Kekasih Tiba-tiba Berubah dan Minta Break, Harus Bagaimana?
Ratih Ibrahim - wolipop
Jumat, 25 Sep 2015 09:42 WIB
Jakarta
-
Dear ibu Ratih,
Perkenalkan nama saya Taufan, saya mahasiswa. Pacar saya minta break, tapi dia bilang dia masih sayang. Kami tidak memiliki masalah apapun, ataupun bertengkar, cuma saya merasa dia sudah berubah saja setelah memasuki dunia kerja. Dan saya merasa keberatan dengan perubahan sikapnya yang begitu drastis. Saya sangat percaya dia sayang sama saya. Cuma dengan perubahannya membuat saya merasa tidak nyaman. Dia baru di dunia kerja tiga bulan, pemikiran saya dia minder karena saya masih kuliah semester lima. Dia takut akan masa depannya belum jelas sama saya, tapi dia sayang juga sama saya, begitu juga dengan saya. Bagaimana solusinya?
(Taufan, 20 Tahun)
Jawab:
Dear Taufan,
Cobalah ajak ia berdiskusi terlebih dahulu, apa yang menjadi alasannya meminta break. Jangan hanya berasumsi mengenai apa yang ia pikirkan dan rasakan. Setelah mendapatkan alasan yang jelas, cobalah kalian renungkan apakah alasan tersebut masih dapat kalian atasi bersama atau tidak. Ingat, kalian berdua harus dapat bekerja sama dengan baik agar hubungan ini dapat berlanjut. Rasa sayang saja tidak cukup dalam menjalani hubungan, khususnya bila hubungan tersebut ingin dilanjutkan ke tahapan selanjutnya yang lebih serius. Salam hangat, Taufan.
(kik/kik)
Perkenalkan nama saya Taufan, saya mahasiswa. Pacar saya minta break, tapi dia bilang dia masih sayang. Kami tidak memiliki masalah apapun, ataupun bertengkar, cuma saya merasa dia sudah berubah saja setelah memasuki dunia kerja. Dan saya merasa keberatan dengan perubahan sikapnya yang begitu drastis. Saya sangat percaya dia sayang sama saya. Cuma dengan perubahannya membuat saya merasa tidak nyaman. Dia baru di dunia kerja tiga bulan, pemikiran saya dia minder karena saya masih kuliah semester lima. Dia takut akan masa depannya belum jelas sama saya, tapi dia sayang juga sama saya, begitu juga dengan saya. Bagaimana solusinya?
(Taufan, 20 Tahun)
Jawab:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cobalah ajak ia berdiskusi terlebih dahulu, apa yang menjadi alasannya meminta break. Jangan hanya berasumsi mengenai apa yang ia pikirkan dan rasakan. Setelah mendapatkan alasan yang jelas, cobalah kalian renungkan apakah alasan tersebut masih dapat kalian atasi bersama atau tidak. Ingat, kalian berdua harus dapat bekerja sama dengan baik agar hubungan ini dapat berlanjut. Rasa sayang saja tidak cukup dalam menjalani hubungan, khususnya bila hubungan tersebut ingin dilanjutkan ke tahapan selanjutnya yang lebih serius. Salam hangat, Taufan.
(kik/kik)











































