Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Liputan Khusus

Cinta Satu Malam di Nightclub? Big No!

wolipop
Selasa, 22 Mei 2012 10:52 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Banyak orang pergi clubbing di klub malam untuk melepas kepenatan dan mencari relaksasi lewat musik yang berdentum keras. Jika dijalani sewajarnya, clubbing juga memiliki manfaat positif seperti yang ada dalam artikel ini.

Jika dikembalikan ke diri masing-masing, banyak yang bisa clubbing dan bersenang-senang tanpa mengganggu orang lain. Sayangnya, banyak juga orang yang tidak bisa mengontrol diri lantaran terlalu asyik dengan diri sendiri maupun terbawa suasana. Apa sajakah hal tersebut?

1. Minum Sampai Mabuk
Tidak dipungkiri alasan utama orang pergi ke klub untuk minum. Sayangnya tidak semua orang bisa minum dengan bertanggungjawab. Tidak perlu menyalahkan klub, kita bisa temui banyak orang mabuk di warung-warung di pojokan kota. Mereka malah mengganggu ketentraman warga setempat dengan musik yang keras dan perilaku yang meresahkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di klub, walaupun memiliki petugas keamanan, orang yang terlalu banyak minum hingga mabuk akan mendatangkan masalah tersendiri. Mulai dari menjadi sensitif, tidak bisa kontrol diri dan emosi, hingga mengarah ke kekerasan dan pelecehan seksual. Kuncinya adalah minum yang bertanggung jawab, tahu kapan tubuh sudah tidak mampu dan kapan harus berhenti. Mengatakan tidak untuk teman yang menawarkan minum adalah perilaku yang terbaik.

2. Mencari Cinta Satu Malam
Saat clubbing, peluang untuk berkenalan dengan banyak relasi baru sangat besar. Mulai dari relasi pekerjaan hingga lawan jenis yang kemungkinan jodoh seseorang. Momen clubbing cenderung membuat orang lebih santai, karena konsepnya adalah untuk bersenang-senang.

Banyak yang berpikir inilah momen tepat untuk mencari kencan satu malam atau one-night stand. Hal ini sangatlah keliru. Ketika seseorang mau berkenalan dengan Anda dan terlihat ramah, bukan berarti dia ingin mengajak Anda tidur atau sebaliknya.

Intinya, selalu berpikir positif, pikirkan akan network baru yang akan terbentuk dan ambil manfaatnya. Jika memang ada kasus kencan satu malam yang terjadi pada teman Anda, mungkin mereka berdua memiliki ketertarikan fisik yang cukup besar. Semua kembali kepada kesepakatan maupun prinsip diri masing-masing.

3. Melobi Klien Pasti Sukses
Banyak orang membawa kliennya clubbing bersama untuk saling mengakrabkan diri. Tujuannya tak lain agar proyek yang dikerjakan bersama berjalan mulus atau disetujui dan mencapai kesepakatan bersama-sama.

Berhati-hatilah dalam hal ini. Meskipun keakraban bisa terjalin, tidak semua kasus bisa berjalan mulus. Salah-salah malah Anda dibenci klien karena membawa dirinya pergi ke tempat yang ia tidak sukai. Ada pula yang menganggap Anda berusaha membuatnya mabuk ataupun hal-hal lainnya.

Semua harus diawali dengan niat baik. Tanyakan dahulu apakah klien Anda suka clubbing atau minum. Jenis musik apa yang ia sukai. Membawa klien yang menyukai musik disko tahun '80-an ke klub Hip-Hop sudah jadi satu poin minus. Dan terakhir, jangan melayangkan harapan terlalu tinggi. Mengakrabkan diri berbeda dengan mendapat kepastian proyek akan disepakati.

4. Tempat Berkelahi
Sering kita mendengar berita mengenai kekerasan yang terjadi di klub malam, mulai dari baku hantam, adu jotos hingga pembunuhan. Semua hal itu tak akan terjadi bila sang tamu minum sewajarnya dan pihak pengelola memiliki pengawasan ketat di pintu masuk hingga staf keamanan di dalam ruangan.

Menghadapi hal ini, jika ada yang mulai melecehkan diri Anda, jangan dilayani dengan emosi namun segera laporkan ke sekuriti. Jika ada orang yang hendak berkelahi, segera minta petugas keamanan untuk membawa mereka keluar ruang. Kuncinya, jangan jadi 'sok pahlawan'.

5. Prostitusi
Banyak klub yang menjadi lahan bisnis prostitusi. Sejumlah bar hingga klub pun telah dikenal sebagai tempat berkumpul para 'ayam' (wanita pencari pria asing berduit), mulai dari kelas atas hingga rendah.

Zahra Zettira, media relation dari Lifestyle Unlimited yang menaungi klub X2, Equinox dan Diagonal mengungkapkan bahwa klubnya tidak pernah memfasilitasi hal-hal seperti itu. Jika memang ada PSK yang datang dan berdandan layaknya tamu biasa, ia berarti bekerja untuk dirinya sendiri.


(fer/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads