai tidak merata. Kesan unfinished juga diterapkan pada dinding dari bata yang tidak dilapis semen, hanya dicat warna putih.
Sementara pada tangga, juga menggunakan kayu tanpa difurnish. Hanya pegangan tangga saja yang dicat warna krem. Lantai 1 terdapat bar, kasir dan dapur serta deretan meja-kursi, dan lukisan bergaya pop-art yang menghiasi dinding. Spot ini cocok bagi Anda yang tidak merokok karena merupakan area non-smoking.
Lantai 2 tak jauh berbeda dengan lantai 1, hanya saja ruangan ini smoking area. Jika ingin nuansa yang lebih santai, bisa memilih tempat di lantai dasar. Ruangan basement ini memiliki dua set sofa yang cukup nyaman, set meja-kursi yang muat untuk 6-7 orang dan dua set kecil untuk Anda yang datang berduaan.
Ruangan Sala di setiap lantai terbilang kecil, tapi sepertinya sang arsitek tahu bagaimana mengakalinya agar terlihat lebih luas. Dinding-dinding di lantai basement ini dilapisi kaca dan jendela sebagai aksen. Selain membuat ruangan tampak lebih lebar, juga mengesankan seperti melihat pemandangan luar.
Tempat yang nyaman, juga diimbangi dengan rasa masakan khas Eropa yang nikmat. Jangan sampai terlewat untuk mencoba Mariniere, yaitu kerang hijau dengan saus creamy yang lezat. Disajikan dalam panci besi, Anda bisa memilih yang beratnya 500 gram atau 1 kg. Mariniere dilengkapi dengan french fries berpotongan tebal.
Coba juga sajian favorit Sala lainnya, Oven Roasted Chicken. Ayam panggang dengan saus yang ringan, disajikan bersama tumisan jamur dan pastry kentang. Ingin makanan yang lebih ringan? Pesan Pizza Bufallo Mozarella; dengan topping tomat segar, daun selada air serta keju di atas roti tipis renyah.
Untuk minuman, Strawberry Lassi dan Mississipi River bisa jadi pilihan. Campuran buah segar, ditambah es krim dan yoghurt pastinya menyegarkan. Perpaduan semua bahan terasa pas, tanpa terlalu asam atau manis.
Setiap makanan disajikan dalam wadah berukuran besar dan bentuknya cukup unik. Sayang, mejanya terlalu kecil sehingga jika memesan banyak makanan, tidak cukup untuk menampung dan akhirnya 'memaksa' pengunjung untuk cepat-cepat makan agar tersedia tempat untuk menaruh masakan yang baru matang. Terlepas dari itu, Sala merupakan tempat hang out yang 'komplit'; nuansa nyaman, unik dan makanan yang 'nyambung' dengan lidah orang Indonesia.
Harga makanan mulai dari Rp 25.000 - Rp 200.000, sementara minuman dari Rp 20.000 - Rp 100 ribuan. Sala buka mulai pukul 11.00 - 24.00 WIB.
(hst/hst)
Sala, adalah nama dari resto tersebut. Dalam bahasa spanyol, Sala berarti sebuah ruangan. Memang bukan pilihan kata yang unik, tapi tak begitu dengan konsep interior yang diusung resto yang baru dibuka beberapa minggu lalu ini.
Tampak depan, Anda sudah bisa melihat keunikannya. Bangunan didominasi material papan kayu dengan gaya shabby chic, yaitu penataan dan dekorasi yang dibuat tampak kusam dan unfinished namun tetap terlihat manis dan cantik. Terdapat beberapa jendela dengan desain agak 'jadul' yang membuatnya sedikit bernuansa homey.
Puas mengamati bagian depan, saatnya masuk ke dalam. Tak berbeda dengan tampak luar, nuansa di ruangan juga bergaya shabby chic. Kursi dan meja kayu dicat warna krem serta hijau yang sengaja diwarnai tidak merata. Kesan unfinished juga diterapkan pada dinding dari bata yang tidak dilapis semen, hanya dicat warna putih.
Sementara pada tangga, juga menggunakan kayu tanpa difurnish. Hanya pegangan tangga saja yang dicat warna krem. Lantai 1 terdapat bar, kasir dan dapur serta deretan meja-kursi, dan lukisan bergaya pop-art yang menghiasi dinding. Spot ini cocok bagi Anda yang tidak merokok karena merupakan area non-smoking.
Lantai 2 tak jauh berbeda dengan lantai 1, hanya saja ruangan ini smoking area. Jika ingin nuansa yang lebih santai, bisa memilih tempat di lantai dasar. Ruangan basement ini memiliki dua set sofa yang cukup nyaman, set meja-kursi yang muat untuk 6-7 orang dan dua set kecil untuk Anda yang datang berduaan.
Ruangan Sala di setiap lantai terbilang kecil, tapi sepertinya sang arsitek tahu bagaimana mengakalinya agar terlihat lebih luas. Dinding-dinding di lantai basement ini dilapisi kaca dan jendela sebagai aksen. Selain membuat ruangan tampak lebih lebar, juga mengesankan seperti melihat pemandangan luar.
Tempat yang nyaman, juga diimbangi dengan rasa masakan khas Eropa yang nikmat. Jangan sampai terlewat untuk mencoba Mariniere, yaitu kerang hijau dengan saus creamy yang lezat. Disajikan dalam panci besi, Anda bisa memilih yang beratnya 500 gram atau 1 kg. Mariniere dilengkapi dengan french fries berpotongan tebal.
Coba juga sajian favorit Sala lainnya, Oven Roasted Chicken. Ayam panggang dengan saus yang ringan, disajikan bersama tumisan jamur dan pastry kentang. Ingin makanan yang lebih ringan? Pesan Pizza Bufallo Mozarella; dengan topping tomat segar, daun selada air serta keju di atas roti tipis renyah.
Untuk minuman, Strawberry Lassi dan Mississipi River bisa jadi pilihan. Campuran buah segar, ditambah es krim dan yoghurt pastinya menyegarkan. Perpaduan semua bahan terasa pas, tanpa terlalu asam atau manis.
Setiap makanan disajikan dalam wadah berukuran besar dan bentuknya cukup unik. Sayang, mejanya terlalu kecil sehingga jika memesan banyak makanan, tidak cukup untuk menampung dan akhirnya 'memaksa' pengunjung untuk cepat-cepat makan agar tersedia tempat untuk menaruh masakan yang baru matang. Terlepas dari itu, Sala merupakan tempat hang out yang 'komplit'; nuansa nyaman, unik dan makanan yang 'nyambung' dengan lidah orang Indonesia.
Harga makanan mulai dari Rp 25.000 - Rp 200.000, sementara minuman dari Rp 20.000 - Rp 100 ribuan. Sala buka mulai pukul 11.00 - 24.00 WIB.
(hst/hst)
Home & Living
3 Kulkas 1 Pintu Harga 1 Jutaan yang Murah dan Tahan Lama!
Home & Living
Tetap Terhidrasi Saat Mudik! 3 Tumbler Praktis Ini Siap Bantu Jaga Kesehatan Saat Perjalanan Jauh
Home & Living
3 Rekomendasi Tempat Sampah Sensor Higienis untuk Rumah Lebih Bersih dan Praktis
Home & Living
Dekorasi Simpel Tapi Bikin Beda! Jam Dinding Lucu Estetik untuk Rumah
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Misoa Story, Resto Comfort Food Nuansa Industrial-Playful di Kelapa Gading
Munch Club, Spot Makan Bergaya Diner dengan Interior Minimalis Modern
Rahasia Meja Chinese New Year Berkelas, Belajar Langsung dari Florist Profesional
Restoran Rooftop Terbaru di Jakarta Barat, Cocok Buat Merayakan Tahun Baru
Epice Kemang, Resto Baru yang Cocok Jadi Tempat Kumpul Keluarga Saat Natal
Most Popular
1
Gaya Fuji & Felicya Angelista Kompak Tampil Bak Artis Bollywood Pakai Lehenga
2
Potret Gaya Paula Verhoeven Bercadar Saat Umrah di Bulan Ramadhan
3
Wajah Aktris Cantik Ini Terbaka Gara-gara Tren Tiup Kue Ulang Tahun TikTok
4
4 Tips Pilih Alat Elektronik Supaya Nggak Bikin Tagihan Listrik Bengkak
5
Penampilan Tyla di Paris Fashion Week Bikin Kaget, Atasannya Bukan Baju
MOST COMMENTED











































