Sifat Buruk Suami Baru Terlihat Setelah Menikah, Harus Bagaimana?
Dear Ibu Ratih. Saya baru setahun menikah. Setelah setahun menikah ini sifat suami yang sebenarnya baru terungkap. Dia suka melakukan kekerasan fisik terhadap saya. Jika marah dia bisa memukul saya. Dulu saat pacaran sifatnya ini sama sekali tidak terlihat. Saya pun merasa sudah cukup mengenalnya sehingga berani untuk menikah setelah setahun pacaran.
Ibu, bagaimana nasib saya ini karena nasi telah menjadi bubur. Apakah saya salah memilih pria? Apa yang harus saya lakukan? Di satu sisi saya tidak ingin bercerai, namun saya takut ke depannya suami akan menjadi lebih buruk.
(Yesica, 29 Tahun)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dear Yesica,
Berdasarkan ceritamu, suamimu kurang memiliki kesadaran dan kurang mampu menghargai kamu sebagai istrinya. Sikap dan perilakunya ini merupakan bentuk Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan dapat berdampak buruk terhadap kondisi psikologis kamu. Untuk mengetahui jawaban atas pertanyaanmu, kamu harus mampu bersikap dan berbicara tegas terhadap suami kamu. Kamu harus mampu membela diri kamu sendiri, sehingga suamimu mampu berpikir bahwa kamu tidak boleh melakukan kekerasan terhadapmu.
Selain itu, apabila kamu tidak senang dengan perlakuan suamimu terhadapmu, namun kamu dan suami sama-sama ingin memertahankan rumah tangga, kamu dapat menghubungi psikolog. Kamu juga dapat menghubungi pemuka agama yang mempunyai kapasitas dalam hal konseling pernikahan.
Kalian berdua harus memiliki komitmen untuk melakukan konseling rutin untuk membantu hubungan kalian. Dengan menemui psikolog atau pemuka agama, kalian dapat membuat kesepakatan untuk tidak boleh melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, seperti memukul saat marah, mendiskusikan mengenai bagaimana menyikapi perilaku marah suamimu, dan kesepakatan-kesepakatan lainnya.
Apabila kamu melihat bahwa suamimu tidak mau berhenti atau tidak mau menyadari bahwa perilakunya salah, cobalah kamu mengambil waktu untuk pergi ke luar dari rumah (misalnya ke rumah orangtua atau tempat-tempat lainnya yang lebih mampu menenangkan diri) untuk sementara waktu. Sementara ke luar dari rumah sambil menenangkan diri atau relaksasi, kamu dapat memikirkan kelanjutan hubungan pernikahanmu. Semoga membantu. Salam hangat Yesica.
(eny/fer)










































