2 Pilihan Kafe Bernuansa Unik di Plaza Senayan
wolipop
Jumat, 15 Jul 2011 11:08 WIB
Jakarta
-
Mau ke mana menikmati waktu santai akhir pekan ini? Jika belum ada rencana, cobalah Anda kunjungi area Palm Gate Entrance di Plaza Senayan, Jakarta.
Di area ini, Anda akan menjumpai suasana tempat hang out yang berbeda. Sekilas seperti berada di jalanan di Italia, dengan kafe dan resto yang berderet di sisi kanan-kirinya. Namun ternyata tidak semuanya berkonsep ala Italia.
Salah satunya adalah Monolog. Bila dilihat sepintas dari depan, mungkin terlihat seperti kafe bergaya Italia. Tapi setelah melihat bagian dalam, kafe ini lebih kental nuansa Melbourne style.
Dinding kafe dibuat seperti belum disemen, terlihat tekstur batu bata yang menciptakan kesan urban. Penataan meja dan kursi dibuat memanjang, mengikuti struktur interior kafe yang memang cukup luas; sekitar 300 meter persegi.
Suasana yang dibuat senyaman mungkin, ditambah penerangan yang pas (tidak terlalu terang atau gelap) membuat pengunjung betah berlama-lama di sini. Namun sayang, koneksi wi-fi yang disediakan kurang baik sehingga kurang tepat bagi Anda yang ingin lama berselancar di internet.
Dari segi menu, Monolog sepertinya lebih mengkhususkan pada aneka minuman kopi. Terlihat dari beberapa mesin penggiling kopi besar dan home brewing yang diletakkan di bar kafe. Menu-menu Monolog ternyata memang lebih banyak menyuguhkan variasi racikan kopi. Mulai dari espresso, cappuccino, frappuccino choco mint, ristretto, flat white juga jenis minuman hangat maupun dingin lainnya.
Jika tidak suka kopi, Anda bisa memilih minuman segar seperti Ginger Ale, choco banana smoothie dan ice lychee tea. Sementara untuk makanan, bisa mencoba mix berry pancake, strawberry tart dan baked potato. Harga makanan dan minuman di sini berkisar antara Rp 22ribu hingga Rp 60ribuan.
Nuansa Monolog yang terkesan kasual, agak berbeda dengan resto di seberangnya, De Luca. Suasana resto yang mengkhususkan pada kuliner Italia ini lebih temaram dengan furnitur kayu mengkilap, sehingga terkesan lebih elegan.
De Luca sepertinya lebih cocok bagi pasangan yang ingin merasakan ketenangan berdua saja, atau sebagai tempat meeting. Untuk pilihan makanan dan minuman, bisa mencoba Americano Pizza, Hot Thick Italian dan Spaghetti Scallop Oil.
Baik di Monolog maupun De Luca, bisa memilih duduk di dalam maupun luar ruangan. Jika ingin menikmati suasana ala western, bisa duduk di luar. Tapi bagi Anda yang kurang suka bau asap rokok, sebaiknya pilih di area indoor saja.
(hst/hst)
Di area ini, Anda akan menjumpai suasana tempat hang out yang berbeda. Sekilas seperti berada di jalanan di Italia, dengan kafe dan resto yang berderet di sisi kanan-kirinya. Namun ternyata tidak semuanya berkonsep ala Italia.
Salah satunya adalah Monolog. Bila dilihat sepintas dari depan, mungkin terlihat seperti kafe bergaya Italia. Tapi setelah melihat bagian dalam, kafe ini lebih kental nuansa Melbourne style.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suasana yang dibuat senyaman mungkin, ditambah penerangan yang pas (tidak terlalu terang atau gelap) membuat pengunjung betah berlama-lama di sini. Namun sayang, koneksi wi-fi yang disediakan kurang baik sehingga kurang tepat bagi Anda yang ingin lama berselancar di internet.
Dari segi menu, Monolog sepertinya lebih mengkhususkan pada aneka minuman kopi. Terlihat dari beberapa mesin penggiling kopi besar dan home brewing yang diletakkan di bar kafe. Menu-menu Monolog ternyata memang lebih banyak menyuguhkan variasi racikan kopi. Mulai dari espresso, cappuccino, frappuccino choco mint, ristretto, flat white juga jenis minuman hangat maupun dingin lainnya.
Jika tidak suka kopi, Anda bisa memilih minuman segar seperti Ginger Ale, choco banana smoothie dan ice lychee tea. Sementara untuk makanan, bisa mencoba mix berry pancake, strawberry tart dan baked potato. Harga makanan dan minuman di sini berkisar antara Rp 22ribu hingga Rp 60ribuan.
Nuansa Monolog yang terkesan kasual, agak berbeda dengan resto di seberangnya, De Luca. Suasana resto yang mengkhususkan pada kuliner Italia ini lebih temaram dengan furnitur kayu mengkilap, sehingga terkesan lebih elegan.
De Luca sepertinya lebih cocok bagi pasangan yang ingin merasakan ketenangan berdua saja, atau sebagai tempat meeting. Untuk pilihan makanan dan minuman, bisa mencoba Americano Pizza, Hot Thick Italian dan Spaghetti Scallop Oil.
Baik di Monolog maupun De Luca, bisa memilih duduk di dalam maupun luar ruangan. Jika ingin menikmati suasana ala western, bisa duduk di luar. Tapi bagi Anda yang kurang suka bau asap rokok, sebaiknya pilih di area indoor saja.
(hst/hst)
Pakaian Wanita
Daster Nyaman Anti Gerah, Cocok untuk Daily Wear & Santai di Rumah
Pakaian Pria
Review Footstep Footwear Apollo Black Sneakers, Sepatu Pria Hitam yang Simpel, Clean, dan Siap Dipakai ke Mana Saja!
Pakaian Pria
GIO CARDIN Enzo Triple Back, Sandal Santai Pria yang Siap Temani Berburu Takjil Selama Bulan Ramadan!
Hobi dan Mainan
Ide Ngabuburit Kreatif, Tanah Liat Modeling Andalan untuk Anak & Dewasa yang Seru dan Produktif!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Munch Club, Spot Makan Bergaya Diner dengan Interior Minimalis Modern
Rahasia Meja Chinese New Year Berkelas, Belajar Langsung dari Florist Profesional
Restoran Rooftop Terbaru di Jakarta Barat, Cocok Buat Merayakan Tahun Baru
Epice Kemang, Resto Baru yang Cocok Jadi Tempat Kumpul Keluarga Saat Natal
Pengalaman Christmas Dining yang Santai dan Berkesan di The Joyful Escape
Most Popular
1
Eks Pangeran Andrew Ditangkap, Begini Sikap Pangeran William & Kate Middleton
2
Siwon Bikin Heboh, Diduga Bela Mantan Presiden Korsel yang Kontroversial
3
Ramalan Zodiak Cinta 20 Februari: Cancer Jaga Ucapan, Leo Jangan Emosi
4
TikTok Viral Verificator
Bukan Pedang Pora, Viral Prosesi Kirab Pengantin 'Cangkul Pora' di Cilacap
5
Friendship Goals! Karina aespa & Ryujin ITZY Pamer Foto Liburan ke Jepang
MOST COMMENTED











































