Liputan Khusus
Beda Musik, Beda Juga Party-Goersnya
wolipop
Selasa, 22 Mei 2012 11:23 WIB
Jakarta
-
Beda klub malam, maka beda pula suasana yang ditampilkan. Tak hanya dekor, makanan dan minuman (F & B), target market dan harga yang berbeda, musik yang diputar juga salah satu daya tarik orang untuk terus berdatangan dan mencari kesenangan.
Banyak orang awam mengatakan buat apa pergi ke klub malam, jika musiknya hanya 'jedak-jeduk' saja? Beda halnya dengan party-goers sejati, jenis musik yang dimainkan oleh para DJ menjadi sebuah hal yang tak boleh terlewatkan.
Menurut Kiki Utara, PR Director dari Ismaya Group yang menaungi club Dragonfly dan Blowfish, beda musik beda pula yang datang. "Dragonfly marketnya 21 tahun ke atas dengan market yang lebih high-class. Musik yang diputar kebanyakan genre Classic house," ujarnya kepada Wolipop saat diwawancara via telepon, Rabu (16/05/2012).
"Beda dengan Blowfish yang marketnya lebih muda, 19-21 tahun ke atas, musik yang diputar R&B dan Hip Hop. Lebih gampang masuknya ke audiens yang lebih muda," tambahnya.
Hal ini juga diungkapkan oleh Zahra Zettira, media relation dari Lifestyle Unlimited yang menaungi klub X2, Equinox dan Diagonal. "Yang paling hits Equinox, karena musik yang dimainin DJ, R&B sama Hip Hop. Banyak ABG yang familiar sama lagu-lagu sekarang yang lagi nge-trend. Orang pun juga lebih gampang mencernanya," ujarnya saat ditemui Wolipop di X2, Rabu malam (16/05/2012).
Ia juga menjelaskan bahwa di X2, musik yang diputar oleh DJ kebanyakan seputar genre Progressive, Techno hingga Trans. Sedangkan di Diagonal yang menyasar kaum sosialita, musik Classic house mendominasi, karena banyak orang yang lebih dewasa suka mendengar musik-musik disko zaman dulu.
Berbicara soal genre musik khusus seperti Progressive hingga techno, ternyata peminatnya konsisten mengikuti meskipun belum banyak. "Ada tamu yang setia nongkrong di X2 buat dengerin musik-musik ginian karena mereka memang suka dan enggak tertarik nyoba yang lain seperti R&B," jelas Zahra.
Zahra juga menambahkan bahwa tiap DJ memiliki karakter masing-masing meskipun genre musik yang ditekuninya sama. Itulah sebabnya di tiap wilayah, contohnya Barat dan Selatan, musik yang diputar memiliki 'feel' yang sangat beda. Dan perlu diingat tidak semua DJ bisa terkenal karena musik atau latar belakangnya.
"Beberapa klub memang muterin musik yang enak buat didengar sambil pakai drugs, ada juga yang memang ga terlalu keras buat orang biasa. Musik di klub biasa beda dengan musik di klub yang terkenal untuk nge-drugs. Itulah yang membedakan reputasi klub. DJnya pun enggak dikasih izin muterin musik yang memang untuk konsumsi drugs," tambah Zahra.
(fer/kik)
Banyak orang awam mengatakan buat apa pergi ke klub malam, jika musiknya hanya 'jedak-jeduk' saja? Beda halnya dengan party-goers sejati, jenis musik yang dimainkan oleh para DJ menjadi sebuah hal yang tak boleh terlewatkan.
Menurut Kiki Utara, PR Director dari Ismaya Group yang menaungi club Dragonfly dan Blowfish, beda musik beda pula yang datang. "Dragonfly marketnya 21 tahun ke atas dengan market yang lebih high-class. Musik yang diputar kebanyakan genre Classic house," ujarnya kepada Wolipop saat diwawancara via telepon, Rabu (16/05/2012).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini juga diungkapkan oleh Zahra Zettira, media relation dari Lifestyle Unlimited yang menaungi klub X2, Equinox dan Diagonal. "Yang paling hits Equinox, karena musik yang dimainin DJ, R&B sama Hip Hop. Banyak ABG yang familiar sama lagu-lagu sekarang yang lagi nge-trend. Orang pun juga lebih gampang mencernanya," ujarnya saat ditemui Wolipop di X2, Rabu malam (16/05/2012).
Ia juga menjelaskan bahwa di X2, musik yang diputar oleh DJ kebanyakan seputar genre Progressive, Techno hingga Trans. Sedangkan di Diagonal yang menyasar kaum sosialita, musik Classic house mendominasi, karena banyak orang yang lebih dewasa suka mendengar musik-musik disko zaman dulu.
Berbicara soal genre musik khusus seperti Progressive hingga techno, ternyata peminatnya konsisten mengikuti meskipun belum banyak. "Ada tamu yang setia nongkrong di X2 buat dengerin musik-musik ginian karena mereka memang suka dan enggak tertarik nyoba yang lain seperti R&B," jelas Zahra.
Zahra juga menambahkan bahwa tiap DJ memiliki karakter masing-masing meskipun genre musik yang ditekuninya sama. Itulah sebabnya di tiap wilayah, contohnya Barat dan Selatan, musik yang diputar memiliki 'feel' yang sangat beda. Dan perlu diingat tidak semua DJ bisa terkenal karena musik atau latar belakangnya.
"Beberapa klub memang muterin musik yang enak buat didengar sambil pakai drugs, ada juga yang memang ga terlalu keras buat orang biasa. Musik di klub biasa beda dengan musik di klub yang terkenal untuk nge-drugs. Itulah yang membedakan reputasi klub. DJnya pun enggak dikasih izin muterin musik yang memang untuk konsumsi drugs," tambah Zahra.
(fer/kik)
Olahraga
Nyaman Dipakai Lari, Ini Keunggulan Nike Tempo Swoosh Run Dri-fit
Kesehatan
Stop Panik Sama Garis Halus! Ini Solusi Simpel Biar Kulit Tetap Muda
Olahraga
Transformasi Tubuh dari Rumah! Cuma Modal 1 Alat Ini, Otot Langsung Terbentuk
Kesehatan
Rahasia Perut Rata Tanpa Tersiksa! Ini Cara Simpel Turunkan Berat Badan dengan Fiber
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Healing ala Gen Z! Bikin Kopi Sambil Refleksi Diri di Workshop Brew & Breath
Misoa Story, Resto Comfort Food Nuansa Industrial-Playful di Kelapa Gading
Munch Club, Spot Makan Bergaya Diner dengan Interior Minimalis Modern
Rahasia Meja Chinese New Year Berkelas, Belajar Langsung dari Florist Profesional
Restoran Rooftop Terbaru di Jakarta Barat, Cocok Buat Merayakan Tahun Baru
Most Popular
1
Tren Tubuh Sangat Kurus di Oscars Bikin Khawatir, Efek Ozempic Disorot
2
Ramalan Zodiak 18 Maret: Libra Jangan Menonjol, Scorpio Hargai Perasaannya
3
Gaya Dramatis Luna Maya di Premier Suzanna, Ronce Melati Curi Perhatian
4
Tipe Orang Saat Mudik Berdasarkan Zodiak, Kamu Santai atau Panikan? (Bag. 1)
5
TikTok Viral Verificator
Tak Tega Ditinggal, Wanita Ini Bawa Kucing Mudik Naik Kapal Menyeberangi Laut.
MOST COMMENTED











































