Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Liputan Khusus

Dresscode yang Harus Dipatuhi Saat Clubbing

wolipop
Selasa, 22 Mei 2012 09:46 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Thinkstock
Jakarta - 'Don't judge the book by its cover' adalah ungkapan yang menasihati kita untuk tidai menilai orang dari penampilannya. Ungkapan tersebut justru tidak berlaku di dunia malam. Di beberapa negara di Amerika hingga Eropa, penjaga pintu masuk sebuah klub memberikan izin masuk para pengunjungnya murni berdasarkan penampilan seseorang. Jika ia tidak terlihat gaya, maka ia tidak boleh masuk, tidak peduli berapa banyak uang yang dimilikinya.

Di Indonesia, meskipun tidak seperti itu, sudah mulai menghargai istilah pakem berbusana alias 'dresscode'. Di Dragonfly misalnya, mengharuskan seseorang untuk memiliki 'look yang OK dengan style yang keren' seperti yang diungkapkan oleh Kiki Utara, PR Director dari Ismaya Group yang menaungi klub Dragonfly dan Blowfish.

"Dresscodenya yang pasti no sandal, no celana pendek. Preferably high heels, cocktail dress dan kalau ada artis internasional yang main, ada regulasi FDC (First Drink Charge)," ungkapnya kepada Wolipop saat diwawancara Rabu (16/05/2012).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Kiki, dresscode ditetapkan agar klub yang dikelolanya memiliki standarisasi tamu. Tamu yang memiliki apresiasi terhadap acara, diri sendiri maupun crowd (keramaian) yang dimasukinya.

Beda klub maka beda pula dresscodenya. Zahra Zettira, media relation dari Lifestyle Unlimited yang menaungi klub X2, Equinox dan Diagonal mengungkapkan bahwa secara keseluruhan, ketiga klub yang dikelolanya hampir sama. "Intinya harus glamour, kelihatan mau party dan formal. Kalau cowok masih boleh pakai polo shirt, kaos pun boleh tapi secara keseluruhan harus enak dilihat, enggak belel," ujarnya.

Untuk masalah dresscode ini, Zahra mengakui bahwa ada dilema. Banyak big spender (orang dengan tingkat belanja tinggi) siap menghabiskan uangnya di klub namun selera busananya kurang sesuai, akhirnya merekapun tetap boleh masuk. Biasanya hal ini diterapkan bagi tamu yang sudah sering datang dan dikenal royal.

Beberapa tamu pun juga banyak yang niat mengikuti dresscode yang ditetapkan. Ada beberapa orang yang pulang lagi ke rumah hanya untuk mengganti sepatu agar bisa masuk ke dalam klub.

(fer/eya)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads